| Kamis, 15 Nopember 2007 | NASIONAL |
JELANG PILGUB 2008Anggaran Berkurang Rp 38,202 M
SEMARANG- Alokasi anggaran untuk penyelenggaraan Pilgub Jateng 2008 semula direncanakan mencapai Rp 597,380 miliar untuk dua putaran, diusulkan dikurangi sebanyak Rp 38,202 miliar. Penurunan anggaran belanja hibah KPU Rp 38,202 miliar itu guna menyesuaikan Keputusan Mendagri Nomor 44/2007 tentang standardisasi harga. Besarnya angka penurunan, menurut anggota Komisi A DPRD Jateng Nurcahyo Hidayati, merupakan usulan efisiensi dari pihak KPU Jateng, sehingga Komisi A tinggal mengesahkan. Politikus PKS itu mengungkapkan, alokasi dana Pilgub yang semula mencapai Rp 597, 380 miliar itu, rencananya digunakan untuk biaya Pilgub Rp 490 miliar, pendanaan kinerja Panitia Pengawas Rp 97,381 miliar, dan uang keamanan Rp 10 miliar. ''Dana untuk Panwas Pemilu Rp 97,381 miliar nantinya untuk membiayai honor petugas yang ada di kecamatan sampai provinsi, termasuk perjalanan dinas, pelatihan, dan sosialisasi. Sementara, anggaran untuk keamanan Rp10 miliar pengalokasiannya tersebar di beberapa instansi,'' katanya, kemarin. Anggota Panitia Anggaran (PA) DPRD Jateng Abdul Fikri Faqih mengatakan pengurangan hibah penyelenggaraan Pilgub itu telah disetujui PA. Sebab pengurangan itu merupakan bentuk efisiensi dan penghematan. ''Sekarang tinggal menunggu pengesahan dalam rapat paripurna DPRD, yang akan berlangsung beberapa waktu lagi,'' ujarnya. Kewenangan DPP PDI-P Wakil Ketua DPD I PDI-P Jateng Hendi Hendrar Prihadi menyatakan, sampai saat ini belum ada keputusan mengenai rekomendasi pada salah satu nama yang mendaftar cagub/cawagub di PDI-P. Sebab, yang berwenang memberikan rekomendasi adalah mutlak DPP PDI-P. Pascapenyelesaian pengembalian formulir-yang masuk dalam proses penjaringan-, masih ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan yakni verifikasi dan rakerdasus. ''Disamping itu, rapat DPP untuk memutuskan rekomendasi. Jadi tidak benar, kalau proses penjaringan di PDI-P tidak serius bahkan cenderung dagelan. Sebagai partai pemenang pemilu di Jateng, kami benar-benar serius dalam mencari dan menyiapkan kader terbaik sebagai calon gubernur.'' Calon Gubernur Partai Golkar Bambang Sadono optimistis bakal meraih banyak dukungan warga Nahdlatul Ulama (NU) dalam pilgub, sebab pasangannya Moh Adnan yang juga Ketua PW NU Jateng, mendapat restu dari sejumlah kiai sepuh. ''Saya tidak pernah menunjuk nama. Kiai Sahal Mahfudh mengatakan wakilnya dari NU kemudian muncul nama Pak Adnan. Jadi saya mengikuti kiai-kiai,'' katanya. Jadi, menurut dia, duet Bambang Sadono/Moh Adnan maju Pilgub Jateng 2008 itu merupakan amanah dari para kiai dan pasangan ini juga sudah disetujui DPP Partai Golkar. Sementara itu bakal calon Gubernur Jateng dari PDI-P Chaerul Rasjid mengakui, partai memerlukan ''bensin'' dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Pilgub maupun untuk menjalankan kegiatan. Tapi jangan sampai mematok harga dalam jumlah rupiah tertentu, kepada calon karena hal itu sangat tidak etis. ''Saya tidak pernah beli jabatan, kalau saya dulu mau beli jabatan saya bisa menjabat hingga Wakapolri. Tapi hal itu tidak saya lakukan, bahkan menjadi Kapolda pun bukan karena membeli tapi karena amanah,'' kata Chaerul didampingi tokoh Salatiga Prof Dr Haryoko saat berkenalan dengan kader PDI-P Salatiga di kantor DPC, Senin (12/11) malam. Menurutnya, itu komitmen yang dipegannya sejak menjadi perwira pertama hingga Jenderal. Kalau prinsip tersebut tidak diterima partai tidak menjadi masalah. ''Kalau tidak ada partai yang mau menerima komitmen tersebut saat saya mencalonkan sebagai Gunbernur, ya sudah,'' terangnya. Diakui, ada partai yang telah mematok harga pencaloanan dirinya. Namun, Chaerul percaya PDI-P tidak akan mematok uang kepada calon. Terbukti banyak bakal cagub yang telah mendaftar di PDI-P. ''Saya sadar partai membutuhkan bensin,'' ujarnya disambut tawa para kader PDI-P yang dipimpin oleh Ketua DPC Teddy Sulistyo SE. Chaerul juga menyampaikan konsep ngono yo ngono, ning ojo sakmono (begitu ya begitu, tapi jangan segitu). Konsep itu tidak lain memaknai, bila partai membutuhkan uang dalam cagub tapi jangan sampai mematok harga. Gubernur Jateng H Ali Mufiz MPA meminta seluruh anggota Korpri tetap menjaga netralitas PNS dan menggunakan hak pilihnya secara benar. Juga turut menjaga iklim sejuk dan kondusif di Jawa Tengah. ''Dalam jangka pendek, saya minta Korpri Jateng dapat terus melakukan konsolidasi organisasi, meningkatkan kesejahteraan anggota dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,'' kata dia dalam sambutan Rapat Kerja Provinsi Korpri Jateng yang dibacakan Asisten IV Setda Jateng Drs Hadi Prabowo MM di Gedung DPP Korpri Jateng Jl Veteran nomor 1 A, kemarin. (H7,H37,H2-46) |