| Kamis, 15 Nopember 2007 | NASIONAL |
Rumah Bos Kaca Dirampok
SEMARANG- Rumah seorang pengusaha kaca, Saputra (60), di Jl DI Panjaitan 96 Semarang digasak tiga perampok berpistol, Rabu (14/11) pukul 11.30. Pelaku yang diperkirakan tiga orang itu membawa kabur perhiasan dan uang tunai dengan total mencapai Rp 500 juta. Tiga orang pembantu yang saat kejadian ada di rumah mewah tersebut, disekap di dalam kamar mandi. Mereka diancam akan dibunuh jika melawan dan berteriak minta tolong. Salah seorang pembantu, Kartini (30), dilarikan ke rumah sakit RS Telogorejo Semarang untuk mendapatkan perawatan. Itu akibat kepalanya dibenturkan ke tembok kamar mandi oleh perampok. Pelaku kabur mengunakan mobil jenis sedan warna silver yang diparkir di depan rumah korban, sebelum warga dan polisi mendatangi lokasi. Menurut Kartini, peristiwa itu bermula saat terdengar suara bel dari pagar pintu depan. Rumini (34), pembantu yang lain, kemudian bergegas melihat siapa yang bertamu. Dia melihat ada tiga orang pria tak dikenal dengan dandanan rapi. Mereka mengaku sebagai kenalan pemilik rumah yang hendak mengirimkan barang pesanan. Ketika dibukakan pintu, tiba-tiba ketiga pelaku langsung merangsek masuk. Seorang di antaranya mengacung-acungkan pistol. Karena ketakutan, Rumini kemudian menuruti permintaan pelaku untuk masuk ke dalam rumah. Seluruh penghuni kemudian dikumpulkan di ruang tengah, sebelum akhirnya digiring ke kamar mandi. Saat kejadian di rumah mewah yang berlokasi di pinggir jalan di kawasan Kampungkali itu, hanya ada tiga orang pembantu, yakni Kartini, Rumini, dan Samini (65). "Mereka badannya tegap-tegap, berkulit putih, berambut pendek, dan menggunakan bahasa Indonesia ketika berbicara," kata Kartini ketika di temui di rumah sakit. Luka Seorang pelaku memaksa Kartini menunjukkan tempat penyimpanan perhiasaan dan uang milik majikan. Karena tidak mau, rambut pembantu itu dijambak. Kepalanya dibenturkan di tembok kamar mandi berulang-ulang. Akibatnya, kepala wanita mengalami luka lebam. Pelaku lantas memaksa ketiganya masuk ke dalam kamar mandi. Mereka dipaksa mengunci dari dalam. Setelah melumpuhkan ketiganya, pelaku segera beraksi. Mereka masuk ke dalam kamar pemilik rumah. Dua cincin berlian dan sebuah gelang serta kalung senilai Rp 300 juta diambil. Uang tunai ratusan juta rupiah juga dibawa kabur. Selanjutnya para pelaku kabur menggunakan mobil jenis sedan warna metalik. Peristiwa perampokan itu baru diketahui warga setelah Kartini dan Rumini keluar rumah dan berteriak minta tolong. Awalnya, mereka tak berani keluar dari kamar mandi. Ketiga baru berani keluar setelah mendengar suara bel dan teriakan petugas pengantar surat. "Begitu mendengar suara Pak Pos, kami langsung keluar." Aksi perampokan tersebut boleh dibilang nekat. Pasalnya, selain lokasi kejadian di pinggir jalan besar, di samping rumah korban terdapat dealer motor yang saat itu ramai dipenuhi pengunjung. Salah seorang saksi, Her (34), penjual minuman ringan yang ada di depan dealer, melihat Kartini dan Rumini keluar dengan wajah ketakutan dan berteriak minta tolong. "Pertama satu pembantu keluar disusul seorang lagi. Itu tak lama berselang setelah pak pos pergi. Tapi tiba-tiba, seorang dari mereka (Kartini) langsung jatuh pingsan di pinggir jalan," kata Heri. Begitu mendapat laporan warga, puluhan petugas gabungan Polda Jateng, Polwiltabes Semarang, dan Polresta Semarang Timur segera mendatangi lokasi. Hingga semalam polisi masih melakukan penyelidikan. (H21,H40,D12-46) | ||||