| Kamis, 15 Nopember 2007 | NASIONAL |
UMK Jateng di Atas Angka InflasiSEMARANG- Penetapan nilai upah minimum kabupaten/kota (UMK) 2008 akan lebih tinggi dibanding dengan laju inflasi. Gubernur Jateng H Ali Mufiz MPA mengatakan, jika pada saat ini laju inflasi di Jateng sekitar 6,7%, sementara UMK di wilayah Jateng 2008 rata-rata 9,5%. Usai menghadiri rapat konsultasi dengan DPRD Jateng terkait penetapan UMK 2008 di Gedung DPRD Jateng, Rabu (14/11), Gubernur mengatakan, nilai UMK rata-rata di wilayah Jateng telah mencapai 90% dari kebutuhan hidup layak (KHL). Bahkan, ada dua daerah yang sudah mencapai 100% KHL, yakni Kota Semarang dan Kota Surakarta. Diakui, ada enam daerah yang harus mendapatkan perhatian lebih karena pencapaian KHL baru dalam kisaran 70%-80%, yakni Kabupaten Tegal, Brebes, Blora, Kendal, Kudus, dan Cilacap. Hal itu juga dikuatkan oleh Wakil Ketua DPRD Jateng Abdul Kadir Karding yang hadir dalam rapat tersebut. Dari 35 kabupaten/kota di Jateng, Kadir mengkategorikan tiga hal terkait pencapaian KHL, yakni 70-80%, ada pula daerah yang telah mencapai 80-90%, dan daerah yang telah mencapai 100% KHL. ''Jika UMK suatu daerah masih masuk kategori 70%, sementara di daerah lain sudah mencapai 100% KHL, yang mesti dilakukan adalah menjaga keseimbangan antardaerah, sehingga perbedaan nilai UMK pada satu kabupaten dengan kabupaten/kota tetangga tidak selisih jauh.'' (H7-46) |