logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 21 Nopember 2007 INTERNASIONAL
Line

SBY Diundang ke Konferensi Timteng

SINGAPURA - Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, kemarin, secara resmi menerima undangan dari Pemerintah Amerika Serikat untuk menghadiri konferensi perdamaian Timur Tengah (Timteng) di Annapolis, Maryland (AS) pada 26 November mendatang. Sebelumnya, pemerintah kita telah mendapatkan kunjungan bilateral dari Presiden Palestina Mahmud Abbas.

''Hari ini (kemarin) kita telah mendapatkan kabar bahwa Indonesia diundang Amerika Serikat untuk menghadiri pertemuan perdamaian Timur Tengah, bersama negara-negara lain. Namun, bukan porsi saya untuk menyebutkan nama-nama negara lain tersebut. Bapak Presiden telah menyatakan bersedia menghadiri undangan tersebut,'' kata Jubir Presiden Dino Patti Djalal kemarin di sela-sela acara KTT Ke-13 ASEAN di ruang lobi Hotel Shangri-La Singapura.

Seperti dilaporkan wartawan Suara Merdeka Dwi Pamuji Sulistyanto dari Singapura, dengan berjalannya pertemuan itu nantinya menurut Dino dapat diasumsikan bahwa tim negosiator Presiden Abbas dan PM Israel Ehud Olmert telah berlangsung baik. Khususnya dalam membahas hal-hal substantif yang diharapkan akan dilaporkan dan dibahas lebih lanjut dalam konferensi tersebut.

Dalam pembahasan saat kunjungan ke Jakarta, Abas mengatakan isu-isu substantif tersebut menyangkut masalah Jerusalem, perbatasan Palestina dan Israel, pengungsi Palestina, serta masalah air.

Berdamai pada 2008

Dari Sharm el-Sheik, Mesir, PM Olmert, kemarin, mengatakan dia berharap perjanjian damai dengan Palestina bisa dicapai pada 2008. Harapan itu disampaikan saat dia bertemu dengan pemimpin Mesir untuk menggalang dukungan bagi konferensi perdamaian Timur Tengah pekan depan.

Sebelumnya Olmert pernah mengatakan bahwa dia akan mengambil langkah serius untuk mencapai perjanjian semacam itu sebelum Presiden AS George W Bush mengakhiri masa jabatannya pada Januari 2009. Namun, kemarin, dia menegaskan ''Saya sangat berharap bisa mencapai perjanjian ini pada 2008.''

Pertemuan Olmert dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak itu dilakukan setelah pemimpin Israel tersebut gagal menjembatani perbedaan dalam pertemuan dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas.

Negara-negara Arab menyatakan tidak akan memberi dukungan penuh terhadap konferensi perdamaian pekan depan, kecuali jika pertemuan itu mengatasi isu-isu penting yang menghalangi pembentukan negara Palestina dalam perundingan sebelumnya.(rtr-niek-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA