| Rabu, 21 Nopember 2007 | NASIONAL |
KRIMINALITASLima Arca DitemukanSOLO- Lima arca koleksi Museum Radya Pustaka Surakarta yang hilang telah ditemukan semalam. Polisi menemukan kelima arca itu di sebuah rumah di Jakarta. Belum diketahui secara detail kondisi arca yang hilang sejak 2006 itu. Kanit Resmob Poltabes Surakarta AKP Sunarto menyatakan, upaya polisi melacak benda-benda bersejarah itu telah membuahkan hasil. ''Kelima arca itu sekarang (tadi malam-Red) dalam perjalanan dari Jakarta ke Solo. Kami akan menyimpan sebagai barang bukti,'' tandasnya. Namun Wakasat Reskrim AKP Sugiyo mewakili Kapoltabes Kombes Lutfi Lubihanto menyatakan belum bisa menjelaskan secara detail di mana barang bukti itu ditemukakan. Salah satu tersangka pencurian arca itu, Heru Suryanto (55), ikut dibawa ke Jakarta oleh polisi untuk menelusuri barang tersebut. Benda-benda itu diketahui dijual kepada Hs. Untuk pengusutan lebih lanjut, polisi telah melayangkan surat panggilan kepada Hs. Hingga pukul 23.00, kelima arca itu sudah tiba di Tegal. Tim dari Poltabes Surakarta dipimpin AKP Sunarto bertolak ke Tegal menjemput timnya. Kolektor Terpisah, selain menetapkan Kepala Museum Radya Pustaka KRH Damodipuro alias Mbah Hadi (69), dan dua pegawainya, Jarwadi (37) dan Suparjo (38), serta seorang penadah, Heru Suryanto (55), polisi telah ancang-ancang menetapkan seorang kolektor yang sedianya membeli benda-benda bersejarah tersebut. "Dari keterangan para tersangka yang telah ditahan, sudah ada catatan nama seorang kolektor yang terindentifikasi. Tapi demi penyidikan, tidak perlu saya sebutkan," kata Kapolda Jateng Irjen Dody Sumantyawan HS usai serah terima jabatan Wakapolda baru Brigjen Drs Adang Rochjana menggantikan Brigjen Nono Suprijono, di Ruang Borobudur Mapolda Jateng. Menurut Kapolda, dalam penyidikan petugas gabungan Poltabes Surakarta, Polwiltabes Surakarta, dan Polda Jateng, ditemukan sejumlah nama baru. "Kami masih mengembangkan penyelidikan. Yang pasti, siapa pembelinya atau yang menyimpan kami tetapkan calon tersangka," ungkapnya. Apakah para pelaku termasuk sindikat pencurian benda-benda purbakala, Kapolda belum bisa memastikan. Termasuk kemungkinan adanya penyelundupan benda-benda bersejarah itu ke luar negeri. ''Mudah-mudahan saja belum dibawa ke luar negeri,'' katanya. Polisi juga masih melisik apakah kolektor yang dikabarkan membeli barang curian itu, kolektor barang antik dalam arti sebenarnya atau kolektor barang curian. Dia juga memberi sinyal, bukan tidak mungkin kasus pencurian serupa juga terjadi di museum lain. (G11,H21,D12-60) |