| Kamis, 15 Nopember 2007 | NASIONAL |
Terpukul, Keluarga Tetap MendukungRonny : Harusnya Roy Masuk RehabilitasiKETERLIBATAN Roy Marten dalam kasus yang sama, membuat keluarga besarnya di RT 4 RW 2 Gilingrejo Kelurahan Gendongan Kecamatan Tingkir Kota Salatiga, kaget dan terpukul. Seakan tidak belajar dari pengalaman, Roy justru mengulangi perbuatan yang sama. ''Kami keluarga di Salatiga kaget dan prihatin, kejadian yang dulu ternyata tidak membuat kakak saya jera. Ada apakah ini?'' kata Ronny Sarsono (48), adik Roy Marten ketika ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (14/11). Yang menjadi keprihatinan Ronny adalah tertangkapnya Roy di Surabaya, justru saat kakaknya sedang menggelar kegiatan terkait anti narkoba bersama rekan-rekannya. ''Saya tahu saat nonton di televisi kemarin. Mas Roy tertangkap Selasa dinihari,'' ujarnya. Namun hingga kemarin, Ronny masih belum tahu bagaimana kejadian yang sebenarnya, termasuk kondisi kakaknya. Untuk mengetahui kondisi sebenarnya, Ronny semalam bertolak ke Surabaya menemui Roy. Sebelumnya, adik bungsu mereka Kris Salam yang juga berprofesi sebagai pengacara, telah berangkat ke Surabaya. Masuk Rehabilitasi Rony baru sadar, seharusnya kakaknya waktu penangkapan dan dijatuhi hukuman tahun lalu tidak langsung ditahan di penjara. Melainkan harus masuk rehabilitasi penanggulangan narkoba. ''Kakak saya ini adalah pemakai yang merupakan korban dan dia bukan pengedar. Seharusnya tidak dipenjara, tetapi masuk panti rehabilitasi,'' paparnya. Dia beranggapan, kalau pengedar atau bandar dipenjara mungkin bisa kapok. Tetapi kalau pemakai apakah bisa sembuh dengan cara dipenjara? Terakhir Roy Marten datang ke Salatiga setelah Lebaran lalu dan hanya berkumpul di rumah sekitar 2 jam. Waktu itu dia hanya memanfaatkan bertemu keluarga dan lebih banyak ziarah ke makam kedua orang tuanya tidak jauh dari rumah mereka. Meski sedih dan kecewa terhadap ulah kakaknya itu, tetapi Ronny tetap membela. ''Bagaimana pun dia adalah kakak saya yang akan tetapi di-support keluarga. Soal keterlibatan dengan masalah itu, merupakan tanggungjawab pribadi, karena Mas Roy adalah orang dewasa yang bijaksana. Kami juga berterima kasih atas simpati dari masyarakat atas kejadian ini.'' (Surya Yuli P-77) |