| Kamis, 15 Nopember 2007 | NASIONAL |
Askeskin Tak Hanya untuk Rakyat MiskinJAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengklarifikasi program Asuransi Kesehatan untuk Rakyat Miskin (Askeskin) yang oleh segolongan orang dinilai menyimpang. Menurut Presiden, program Askeskin tidak hanya khusus bagi rakyat miskin. ''Dalam program ini yang kita bantu bukan hanya rakyat miskin, tapi juga mereka yang dikategorikan sebagai golongan setengah miskin dan yang tidak mampu,'' kata SBY pada puncak acara peringatan Hari Kesehatan Nasional di Senayan, kemarin. Menurutnya, jumlah orang miskin di Indonesia sekitar 37,1 juta jiwa. Askeskin dianggarkan untuk melayani 76,4 juta jiwa, karena program tersebut juga melayani bagi warga yang setengah miskin dan warga tidak mampu yang jumlahnya mencapai 39,3 juta jiwa. ''Ini yang perlu saya luruskan untuk mereka yang salah mengomentari. Jadi bukan kemiskinan yang bertambah, tapi kita juga meng-cover yang setengah miskin dan tidak mampu,'' jelasnya. Dikatakan, program Askeskin yang merupakan realisasi program pengobatan gratis bagi rakyat miskin adalah jembatan untuk menuju pelayanan kesehatan murah dan luas bagi masyarakat. Dengan adanya program Askeskin masyarakat mulai benar-benar memanfaatkan Puskesmas. ''Tercatat ada 110 juta kunjungan ke Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.'' Terus Meningkatkan Presiden meminta semua pihak mencamkan bahwa bila masyarakat sakit, maka negara akan sakit, begitu pula sebaliknya. Oleh karenanya pemerintah terus meningkatkan upaya membuat masyarakat sehat walaupun dengan ketersediaan dana yang terbatas. Presiden menyerahkan penghargaan kepada mereka yang telah memberikan dharma baktinya di bidang peningkatan kesehatan masyarakat. Sejumlah tokoh menerima penghargaan tersebut antara lain Mendagri H Mardiyanto, Gubernur Bali Made Berata, Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi dan Pengusaha Hartati Murdaya. Keempat tokoh tersebut menerima Ksatria Bhakti Husada Aditya. Sejumlah tokoh asal Jateng juga memperoleh penghargaan di bidang kesehatan. Mereka adalah Bupati Karanganyar Hj Rina Iriani, KH M Sahal Mahfudz, dan KH M Najib Amin. Sejumlah tokoh dan kiai juga memperoleh penghargaan seperti Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad, KH Sholahudin Wahid (Jombang), KH Abdullah Faqih (Tuban), KH Idris Marzuki (Kediri) dan sebagainya. (F4-49) |