| Kamis, 15 Nopember 2007 | WACANA |
Surat PembacaMobil Mogok di CemorosewuPada 21 Oktober 2007 saya sekeluarga pulang liburan dari Sarangan lewat Cemorosewu Tawangmangu terus ke arah Solo - Semarang. Sampai ditanjakan 500m sebelum Cemorosewu banyak pos orang yang menunggu mobil mogok. Mobil saya Panther '95 karena jalan pelan-pelan, akhirnya saat naik tersendat-sendat. Mendadak orang-orang yang berada di pos keluar membantu mendorong dengan tujuan agar mobil bisa naik. Di situlah awal mula bencana. Ternyata mereka adalah orang yang sengaja mengganggu, bukan menolong tetapi malah ikut menaiki mobil dibarengi dengan teriakan agar memasukkan gigi verneling dengan tujuan merusak kopling/gigi. Mereka juga sudah siap dengan batu untuk ganjal mobil. Akibatnya sudah bisa ditebak, matahari kopling & kampas kopling jebol sehingga mogok. Kemudian orang-orang itu minta bayaran dengan memaksa dan saya harus mencari truk untuk menderek mobil serta mencari bengkel terdekat untuk perbaikan. Usut punya usut ternyata orang yang di pos tersebut telah bekerja sama dengan bengkel di Tawangmangu dan Sarangan. Juga kerja sama dengan perusahaan truk yang mendapat rezeki nomplok setelah menarik mobil yang mogok menuju bengkel. Ada bermacam cara agar mobil jadi mogok (saat bersamaan ada 4-5 mobil). Salah satu caranya dengan memperlambat laju mobil yang sedang menanjak sehingga mudah dikerjain. Di sisi lain mobil yang turun dari Cemorosewu dihalang-halangi agar jalan bertambah sempit. Banyak orang mengetahui pekerjaan orang-orang di pos tersebut, ditambah dengan bengkel yang siap stok ondedil matahari dan kanvas kopling. Namun demikian tidak ada tindakan dari aparat, padahal orang-orang itu sudah melakukan perbuatannya cukup lama. Mohon pengguna jalan yang lewat Sarangan ke arah Tawangmangu berhati-hati. Jangan terpengaruh oleh orang yang punya niat menolong tapi ternyata berhati busuk. Jumlah mereka puluhan orang. Mohon juga Kepolisian Jatim dan Jateng segera menindaklanjuti hal ini karena merusak citra. Saya juga sudah melaporkan ke Polsek Tawangmangu lewat ponsel dengan harapan agar orang-orang di pos dapat ditindak sehingga tidak mengganggu pengguna jalan Budi Santoso Darmaji Jl Kerajinan 16B Jakarta Barat Bursa Filateli Berbagai etiket cemilan dan segel cukai rokok bekas, dapat ditukarkan beraneka macam prangko luar negeri atau dengan uang kertas Birma bergambar U Aung San, bapaknya madam Aung San Su Kyi. Terutama yang diminati adalah cukai rokok atau cukai tembakau, bungkusan yang berbentuk segi empat, atau besar panjang. Tukar menukar ini merupakan salah satu sisi dari kegiatan bursa filateli yang diadakan di kantor pos Besar Johar, Semarang. Jadwalnya setiap hari Minggu ketiga dari pukul 09.00 - 13.00 atau untuk pertemuan bulanan jatuh pada tanggal 18 November 2007, 16 Desember 2007, 20 Januari 2008 dan seterusnya. Sebenarnya primadona bursa tetaplah aneka macam surat-menyurat bertahun 1942 - 1950. Tapi karena jarang didapat maka tukar menukar dan bursa makin beralih ke benda-benda koleksi lain seperti foto pemandangan, kartu telepon. Juga benda kuno seperti uang, meterai, buku, piringan hitam, gambar umbul dan lainnya. Bagi peminat luar kota yang tak dapat hadir di Semarang, disarankan mencoba mengadakan bursa di kotanya sendiri. Mungkin peminat dari Semarang juga akan ikut datang. Berbagai saran maupun tukar-menukar langsung dapat diinformasikan lewat saya. Afnantio Gedongmulyo RT3/RW1, Lasem *** Soal Kartu Kredit Niaga Menanggapi Surat Pembaca 10 Oktober 2007, saya selaku manajemen CV Niaga Makmur agency kartu kredit Bank Niaga menyampaikan beberapa hal sbb: Bahwa antara Bank Niaga dengan Eko Raharjo tidak terdapat ikatan kerja apa pun. Dalam hal ini CV Niaga Makmur sebagai salah satu agency menawarkan kartu kredit Bank Niaga. Sehingga tidak ada kewajiban bagi bank untuk bertanggung jawab atas keluhan Sdr. Juga Sdr tidak pernah tercatat sebagai direct sales representatives (DSR) di CV Niaga Makmur dan tidak ada kewajiban perusahaan terhadapnya. Bahwa selama perusahaan ini berkerja sama dengan bank tersebut tidak pernah ada wanprestasi. Selama ini masalah pembayaran juga selalu tepat waktu sehingga informasi yang disampaikan oleh Sdr adalah tidak benar. Karenanya apa yang disampaikan Sdr Eko tidak benar dan mencemarkan nama baik Bank Nlaga. Mohon maaf kepada Bank Niaga Card Centre yang dicemarkan nama baiknya. Yudi Mardiyanto Jl Gajah Raya 41, Semarang *** Isi Ulang "3" Bermasalah Saya pengguna kartu telepon selular "3" (Three) nomor 08995809920 yang kebetulan kartu tersebut pemberian teman. Tanggal 3 November 2007 pukul 19:00 WIB saya isi ulang pulsa (paket sms) sebesar Rp 10.000. Sebelum diisi, pulsa utama sebesar Rp 54. Bonus ke sesama 3 sebesar Rp 71.799 dan bonus umum sebesar Rp O Kemudian setelah mengisi ulang saya mendapatkan notifikasi sms yang intinya saya berhasil melakukan pengisian pulsa sms sebesar Rp. 10.000. Setelah saya cek, pulsa utama bertambah dari Rp.54 menjadi Rp 10.054. Sementara bonus umum dan bonus ke sesama "3" masih tetap. Kemudian saya kaget ketika akan mengirim sms ke nomor orang lain selalu muncul di monitor ponsel Message not sent, try again later. Setelah saya cek ternyata pulsa utama saya hanya tinggal Rp 54. Padahal sms tadi adalah transaksi pertama yang saya lakukan. Karena kejadian ini saya kapok menggunakan kartu "3". Mohon tanggapan pihak manajemen. Luqman Hakim (081325387378) Penggaron Lor RT 5/RW 3, Semarang *** Pohon Peneduh Salut kepada wartawan Suara Merdeka yang terus meliput dan memberitakan "Oki korban robohnya pohon peneduh di Jl S Parman Semarang. Pemberitaan selama 4 hari berturut- turut menurut saya karena wartawannya memiliki atensi dan empati tinggi terhadap orang lain yang tertimpa musibah yang terpaksa harus dirawat di rumah sakit. Harapan saya, berita yang juga mendapat perhatian serius dari Kapolresta Semarang Selatan tersebut berdampak positif. Di antaranya memotivasi tumbuhnya atensi dan empati institusi pemerintah yang menangani pohon peneduh di pinggir jalan. Juga lebih meningkatkan intensitas pengelolaan pohon peneduh agar jangan sampai terulang lagi. Mengingatkan masyarakat agar lebih hati - hati berada dalam kota bila sedang dan setelah turun hujan . Sekali lagi saya salut dan berterima kasih kepada harian ini yang telah memberikan teladan baik kepada masyarakat. Semoga Oki cepat sembuh dan orang tuanya diberi kekuatan, kesabaran dan penghiburan. Hari Kartiyono Jl Batur I/3, Semarang. *** Ditabrak G 3309 AD Pada 30 Oktober 2007 sore saya bersama teman meluncur dari arah Jl Randusari menuju ke arah Tugumuda Semarang. Sesampinya di depan Museum Mandala Bhakti Tugumuda, mobil saya ditabrak dari belakang oleh motor G 3309 AD atau G 3309 AO (kurang jelas abjad di belakangnya) yang dinaiki 2 pemuda. Saat itu saya langsung menghampirinya dan teman saya minta agar mereka tidak lari. Namun toh akhirnya mereka melarikan diri ke arah Jl Nakula dan menghilang. Mereka mungkin tidak sepenuhnya bersalah karena sebelum kejadian ada 3 oknum aparat berseragam biru dan 2 anggota Brimob dengan mendadak menghentikan mobil saya. Akibatnya saya harus menghentikan laju mobil secara mendadak pula. Atas kejadian itu saya menderita kerugian. Seharusnya sebelum menyeberang oknum aparat tersebut melihat situasi jalan lebih dulu, jangan semaunya menghentikan kendaraan yang lewat, lalu bersikap masa bodoh. Setiap warga Negara Indonesia punya hak dan kewajiban sama atas pemakaian jalan raya. Pengendara motor tersebut juga tidak bertanggung jawab. Seharusnya berhenti dan sesuatunya bisa dibicarakan dengan baik, berani dan bertanggung jawab. Ivan Andinara Jl Melati Utara 17 Brumbungan, Semarang *** Kecewa, SMS Shop Plaza Tanggal 5 Oktober 2007 saya beli ponsel Nokia 1100 second di SMS Shop Plasa Simpanglima Semarang seharga Rp 300 ribu dengan garansi toko 1 bulan (nota terlampir). Sampai di rumah saat mengisi batere, terasa panas padahal baru 30 menit hingga saya hentikan. Beberapa saat saya isi kembali, tapi indikator pengisian batere tidak berjalan. Kemudian coba lagi, akhirnya bisa mengisi. Tetapi setelah akan menghentikan pengisian, ternyata batere menggembung. Esoknya komplain ke SMS Shop dan mendapat ganti batere baru. Setelah 2 minggu kondisi ponsel kembali seperti semula, panas, menggembung dan yang lebih parah batere ngedrop. Tanggal 24 Oktober 2007 komplain lagi karena masih masa garansi. Tetapi kecewa karena harus membeli batere seharga Rp 20 ribu dengan alasan kerusakan bukan pada ponselnya. Terpaksa saya beli batere baru, namun saat di rumah mengalami hal yang sama . Paginya komplain lagi dan pihak toko menerima tetapi hanya servis, bukan garansi spare part. Saya kaget karena biaya servisnya Rp 200 ribu dengan alasan ponsel sudah terkena air sehingga garansi hangus. Padahal saya merasa ponsel tidak pernah terkena air dan akhirnya saya ambil. Tapi setelah meneliti, ternyata baterenya sudah berubah menggembung. Padahal saat ditinggal untuk diservis, batere dalam kondisi normal karena masih baru. Awalnya pihak toko tidak mau tahu, namun setelah terjadi argumentasi akhirnya mereka mengganti batere. Tanggal 29 Oktober 2007 saya tanya ke counter lain untuk mengetahui kerusakan dan biaya servis. Setelah dicek, ada komponen yang korslet dan biaya servisnya Rp 100.000. Saya berpikir, mengapa biaya servisnya terpaut jauh. Saya kecewa, karena sejak hari pertama pembelian sampai sekarang ponsel tidak dapat digunakan normal. bahkan saat akan dijual tidak ada yang mau beli karena sinyal sering blank. Kepada para pembaca, harap lebih selektif memilih counter ponsel. Andra Plamongan Peni B/196, Semarang *** Mana STNK Saya ? Tanggal 23 September 2007 istri saya ke dokter naik motor tua saya RC 100 H 4528 H. Kebetulan di Jl Kedungmundu Semarang ada razia kendaraan bermotor yang dipimpin Bapak Kompol Giyanto. Karena tak dapat menunjukkan SIM C yang berlaku, istri saya ditilang narnun atas kebaikan Ibu Polwan Brigadir Sofi Wuriyana dia diizinkan pulang dengan meninggalkan STNK dan KTP. Karena kesibukan, baru tanggal 25 September 2007 saya ke Ditlants Polda untuk menemui ibu Brigadir Sofi Wuriyana, tapi rnenurut informasi, beliau dinasnya di Samsat Tambakaji. Hari berikut saya ke Samsat Tambakaji namun kebetulan beliaunya tak masuk dan tanggal 5 Oktober 2007 saya ke Polda Jateng lagi di layanan SMS 1717 tapi juga tak ketemu. Karena sudah bolak balik tak ketemu, saya SMS 1717 lagi 8 Oktober 2007 barangkali bisa mendapat informasi. Saya mau mengurus pengambilan STNK motor tua saya guna memperpanjang dan membayar pajaknya yang terlambat. Mohon informasi pasti, di mana saya bisa menemui Bapak/Ibu polisi yang membawa ST'NK H 45285 H dan KTP istri saya. Soeroto (024 70447145) Jl Cempedak Slt 25 RT 2/RW 1, Semarang *** Berdosakah... Berdosakah aku bila tak bersekolah karena aku tak punya biaya. Bersalahkah aku bila tak punya ijazah sarjana dan berdosakah aku jadi gelandangan. Lantas tanggung jawab siapa aku ini. Orang tuaku, mereka juga setali tiga uang sepertiku. Aku lahir di negeri ini, di tanah ini tanpa aku dapat memilih. Aku masih dapat hidup sampai saat ini karena bercocok tanam, tidak mengemis. Tapi lahan secuil pun kini telah digusur untuk proyek yang menguntungkan penguasa. Berdosakah kalau sekarang aku tidak mempercayai siapa pun. Di negeri ini koruptor yang merampok uang rakyat menghambur-hamburkannya bukanlah dianggap sebagai pelaku kriminal. Mereka aman-aman saja dan tidak dikejar-kejar front pembela kebenaran. Aku bukan pelaku kriminal, hanya memiliki keyakinan yang mungkin tidak umum , tapi aku merasa nyaman di sana. Aku dianggap sesat, diborgol seperti maling ayam tapi aku tetap bersyukur karena dibui tidak perlu susah payah. Aku merasa mendapat fasilitas tempat tinggal dan akomodasi dari pemerintah. Memang aku kehilangan kebebasan, tapi apa selama ini merasa bebas?. Kebebasan hanya milik penguasa untuk berbuat apa saja. Bila suatu saat nanti aku bebas, akan segera bergabung dengan organisasi bekas napi. Siapa tahu kelak organisasi ini bisa jadi partai besar, memenangkan pemilu dan bisa berkuasa. Aku akan jadi penguasa dan orang-orang tidak akan mengatakan lagi aku sesat. Sudjarwo Jl Padangsari 20,Semarang *** Latihan Menulis Artikel Untuk menjalin persaudaraan dan meningkatkan kualitas tulisan, Forum Penulis Surat Pembaca (FPSP) bekerja sama dengan Redaksi Suara Merdeka, mengundang para anggota untuk mengikuti pelatihan sehari tentang tehnik penulisan ilmiah dalam kolom artikel, opini atau kolom Wacana. Acara diadakan hari Sabtu 17 November 2007 mulai pukul 09.00 di kantor harian iniJl Pandanaran 30 Semarang. Mengingat tempat terbatas hanya untuk 30 peserta, peminat bisa hubungi Suprayitno di 081325736405/024 70279103. Ida Bagus Nyoman TA SIp (Ketua) *** Soal Peringatan Sumpah Pemuda di Cilacap Tulisan saya di Surat Pembaca berjudul ''Tak Ada Sumpah Pemuda di Cilacap'' 14 November 2007 tidak sesuai aslinya. Judul saya ''Hari Sumpah Pemuda di Cilacap''. Juga pada alinea 4 ditulis: masyarakat yang saat pilkada terpecah belah, padahal saya tulis: masyarakat yang saat pilkada terpecah-pecah. Konotasinya lain. Sesuai KTP, saya penduduk Kelurahan Sidakaya Cilacap Selatan, bukan Sidareja Cilacap. Kepada masyarakat yang membaca tulisan tersebut dan tidak berkenan, saya mohon maaf. Apalagi setelah saya mendapat penjelasan tertulis dari Kabag Humas dan Protokol Setda Cilacap serta Sekretaris dan Wakil Ketua DPD KNPI Cilacap yang datang ke rumah. Saya menyesal karena mungkin perubahan mendadak dari rencana peringatan Sumpah Pemuda yang semula diadakan 29 Oktober, oleh Pemkab diralat dan diajukan menjadi tanggal 28 Oktober 2007. Berita tersebut diterima 27 Oktober pukul 12.00 (penjelasan KNPI). Padahal Cilacap waktu itu turun hujan lebat terus menerus, sehingga perubahan mendadak tersebut mungkin diterima terhambat. Termasuk siaran RSPD yang saya telepon 29 Oktober pukul 09.45. Akibatnya saya menulis seperti yang diterbitkan 12 November 2007. Saya kirim fax tertanggal 29 Oktober 2007. Semua pernyataan dan permohonan maaf saya, direkam DPD-KNPI Cilacap 13 November 2007 pukul 12.30. Drs Sutrasno Jl Bakung 1945 Sidakaya, Cilacap - Inti tulisan Anda jelas, tidak ada peringatan Sumpah Pemuda
di Cilacap. Hal ini akibat Anda terlambat menerima informasi perubahan
jadwal yang dikatakan mendadak dari Pemkab Cilacap. Soal alamat Anda warga
Sidakaya, bukan Sidareja, kami mohon maaf- Red
|