| Selasa, 20 Nopember 2007 | MURIA |
WORO WOROMayat Korban PembunuhanCEPU- Warga di sekitar Lokalisasi Nglebok, Kecamatan Cepu, Blora digegerkan penemuan mayat, Senin (19/11). Diduga mayat yang diidentifikasi bernama Anton Cahyono (26) warga RT 14/RW 2 Dukuh Rowage, Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Bojonegoro (Jatim) itu merupakan korban pembunuhan. Saat kali pertama ditemukan, posisi mayat tertelungkup di pematang sawah dengan luka berdarah bekas pukulan benda keras di bagian belakang kepala. Diduga korban tewas dengan sekali pukul dari belakang. Sebab, tidak ada luka lain di sekujur tubuh pria yang mengenakan kaos putih dan celana hitam tersebut. Bekas perlawanan seperti rumput yang terinjak-injak juga tidak tampak. Polisi hingga kemarin masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif pembunuhan. Informasi penemuan mayat itu segera dilaporkan ke Polisi. Namun sang pelapor tidak menyebutkan indentitasnya saat menelepon Polsek Cepu. Polisi yang sampai ke lokasi kejadian segera melakukan identifikasi. Dari saku celana korban, polisi mendapati dompet berisi identitas korban bernama Anton. Uang berjumlah Rp 110 ribu juga ditemukan di dalam dompet. Polisi kemudian menghubungi pihak keluarga korban. Suwandi ayah korban tidak menduga anaknya meninggal dengan cara tidak wajar. Dia meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut dan menghukum pelaku yang diduga membunuh anaknya. "Pelaku harus dihukum setimpal," ujarnya. Kapolres Blora AKBP Lotharia Latif menyatakan pihaknya berkoordinasi dengan Polres Bojonegoro untuk mengungkap kasus tersebut. (H18,ud-36) Petani Kesulitan Pupuk PATI- Awal musim tanam ini, petani di sejumlah daerah kesulitan mendapatkan pupuk urea. Padahal saat musim hujan sebagian besar petani mulai tanam. Kesulitan mendapatkan pupuk dialami di sejumlah desa. Di antaranya, Desa Karangrowo, dan Ngastorejo, Kecamatan Jakenan, serta Desa Trikoyo, Kecamatan Jaken.Ketua Kelompok Tani Putat Jaya, Desa Karangrowo, Sugiono mengungkapkan, sejak sepekan lalu pihaknya telah memesan pupuk lima ton, tapi baru dikirim separo. Dengan demikian banyak petani yang tidak mendapatkan pupuk. Bahkan, sebagian dari mereka terpaksa mencari sampai ke luar kecamatan agar tetap bisa memulai tanamnya. Hal yang sama juga terjadi di Desa Ngastorejo. Sulis, Ketua Kelompok Tani Usaha Makmur menerangkan, sampai saat ini pihaknya baru menerima pupuk urea dua ton. Sedangkan jumlah yang diusulkan untuk awal masa tanam ini adalah lima ton. Kasubdin Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Drs Budijono MM, mengaku, belum mendapat laporan tentang kelangkaan pupuk di dua kecamatan tersebut. (H49-76) Kedatangan Megawati Tanpa Atribut Partai REMBANG - Hari ini, Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri akan mengunjungi makam RA Kartini di Desa Mantingan, Kecamatan Bulu, dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kragan, Kecamatan Kragan. Dia direncanakan hadir di Rembang pukul 14.00. Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P, Ridwan, mengutarakan, dalam kunjungan ini mantan presiden RI itu mengagendakan bertemu dengan nelayan. Dia mengatakan, DPC telah berkoordinasi dengan aparat keamanan terkait kedatangan tokoh nasional itu. Juga telah disiapkan satuan tugas (satgas) untuk menyambut kedatangan Megawati. "Namun berbeda dengan kunjungan sebelumnya, kami tidak memasang bendera, umbul-umbul atau spanduk PDI-P. Bahkan kader juga tidak perlu memakai atribut. Karena sesuai dengan instruksi dari DPP, kunjungan ini hanyalah silaturahmi," katanya. Sebelum ke Rembang, Megawati datang ke Blora. Kunjungan dalam rangka "Safari Politik Megawati Menyapa Rakyat" itu dipusatkan di kawasan wisata Goa Terawang, Kecamatan Todanan.(H19,H18-76) Patung Disimpan Sekitar Museum REMBANG - Patung RA Kartini dan replika kereta tidak jadi menghilang. Wakil Bupati (Wabup) H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Tutut) mengatakan, pihaknya kemarin telah menanyakan kepada pegawai Pemkab yang berkompeten dengan masalah itu. "Patung itu disimpan sementara waktu. Tempatnya masih disekitar museum saja. Tapi saya sudah perintahkan agar patung dan replika kereta itu secepatnya dipasang kembali di tempatnya semula. Karena kalau tidak dipasang lagi, melanggar etika dan estetika," jelas Wabup seraya tidak membantah alasan disimpan karena adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan penganggaran kembali patung itu di APBD Perubahan 2007. Secara terpisah, Wakil Ketua DPRD H A Chafidz mengatakan, penganggaran kembali perawatan rumah dinas (rumdin) bupati Rp 582.072.000 yang di dalamnya terdapat anggaran pembuatan patung itu setelah ada konsultasi dengan BPK.(H19-36) |