| Sabtu, 17 Nopember 2007 | PANTURA |
Sibuk Atur Rumah TanggaBanyak Ibu-ibu Enggan Ikuti UN Kejar Paket ATEGAL - Peserta Ujan Nasional Kejar Paket (UNKP) A (setara SD) Kota Tegal periode II, yang selesai pada Kamis (15/11) lalu, kebayakan ibu-ibu yang sudah cukup umur. Ternyata dalam pelaksanaan UNKP A, dari 29 peserta terdaftar, yang hadir hanya sembilan orang, atau yang tidak hadir mencapai 69 persen. Ini diprediksi, ibu-ibu enggan datang karena sudah merasa pua bisa baca-tulis, tanpa harus memiliki ijazah. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Suranto SPd melalui Kabid Pendidikan Luar Sekolah Pemuda Olahraga dan Seni Budaya, Drs Johardi kemarin, di Kecamatan Margadana tercatat ada 10 peserta yang hadir hanya dua orang. Di Kecamatan Tegal Selatan tercatat ada enam, hadir satu. Tegal Barat tercatat sembilan, hadir tiga, dan di Tegal Timur tercatat ada empat peserta, yang datang tiga orang. ''Sesuai persentasi, peserta terbanyak yang tidak datang adalah UNKP A (69 persen),'' ujar Johardi. Kedua adalah UNKP B (setara SMP) sebayak 51 persen, karena dari peserta terdaftar 265, yang datang 128. Sedangkan ketidakhadiran peserta UNKP C (setara SMA) mencapai 49,5 persen. Ini karena dari peserta terdaftar 422, yang tidak datang 209 siswa. Pengumuman Johardi belum bisa memastikan, kapan pengumuman kelulusan akan dilaksanakan. Sebab pihak yang berwenang mengumumkan adalah Depdiknas. Namun berdasarkan laporan dari peserta, soal mata pelajaran yang diujikan tidak sesulit UNKP periode I. Menurut Kasi PLS Abdul Rokhim BA, banyaknya peserta yang tidak hadir itu mempengaruhi besar kecilnya anggaran pengelenggaraan UNKP periode II, yang hingga kini belum dicairkan dari Dinas P dan K Jateng. Sebab, anggaran disesuaikan dengan banyak sedikitnya peserta yang mengikuti UN. ''Karena banyak peserta yang tidak hadir, otomatis akan mengurangi biaya untuk pembuatan ijazah,'' ujarnya. Meski banyak peserta yang tidak hadir, Johardi bersyukur karena UNKP berjalan lancar. (aj-15) |