| Kamis, 22 Nopember 2007 | PANTURA |
Dipukul Guru, Siswa Lapor ke PolisiSLAWI - Gara-gara menanyakan absensi, seorang siswa SMA Nahdlatul Ulama (NU), Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal dipukul oleh oknum gurunya. Akibatnya, Fajar Subekhi (15), siswa kelas satu itu, hingga kemarin masih mengalami pusing-pusing karena hantaman Faisal, guru Bahasa Inggris, pada Kamis (15/11) lalu. Karena tidak bisa menerima perlakukan tersebut, Fajar, Rabu (21/11) kemarin melapor ke Mapolsek Suradadi. Fajar menuturkan, dirinya dipukul oleh gurunya di depan ruang kelas. Peristiwa itu bermula ketika dia mengikuti ulangan di kelas, Kamis lalu. Dia mendapatkan nilai tujuh. ''Saat itu, empat anak tidak diabsen. Kemudian, saya menanyakan kepada Pak guru, kenapa saya tidak diabsen. Pak guru diam saja. Padahal, saya sudah bilang tiga kali. Lalu, saya keluar. Di depan kelas saya bilang mbayar yo mbayar kok radiaku (sudah membayar, tetapi mengapa tidak diakui),'' ungkapnya. Mendengar hal tersebut, kata dia, sang guru memanggilnya. Ia disuruh masuk ke dalam kelas. Lalu, dia dipukuli oleh oknum guru tersebut. ''Saya ditampar sebanyak tiga kali. Wajah saya juga dipukul dua kali. Tidak hanya itu, saya juga dibenturkan ke tembok. Usai dipukul, saya disuruh keluar,'' terangnya. Pusing Ilah (50), ibu Fajar mengatakan, dirinya baru mengetahui peristiwa tersebut tadi siang (kemarin-Red). Sebab, anaknya mengeluh merasa pusing. Saat ditanya, anaknya mengaku baru saja dipukul oleh gurunya. Kapolres Tegal AKBP Drs Hotman Simatupang melalui Kapolsek Suradadi AKP Karyono mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut. Yakni, dengan meminta keterangan saksi-saksi. ''Kami masih menyelidiki perkara ini. Kita tetap memegang azas praduga tidak bersalah,'' katanya. Dia mengatakan, apabila terbukti melakukan tindak kekerasan, pelakunya dapat dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak. Kepala SMA NU Suradadi H Slamet Munasor mengatakan, pihaknya sudah mengupayakan penyelesaian permasalahan tersebut. Yakni, dengan mempertemukan kedua belah pihak, baik guru maupun siswanya. Selain itu, dia sudah memberikan pembinaan kepada guru yang bersangkutan. ''Mereka kami minta untuk saling memaafkan,'' jelasnya. (H3-15) |