| Selasa, 20 Nopember 2007 | INTERNASIONAL |
LINTAS JAGATRayakan 60 Tahun PerkawinanLONDON - Ratu Elizabeth (81) dan Pangeran Philip (86) merayakan ulang tahun perkawinan mereka yang ke-60 hari ini. Keduanya menjadi pasangan pertama di lingkungan kerajaan Inggris yang mempertahankan perkawinan sampai enam dekade. Perayaan perkawinan itu dilangsungkan di tengah makin kuatnya tekanan kaum republikan yang ingin mengubah Inggris menjadi negara republik. Popularitas kerajaan merosot sejak 1997, setelah kematian Putri Diana dalam kecelakaan di Prancis. Saat itu, banyak warga Inggris gusar dengan keluarga kerajaan. Sebab, pihak kerajaan dianggap tidak menunjukkan rasa belasungkawanya kepada masyarakat atas kematian mantan istri Pangeran Charles tersebut. (rtr-ben-25) Perbedaan Tajam di OPEC RIYADH - Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) OPEC (organisasi negara-negara pengekspor minyak) di Riyadh berakhir dengan perbedaan tajam di antara mereka mengenai dolar yang melemah akhir-akhir ini. Namun mereka sepakat untuk tetap menyediakan pasokan yang memadai bagi negara-negara Barat. Kemerosotan nilai dolar Amerika Serikat di pasar dunia telah mendorong kenaikan harga minyak sampai menembus rekor 98,62 dolar per barel pada 7 November. Negara-negara Barat pun mendesak OPEC untuk menggelontorkan pasokan minyak guna meredam lonjakan harga. Pernyataan final KTT OPEC tidak menyinggung soal dolar. Hal itu mencerminkan kemenangan kubu moderat yang merupakan sekutu Amerika, seperti Arab Saudi. Namun dua musuh bebuyutan Washington, yakni Iran dan Venezuela, menegaskan bahwa mereka akan menekan OPEC untuk bertindak lebih jauh. Termasuk misalnya, menetapkan harga minyak dalam beberapa jenis mata uang, bukan dolar semata.(rtr-ben-25) Suu Kyi-Junta Makin Intensif YANGON - Sejumlah diplomat mengatakan, pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi kemarin dipindahkan dari vila, tempat dia menjalani tahanan rumah di Yangon selama empat tahun terakhir, ke sebuah wisma negara. Tidak ada penjelasan resmi mengenai maksud pemindahan itu. Namun Suu Kyi diduga akan dipertemukan dengan Aung Kyi, wakil junta militer. ''Kedua pihak tampaknya akan mengadakan pertemuan setiap pekan,'' kata seorang diplomat Barat yang meminta namanya dirahasiakan. Jika benar demikian, itu akan menjadi pertemuan mereka yang ketiga sejak Aung Kyi ditunjuk untuk menjadi penghubung antara Suu Kyi dan junta. Penunjukan Aung Kyi tersebut dilakukan setelah tindakan brutal militer dalam membubarkan gelombang protes September lalu.(rtr-ben-25) |