logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 17 Nopember 2007 SALA
Line

Pembangunan Ipal Terancam Molor

  • Warga Mulai Terganggu

SEMANGGI - Proyek pembangunan Ipal (Instalasi Pengolahan Limbah) di Semanggi, yakni di lingkungan RW 10 dan RW 18, terancam molor dari jadwal dan mengganggu warga. Pasalnya, lubang galian yang dipersiapkan untuk pipa selalu ambrol. Padahal, galian tersebut berada di tengah-tengah jalan kampung yang mengakibatkan tidak bisa dilalui, karena ditutup. Menurut Hendro Sutopo Ketua RW 18, Semanggi, Pasarkliwon, proyek pembangunan ipal di Semanggi sudah berjalan sejak September lalu.

Namun, hingga saat ini belum ada tanda-tanda proyek akan segera selesai. Apalagi, penggalian lubang tempat pipa itu sebelum menggunakan alat berat, pengerukan hanya dilakukan dengan cara manual. Padahal, sejak pengerjaan proyek tersebut, jalan yang digali ditutup karena tidak bisa dilalui.

Yang menjadi masalah, penutupan jalan itu saat ini sudah mulai dirasakan mengganggu. Karena, warga tidak bisa menggunakan jalan tersebut untuk melakukan kegiatan, terutama akses ekonomi.

Haidar, selaku pelaksana proyek dari CV Robinson menyatakan, kondisi tanah hitam yang ada cukup menyulitkan pengerjaan. Karena, tanah hitam pada saat kemarau keras, tetapi pada saat musim hujan seperti sekarang menjadi sangat lembek.

Namun pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan proyek sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Dia mengaku akibat cuaca yang tidak stabil, proyek sempat terhenti dua minggu.

Dijelaskan Haidar, proyek pembuatan ipal di Semanggi tersebut dananya berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 840 juta. "Saya berharap masyarakat bisa memahami kondisi di lapangan, kami akan berusaha menyelesaikan sesuai jadwal," ujarnya. (H46-50)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA