| Sabtu, 17 Nopember 2007 | NASIONAL |
Amborowati Diiming-imingi Uang
SOLO- Ada hal menarik ketika salah satu saksi kunci yang diperiksa di Poltabes Surakarta, semalam, berani mengungkap hilangnya lima patung di Museum Radya Pustaka Solo. Seorang saksi yang sedikit membuka tabir hilangnya lima patung para dewa di museum itu tidak lain adalah mantan pegawai museum yang telah dipecat 24 Mei 2006, yaitu Amborowati (26). Saksi yang tinggal di Perum Klodran Indah, Karanganyar tersebut mengutarakan, hilangnya peninggalan benda-benda bersejarah sudah disampaikan ke penyidik. Termasuk hilangnya lima arca yang diperkirakan sekitar tahun 2006. Adapun lima arca yang hilang, lalu diganti palsu yaitu Patung Agastya (Siwa Mahaguru), Patung Durga Mahesasuramardhini bertangan delapan, Patung Durga Mahesasuramardhini bertangan dua, Patung Mahakala, dan Patung Siwa. Saksi kunci itulah yang kali pertama mengungkap raibnya lima patung para dewa di Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jateng, hingga kasus ini dilaporkan secara resmi di Poltabes Surakarta, Senin (5/11). Meski tidak eksplisit memberikan alasan kenapa dia dipecat sebagai pegawai museum, dia yakin proses pemecatannya karena tidak mematuhi instruksi pimpinan. Sebelum dipecat, dikabarkan Amborowati diiming-imingi uang. Nominalnya ratusan juta hingga miliaran rupiah, apabila Amborowati bisa mengeluarkan benda-benda purbakala yang mempunyai nilai historis tinggi itu. Akan tetapi, tawaran itu ditolak karena kecintaannya merawat dan memelihara semua benda-benda purbakala yang tersimpan di museum. (G11-60) |