logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 23 Nopember 2007 NASIONAL
Line

JELANG PILGUB 2008

PAN Menerima Lamaran Tamzil

SEMARANG- Rapat pleno harian DPP PAN yang berlangsung Rabu (21/11) telah memutuskan menerima lamaran M Tamzil. Ketua DPW PAN Jateng Abdul Rozak Rais mengatakan, dengan adanya keputusan itu, bisa dipastikan bahwa koalisi PAN dan PPP dalam menghadapi pilgub Jateng 2008 tinggal menunggu waktu. ''Soal koalisi masih akan dibicarakan antara DPW dan DPP pada 28 November nanti. Saya akan diundang ke Jakarta,'' katanya, semalam.

Sebelumnya Ketua Bapilu DPW PAN Jateng M Riza Kurniawan menyatakan bahwa pihaknya lebih condong berkoalisi dengan PDI-P terkait pilgub 2008. Menanggapi hal itu, Rozak mengatakan bahwa pedoman organisasi mengatur bahwa DPP-lah yang lebih berhak menentukan nama pasangan calon maupun partai terkait pilgub, sementara DPW mengurusi pilkada bupati/wali kota.

Muswil PPP memutuskan Tamzil sebagai cagub, karena PPP hanya memiliki 10 kursi di DPRD Jateng. Padahal untuk mengusung cagub minimal harus 15 kursi. DPP PPP memberikan batas waktu terakhir bagi Bupati Kudus itu yakni paling lambat 31 Desember harus sudah memiliki pasangan dan partai yang diajak koalisi.

Pasca-DPP PAN menerima lamaran Tamzil untuk berkoalisi, menurut Rozak, kader di bawah akan menerima dan melaksanakan putusan partai. Menyinggung langkah dirinya yang telah mengambil formulir sebagai wakil gubernur di PDI-P, Rozak mengatakan hal itu akan dikonsultasikan dengan DPP PAN. Rencananya, hari ini ia akan ke Jakarta.

Dari tujuh partai yang memiliki wakil di DPRD Jateng, yang berhak mengajukan calon gubernur secara mandiri hanyalah PDI-P yang memiliki 31 kursi, Golkar (17), dan PKB (15). Sementara, PAN (10), Demokrat (10), dan PPP (10) serta PKS (7) harus menjalin koalisi.

Transparan

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jateng menyerukan kepada seluruh partai politik melaksanakan proses penjaringan cagub/wakil secara bersih dan transparan. Dalam penentuan kriteria pasangan calon, menurut Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Wahyudi, parpol perlu mengedepankan aspirasi riil konstituen dan masyarakat Jateng.

''Parpol kami minta melaksanakan seleksi secara ketat terhadap pasangan kandidat calon dengan mengutamakan aspek integritas, moral, dan kualitas pribadi calon,'' kata dia dalam rilis tertulis, Kamis (22/11).

Meski Jateng telah mengalami kemajuan cukup pesat di berbagai bidang saat ini, namun menurut Wahyudi, sejumlah persoalan tetap menghadang gubernur baru. Problem pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, dan potensi konflik horisontal antarelemen masyarakat terkait kesenjangan sosial dan perbedaan pandangan cukup besar.(H7,H37,H35-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA