| Kamis, 15 Nopember 2007 | PANTURA |
KELILING panturaTebing Longsor Tutup JalanKAJEN - Jalan kabupaten yang menghubungkan antara Kecamatan Talun dan Petungkriyono tertutup sekitar 15 jam, menyusul tebing di Kroyakan, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan longsor, Selasa (13/11) pukul 17.00. Akibat peristiwa tersebut, arus lalu lintas lumpuh. Kendaraan roda dua dan roda empat tidak dapat melalui jalan tersebut. Warga dibantu TNI dan kepolisian pada Rabu (14/11) mulai pukul 08.00 membersihkan longsoran tebing yang menutup jalan, kendaraan roda dua baru bisa melewati jalan tersebut. Itu pun harus dibantu didorong. Terjadi antrean puluhan sepeda motor yang hendak menuju Petungkriyono. Menurut Camat Talun, Agung Nurhandoyo, pada Selasa (13/11) siang hingga sore hari, Talun diguyur hujan lebat. Di wilayahnya, terdapat sejumlah tebing yang rawan longsor, termasuk tebing setinggi 20 meter dan lebar tiga meter di Jalan Kroyakan.(H26) Pembangunan Dermaga Dilanjutkan BATANG-Untuk menampung kapal dari luar daerah, Pemkab Batang menyelesaikan proyek lanjutan pembangunan dermaga. Proyek itu berupa pembuatan sheat peel, tempat untuk menambatkan kapal. Proyek dengan dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp 1.192.000.000 yang dikerjakan PT Adimas Semarang itu melanjutkan pembangunan sheat peel yang sebelumnya sudah dibangun sejak 2003. ''Kami merencanakan pembangunan dermaga untuk parkir kapal ini selesai Desember. Dengan konstruksi beton sepanjang kurang lebih 40 meter,'' ujar Direktur PT Adimas, Ir Djamaludin di sela-sela pemancangan pelat beton, sore kemarin. Kasubdin Kelautan Ir Sumito menambahkan, pembangunan itu merupakan lanjutan pengembangan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI). Ke depan, kawasan itu akan ditambah dengan berbagai fasilitas pendukung seperti kios, SPBU, maupun prasarana lainnya. (ar-52) Kapal Sopek Ndongkrok TEGAL- Ratusan kapal jenis sopek milik nelayan Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat Kota selama satu bulan terakhir ndongkrok di tepi Sungai Kemiri. Pasalnya, para nelayan hingga kini enggan melaut karena cuaca buruk dan biaya perbekalan mahal. Salah seorang nelayan, Nuri (50) mengatakan, saat ini untuk mencari ikan dengan kapal sopek yang biasanya melaut sekitar lima hari, dibutuhkan biaya perbekalan Rp 1,5 juta. Jumlah tersebut tidak sebanding dengan hasil melaut, karena hasil tangkapan ikan yang diperoleh apabila dilelang hanya laku kurang dari Rp 1 juta. ''Karena itu, sebagian besar nelayan memilih tak melaut,'' katanya. Dia mengemukakan, sebagian nelayan yang kini nekat melaut ada yang berusaha memperkecil biaya perbekalan dengan cara mengoplos bahan bakar mesin kapal. Yakni solar dicampur minyak tanah dengan perbandingan sekitar 4 : 1. (H17-17) Pengusaha Ikan Asin Macet PEKALONGAN - Puluhan pengusaha pengolahan ikan di Kota Pekalongan terpaksa gulung tikar alias tidak berproduksi, karena harga ikan di TPI dirasa mahal. Sedangkan harga ikan olahan di pasaran belum bisa mengikuti kenaikan harga ikan saat ini. Ani Niza, pengusaha pengolahan ikan kemarin menjelaskan, harga ikan di TPI Pekalongan saat ini Rp 6.500 - Rp 7.000 per kg. Sedangkan harga ikan asin di pasaran Jakarta atau Cirebon Rp 7.500 per kg. Keadaan ini menyulitkan mereka, sehingga memilih tidak berproduksi daripada rugi. Menurut Anis, panggilan Ani Niza itu, mahalnya harga ikan di TPI Pekalongan tersebut disebabkan sedikitnya pembongkaran ikan di Pelabuhan Pekalongan. Karena, kapal ikan yang empat tahun lalu masih berjumlah 700 kapal, kini hanya 100 kapal. Akibatnya, kapal yang masuk ke Pelabuhan Pekalongan menjadi sedikit dan menyebabkan harga lelang ikan cukup tinggi dibanding dengan TPI lainnya, seperti di Juana Pati dan Tegal. (A15-52) |