| Kamis, 15 Nopember 2007 | SALA |
Model Pengelolaan DipelajariLOJI GANDRUNG- Wali Kota, Joko Widodo mengatakan, Pemkot Surakarta tidak akan langsung mengambil alih pengelolaan Museum Radya Pustaka setelah terkena masalah akibat berbagai koleksi asli hilang dan dipalsukan. Pemkot, kata dia, sedang mempelajari model pengelolaan ke depan museum yang kini dipegang oleh yayasan itu, baru kemudian menentukan sikap. "Apakah akan memberikan pendampingan dalam pengelolaan museum atau malah mengambil alih sekaligus," katanya, Rabu (14/11). Untuk mengetahui permasalahan yang terjadi sebenarnya, lanjut dia, Pemkot akan mengundang berbagai pihak yang mengetahui atau yang terkait dengan museum itu. Seperti pengurus Yayasan Museum Radya Pustaka, Keraton Surakarta, dan BP3 (Balai Penyelamatan Peninggalan Purbakala). "Dari pembicaraan dengan mereka yang akan dilakukan Jumat (17/11), diharapkan nantinya bisa diketahui permasalahan yang terjadi, sehingga bisa dicari solusinya," ujar dia yang merasa malu dengan kasus pencurian yang terjadi di museum pertama di Indonesia itu. Sementara anggota Komisi IV DPRD Surakarta Reni Widyawati menyatakan, Museum Radya Pustaka akan lebih baik bila dikelola Pemkot. Sebab, pendanaan otomatis akan dicukupi dari APBD. Adapun selama ini dana yang dialokasikan hanya bersifat pendukung, yakni berkisar Rp 75 juta. Jumlah tersebut untuk operasional dan pemeliharaan museum. (G13,G8-42) |