logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 20 Nopember 2007 WACANA
Line

Surat Pembaca

Tak Gubris Tangis Rakyat

Agenda utama bangsa/negara ini mestinya pada pengentasan kemiskinan. Fakta, pemerintah belum bisa mengatasi kesulitan masyarakat lapisan bawah. Karenanya pada pemilu mendatang mesti memilih presiden/wakil yang figurnya bermaslahat rakyat. Ini harga mati. Hal ini karena rakyat makin tenggelam dalam keludupan yang berat

Sementara iu para elite bangsa hanya merurutkan hasrat demi kepentingan sendiri dan tak menggubris jerit tangis rakyat. Sejatinya `langit' secara beruntun mengirim sms ke elite bangsa melalui pesan bencana ke bencana. Fenomenanya tampak alamiah padahal hakikinya pemimpin serius berbuat demi kemaslahatan rakyat.

Demi rakyat, elite wajib meniti jalan rekonsiliasi terbuka terutama dengan eksponen Orde Baru. Tahun-tahun akhir tersisip fakta riak-riak rekonsiliasi dengan Orde Baru dilakukan secara main petak umpet dan tertutup. Kenapa tidak terbuka saja. Bagi yang menolak rekonsiliasi harap lihat kemaslahatannya.

Ada aset bangsa bernilai besar yang ngendon pada kroni mereka. Proses penarikannya tersendat, dengan back up baru tingkat mondial pun nanti tak akan optimal. Hanya melalui rekonsiliasi terbuka aset bisa ditarik efektif. Caranya, beri kesempatan kerabat Cendana tampil ke posisi RI 1 atau RI 2. Niscaya figur Cendana ini memiliki akses dan pengaruh kuat di lingkaran aset.

Dengan posisinya yang 'unik' mereka akan tuntaskan secara bermartabat kewajiban moral Pak Harto pada bangsa/negara yang belum selesai. Dari pengembalian aset ini beban berat rakyat bisa direduksi. Alhasil, performa kandidat dari kerabat Cendana ini bermaslahat bagi hajat hidup rakyat secara riel.

Selain itu mereka bermaslahat pula bagi hajat keluarga Cendana dengan memulihkan kuncara asma. Figur layak Cendana itu Tutut atau Prabowo. Mereka mesti menempuh kiat khusus untuk meraih momentum emas ini. Tak perlu suudzon kerabat Cendana bakal lancung lagi. Ada segel moral spiritual yang krusial mengontrol debut mereka dan mustahil berani membuka segel krusial tersebut.

Risikonya sangat tragis, persis konsekuensi membuka kotak pandora. Untuk mendampingi figur Tutut atau Prabowo terdapat Gus Dur, Sultan HB X, Wiranto, Megawati, Sutrisno Bachir, Sutiyoso, Hidayat Nur Wahid atau Jusuf Kalla. Teknis lanjutnya terserah para figur tadi memilih kendaraan yang pas.

Demikianlah ilham. Bukan ngawur atau rnajenun. Simpel. Elite yang suka merumit-rumitkan masalah yang justru tidak berkemaslahatan rakyat mungkin merespon ilham ini sebagai debatable. Risalah ini bukan rekayasa pesanan sponsor dan saya tidak memiliki hubungan apa pun dengan semua nama tersebut.

KH Muhammad Fuad (081392349093)

Jl Imogiri Timur 129 Km 9 Bantul, DIY

Tentang Kesiapan PLN

Menanggapi Surat Pembaca tentang ''Kesiapan PLN'' menghadapi musin hujan seperti sekarang ini, kami sampaikan penjelasan sebagai berikut : Untuk daerah Jateng, jaringan listriknya memakai kawat terbuka/tidak terbungkus sehingga rawan sekali oleh gangguan petir, dahan patah atau pohon yang menyentuh jaringan.

PLN selalu mengadakan rabas pohon secara periodik untuk mengatasi hal tersebut. Juga Dinas Gangguan 24 jam siap menangani pengaduan gangguan akibat listrik padam. Mohon maaf bila dalam pelayanan kepada pelanggan belum memuaskan dan kami akan selalu meningkatkannya.

Ir Mulyono Widodo MT (Manajer)

Areal Pelayanan dan Jaringan Semarang

***

Usulan ke Daop IV

Saya punya usulan kepada PT KA Daop IV Semarang agar menyediakan 2 rangkaian perjalaanan kereta api baru dari stasiun Tegal dengan tujuan Jakarta dan Purwokerto. Untuk tujuan Jakarta selama ini dilayani Ka Tegalarum kelas ekonomi yang kenyamanannya teramat minim. Ada baiknya PT KA menjalankan trayek baru dari Tegal misalkan Ka Argo ''Bahari" kelas executive.

Saya yakin kereta Argo dari Tegal akan laris manis sebab tingkat ekonomi masyarakat Tegal sangat bagus dan bisa disejajarkan dengan Semarang dan Solo. Untuk jurusan ke selatan, orang Tegal juga butuh kereta api penumpang. Manfaatnya banyak bila rel Tegal - Purwokerta difungsikan. Orang Tegal lebih leluasa bepergian naik kereta api ke Solo, Yogyakarta via Purwokerta.

Demikian pula orang Purwokerto yang ingin naik kereta api ke Pekalongan atau Semarang dapat naik KA Kaligung dari Tegal. Dengan demikian kereta api akan menjadi angkutan umum pilihan bagi masyarakat.

Semoga PT KA Daop IV Semarang mengabulkan keinginan masyarakat Tegal. Di samping membantu masyarakat; perusahaan juga dapat melebarkan sayap pelayanannya untuk semua jurusan.

Achmad Widodo

Jl Bandar II/7 Koja, Jakarta Utara

Yayasan Fiktif

Sebagai warga RT 1/RW 1 Desa Pandangan Kulon, Kragan, Rembang yang merantau di Wonogiri saya menanggapi tulisan di harian ini tanggal 16 November 2007 tentang Assakinah bantah yayasan fiktif. Berdasarkan fakta di lapangan, yayasan tersebut tidak ada secara fisik atau secara hukum, karena sbb:

-Gedung/bangunan tidak ada dan sebagai payung hukum sampai saat ini tidak punya akte notaris. Dalam pengajuan proposal tahun 2006 tidak ada akte notaris, tahun berdiri yayasan sejak 2001 tidak benar karena sdr ketua yayasan tinggal di RT 1/RW 1 baru tahun 2002.

Ketua memang membuka kursus bahasa Inggris yang tidak ada izin operasional. Tetapi untuk umum bukan khusus yatim piatu dan tak dipungut biaya. Yayasan tidak pernah menyumbang kepada fakir miskin dan anak yatim piatu. Kegiatan yang ada adalah buka puasa bersama dan pemberian santunan fakir miskin dan anak yatim piatu dana bantuan diperuntukkan untuk renovasi padahal yayasan tersebut secara fisik tidak ada bangunan sehingga kegiatan renovasi tidak ada.

- Dana yang cair dipakai untuk pembelian tanah dan rumah yang belum layak huni hingga terjadi dugaan penyelewengan dana karena tidak klop dengan peruntukan sesuai proposal yang disepakati bersama . Soal tidak ada anak yatim piatu karena memang tak ada yang ditampung.

- Kades Pandangan Kulon mengetahui ikut menandatangani surat penolakan warga hasil rapat tanggal 28 Agustus 2007. Tetapi oleh kades surat penolakan tersebut tidak dikirim ke gubernur atau ke Bupati Rembang. Demikian tanggapan saya semoga yayasan dan kades dibuka mata hatinya

Eko Yeni Setiawan

Godong RT 2/RW 15 Ngadirojo, Wonogiri

***

Pengalaman di Samsat

Semarang Timur

Pada 24 Oktober 2007 saya memperpanjang STNK motor atas nama saya dan milik adik yang masih tinggal dalam satu rumah. Sesuai sistematis pembayaran, saya membayar form pendaftaran SPPKB, fotokopi STNK, BPKB, KTP dan lampiran KTP & STNK asli yang kemudian ditumpuk di bagian pendaftaran untuk mendapatkan nomor pembayaran.

Setelah dipanggil, saya merasa seperti diinterogasi (ditanya hal yang tidak ada hubungannya dengan pembayaran pajak) dan baru mendapatkan nomor urut. Saat giliran nama adik dipanggil, saya diminta membayar Rp 5.000 tapi saat saya tanyakan kenapa harus membayar, petugas langsung mencoret dokumen milik adik dan distempel dengan spidol merah.

Saya diberi selembar kertas yang bertulis "Surat Kuasa" yang harus diisi dan ditandatangani adik serta ditempeli meterai Rp 6.000. Karena merasa dipersulit, saya menelepon adik agar segera datang. Kemudian saya ambil dokumen yang telah dicoret untuk diganti baru dan dikumpulkan kembali untuk mendapatkan nomor pembayaran.

Setelah nama adik dipanggil, dia ditanya petugas: "Kakaknya mana?", adik menjawab: "sudah pulang". Ternyata petugas melihat saya hingga dia mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan adik di depan banyak orang. Pimpinan Samsat Semarang Timur, pantaskah petugas menghina seseorang di depan umum apalagi terhadap seorang wanita. Mohon tanggapan.

Agung Sulthon Airlangga.

Jl Patiumus Raya 23, Semarang

***

Jawaban PO Nusantara

Menanggapi Surat Pembaca 19 November 2007 tulisan Bapak Dokter Fajar Winarto SpRad, yang ditujukan kepada manajemen dengan judul ;''Kecewa, Agen PO Nusantara'' sbb: Pertama kami mohon maaf atas layanan agen serta masalah keterlambatan angkutan bus. Kami memahami kekecewaan Bapak sekeluarga.

Atas ketidaknyamanan ini, kami dari perwakilan manajemen PO Nusantara, telah memberikan konfirmasi dan menyelesaikan masalah ini kepada dokter Fajar (diwakili istri). Kami mewakili manajemen berterima kasih atas kesediaan, waktu untuk memberi masukan, yang tentunya akan kami jadikan sebagai acuan untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik ke depannya.

Soni Wibowo SH

Bag operasional PO Nusantara

***

Menulis dengan Cinta

Surat kabar dan profesi kewartawanan pantas jadi etalase pentingnya keterampilan menulis. Karena itu sangat dihargai diadakannya pelbagai program pelatihan jurnalistik. Tetapi pelatihan semacam juga menimbulkan bias. Kesan saya, keterampilan menulis lalu sepertinya hanya difokuskan untuk tujuan menulis artikel semata.

Memang tidak keliru fatal. Tetapi mengingat persaingan untuk dimuat sangat ketat, penolakan demi penolakan bagi penulis pemula dapat berakibat motivasi menulis mereka terancam patah arang sepanjang hidupnya. Hemat saya, program pelatihan jurnalistik perlu diperkaya wawasan dan perspektif, terutama pernaharnan bahwa keterampilan menulis dibutuhkan oleh beragam profesi.

Dari antropolog sampai zoolog (A-Z) membutuhkan keterampilan menulis. Dalam tahap awal yang penting ditanamkan adalah kecintaan menulis dan terus menulis. Kalau kecintaan menulis sudah membara dan menggelora, maka mudah terjadi momenrum ajaib seperti disebut psikolog Joyce Brothers sebagai bujukan untuk komitmen total.

Dalam tahap ini hal hebat pun hadir: kita melihat solusi, menemukan cara dan sarana yang sebelumnya tidak tertangkap oleh perhatian kita. Keterampilan menulis sungguh ajaib, kemudian akan mudah menemukan pelbagai kemungkinan untuk diaktualisasikan.

Contoh ketika masih mahasiswa menulis surat pembaca dan dimuat, membuat saya mabuk jadi epistoholik (orang kecanduan menulis surat pembaca) yang makin kronis hingga kini. Walau sadar sejak awal bakal tidak dibayar, tetapi kecintaan itu berbuntut imbalan menyenangkan. Misalnya, agar tulisan tidak klise, hanya dijejali ide-ide kuno, secara otomatis kita getol belajar dan membaca pengetahuan yang mutakhir.

Bonus pun berlimpah. Dari banyak teman, diprofilkan di majalah dan termasuk baru-baru ini dilamar setengah paksa agar mau bergabung dalam tim sukses pemenangan pilkada. Kisah nyata ini klop dengan resep sukses yang dibeber Lee Silber dalam bukunya Self-Promotion for the Creative Person (2001) : focus on what you love and the money will follow. Jadi, mari menulis dengan cinta.

Bambang Haryanto (081328306300)

Jl Kajen Timur 72, Wonogiri

***

Makan Uang Riba

Dalam Alquran, Allah tidak pernah memaklumkan perang kepada seseorang kecuali kepada pemakan riba. Allah berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu" (Al Baqarah: 278-279).

Cukuplah ayat ini menjadi petunjuk betapa dosa riba. Orang yang memperhatikan pengaruh tiba dalam kehidupan individu hingga tingkat negara, niscaya akan mendapatkan kesimpulan, melakukan kegiatan riba mengakibatkan kerugian, kebangkrutan, kelesuan, kemandegan dan kelemahan.

Baik karena lilitan utang yang tak terbayar atau berupa kepincangan ekonomi tingginya tingkat pengangguran, ambruknya usaha bisnis. Di samping itu, kegiatan riba menjadikan hasil keringat dan jerih payah kerja tiap hari hanya dikonsentrasikan untuk membayar bunga yang tak pernah ada akhirnya.

Ini berarti menciptakan kesenjangan sosial, membangun gunung rupiah untuk satu kelompok masyarakat yang jumlahnya minoritas (di satu sisi dan di sisi lain menciptakan kemiskinan) yang jumlahnya mayoritas yang sudah merana dan papa. Barangkali inilah salah satu potret kezaliman dari kegiatan riba sehingga Allah memaklumkan perang.

Semua pihak yang berperan dalam kegiatan riba, baik langsung terjun, perantara atau membantu kegiatan riba adalah oang yang dilaknat.

Berdasarkan hal tersebut maka setiap umat Islam tidak diperkenankan bekerja sebagai sekretaris, petugas pembukuan, penerima uang nasabah, nasabah, pengantar uang nasabah, satpam dan pekerjaan lainnya yang mendukung kegiatan riba.

Pengharaman riba berlaku umum, tidak dikhususkan (sebagaimana diduga oleh sebagian orang) hanya antara si kaya dengan si miskin. Pengharaman itu berlaku untuk semua orang dan dalam semua keadaan. Betapa banyak kita saksikan bangkrutnya para pedagang besar dan orang kaya karena melibatkan diri dalam kegiatan ribawi. Atau paling tidak, berkah uang riba tersebut dihilangkan Allah.

Ady Prasetyo (08156598840)

Perumda 5 RT 3/RW 3 Jati, Kudus

***

Sinetron Pencari Tuhan

Saya penonton sinetron Para Pencari Tuhan di SCTV yang dibintangi Deddy Mizwar, Trio Bajaj dan Zaskia Mecca. Di satu episode, Bang Jack (Deddy Mizwar) dalam menyampaikan ceramahnya mengucapkan: ''... orang kaya hendaknya beribadah dengan hartanya, sementara orang miskin dengan kesabarannya...''

Saya jadi kepikiran, alangkah baiknya seandainya setiap orang kaya di negeri ini memberikan sebagian rezekinya kepada satu saja keluarga miskin untuk modal usaha. Dengan begitu penduduk miskin akan berkurang. Simple dan tidak usah melewati birokrasi apa pun. Saya yakin banyak orang kaya di negeri ini. Lagipula dalam harta orang kaya terdapat bagian untuk fakir miskin.

Memang selama ini sudah banyak orang mampu yang menyantuni keluarga miskin. Tapi santunan itu nantinya akan habis. Beda kalau pemberiannya berupa sejumlah modal yang bisa digunakan untuk buka usaha sehingga keluarga miskin akan punya penghasilan sendiri dan terbebas dari kemiskinannya.

Namun saya sangsi apakah orang kaya itu mau. Bukankah sekarang mereka lebih memilih untuk membelanjakan uangnya dengan berwisata ke luar negeri, membeli barang mewah atau mengoleksi bermacam benda mulai tanaman hias, binatang langka sampai mobil. Akhirnya kembali pada diri masing-masing. Saya hanya bisa berharap semoga ada orang kaya terketuk pintu hatinya.

Betty W Kusuma

Jl Mangga 149 Jambu, Ambarawa .

***

Bikin Akte Mudah

Beberapa waktu lalu saya pernah dikerjain mentah-mentah oleh oknum kadus yang mengaku bisa mengurus perpanjangan KTP dan KK secara cepat. Alhasil duit Rp 50 ribu melayang sedang surat yang diurus tak karuan hasilnya. Berkaca dari pengalaman itu, akhirnya saya mencoba mengurus sendiri surat tersebut ke kecamatan.

Ternyata prosesnya mudah tidak rumit, biayanya pun murah. Setelah mengetahui proses mengurus surat penting itu mudah dan murah, akhirnya saya 'ketagihan'. Kebetulan anak lelaki saya belum puya akte kelahiran padahal untuk mengurus demi masa depannya.

Saya memberanikan diri minta keterangan kepada petugas di Kantor Badan Kependudukan Keluarga Berencana dan Catatan Sipil di Jl Sukarno-Hatta Kendal. Petugas menjelaskan, untuk mengurus akte kelahiran perlu syarat: surat keterangan dari desa diketahui camat, fotokopi KTP suami-istri, surat nikah, KK dan surat kenal lahir dari bidan atau RS, masing-masing 1 lembar.

Setelah semua beres, petugas meminta saya menunjukkan surat aslinya. Kemudian membayar biaya administrasi yang tertera jelas di depan loket tanpa ada uang tambahan apa pun. Sejenak menunggu, surat sudah jadi dan bisa dibawa pulang. Mudah dan murah.

Terkadang praktik percaloan muncul karena berbagai hal di antaranya ketakutan masyarakat yang senantiasa berpikir bahwa mengurus surat penting seperti KTP, KK dan Akte itu sulit, rumit, melelahkan dan mahal. Padahal kenyataannya mudah dan tidak mahal. Untuk itu mari daripada kena tipu lebih baik urus sendiri surat-surat pentingi.

Aryo Widiyanto AMd

Jl Sriagung 234 Cepiring, Kendal


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA