| Selasa, 20 Nopember 2007 | NASIONAL |
Batal Makan Kepiting
SEMARANG- Acara Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri untuk makan malam di Simpanglima, semalam batal. Ketua DPD I PDI-P Jateng Murdoko mengatakan, pembatalan itu semata-mata berkaitan dengan padatnya kegiatan ''Safari Pantura'' mantan Presiden RI itu selama di Jateng. Sepanjang hari, kata dia, Mega melakukan perjalanan sejak dari Brebes, Tegal, Pemalang, hingga Batang. ''Acara di Simpanglima bukan acara utama. Rencananya, memang makan malam dengan menu kepiting secara lesehan di kawasan pusat kota Semarang ini. Tapi, berhubung tiba di Semarang sudah larut malam, kegiatan yang telah dijadwalkan panitia dibatalkan,'' kata Murdoko, semalam. Dalam kunjungannya kemarin, Megawati didampingi Guruh Soekarnoputra, Ketua Fraksi PDI-P DPR Tjahyo Kumolo, Ketua DPD PDI-P Jateng, Murdoko, dan fungsionaris DPP dan DPD. Hari ini rencananya, Megawati akan ke Blora dan Rembang , untuk kemudian berlanjut ke Jawa Timur. Dewi Kunthi Hujan yang turun sejak siang hari tak menyurutkan sekitar 2.000-an kaum tani yang tergabung dalam Forum Perjuangan Petani Batang (FPPB) menunggu kedatangan Megawati di Sekretariat Desa Cepoko, Bandar sekitar 40 Km dari Batang, Senin (19/11). Mereka berasal dari berbagai pelosok desa yang tergabung dalam Organisasi Tani Lokal (OTL) di bawah bendera FPPB. Kehadiran Mega dalam rangka silaturahmi dengan kaum tani khususnya Suara Ibu Tani (Sita). Pukul 18.00 rombongan yang menggunakan dua bus itu datang. Mega didampingi adik kandungnya Guruh Soekarnoputra dan jajaran DPP di antaranya Ketua Tjahjo Kumolo. Begitu turun Mega didampingi Ketua DPC H Bambang Bintoro disambut, Handoko Wibowo SH dari Divisi Hukum FPPB. Selanjutnya, menuju tempat acara. ''Kami berharap kedatangan Bu Mega ikut membantu perjuangan kaum tani yaitu dilaksanakannya Pembaruan Agraria Sejati di Indonesia sesuai amanat UUPA 1960,'' ujar Ketua Umum FPPB Sugandi. Mega disuguhi film perjuangan kaum tani Batang dan dihadiahi wayang kulit Dewi Kunthi. ''Wayang ini kami persembahkan, kepada Bu Mega sebabagi simbol sosok wanita pekerja keras yang berjuang untuk kaum lemah,''ujar Ketua Sita Sofi. Seusai bersilaturahmi dengann kaum tani, Mega bersama rombongan langsung melanjutkan ke Semarang.(H7,ar-77) | ||||