| Senin, 26 Nopember 2007 | SEMARANG |
Menjebak Tikus, Petani Tewas Tersengat ListrikGROBOGAN- Seorang petani asal Dusun Krajan, Desa Ketitang, Godong, dilaporkan tewas tersengat aliran listrik, Jumat (23/11) sekitar pukul 18.00. Sumari (51), tersengat listrik saat bermaksud menjebak tikus di tengah sawah menggunakan listrik, karena beberapa waktu terakhir koloni hewan pengerat tersebut mengganas di persawahan warga Desa Ketitang. ''Korban memasang kawat di petak persemaian benih berukuran sekitar 10 meter X 10 meter di tengah sawah. Kawat itu kemudian dialiri listrik untuk mencegah tikus masuk tempat tersebut,''kata Kapolres AKBP Frederik Kalalembang melalui Kapolsek Godong AKP Naryo AS, kemarin. Saat musibah terjadi, lanjutnya, korban berada di sawah ditemani istrinya Muntamah (47). Menurut dia, aliran listrik diambilkan dari tempat penggilingan padi milik Sulipah, tidak jauh dari lokasi musibah. Sawah dan tempat penggilingan padi berada di pinggir Jalan Raya Godong-Semarang atau sekitar 500 meter dari rumah korban. Selama ini Sumari menjadi penjaga malam di tempat penggilingan padi tersebut, sehingga ayah tujuh anak ini bisa menyalurkan listrik bertegangan tinggi menggunakan kabel sepanjang 15 meter. ''Pemilik tempat penggilingan sudah dimintai keterangan dan membenarkan korban menyalurkan listrik dari tempat itu,'' tegas AKP Sunaryo. Kaki Kiri Sesuai dengan visum dokter, korban menderita luka pada kaki kiri setelah tersengat listrik. Dia meninggal seketika begitu kakinya terpeleset dan menyentuh kabel listrik yang melingkari petak persemaian benih. Diperkirakan korban saat itu sebenarnya hendak memeriksa sawah sebelum pulang ke rumah. Namun, naas karena kondisi tanah licin, dia terperosok dari pematang ke dalam petak persemaian benih yang sebelumnya telah dialiri listrik. Anak korban, Nurhidayati (27), menceritakan akibat kejadian tersebut, ibunya, Muntamah, hingga kemarin masih shock. Pasalnya, Muntamah secara langsung menyaksikan suaminya meninggal tanpa bisa memberikan pertolongan. Kepala Desa Ketitang Siti Barokah mengatakan, beberapa waktu terakhir warganya disibukkan oleh pekerjaan mengusir tikus. Berbagai cara dilakukan agar hama pengganggu tersebut dapat dienyahkan. Pemerintah desa sebenarnya telah mengimbau agar warga tidak menggunakan cara berbahaya, seperti menyetrum tikus menggunakan listrik bertegangan tinggi. Namun, karena dipicu rasa jengkel, dimungkinkan sebagian warga akhirnya nekat menyetrum tikus tanpa memikirkan risiko yang besar. (H41-37) |