logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 14 Nopember 2007 PANTURA
Line

KELILING pantura

Angin Berkekuatan 50 Knot

TEGAL - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Meteorologi Tegal mendeteksi, kekuatan angin puting beliung yang menerjang ratusan rumah di Kabupaten Brebes (SM, 12/11) mencapai 50 knot, atau setara 100 km/ jam.

Hal itu dapat dilihat juga dari dampak kerusakan yang timbul pascabencana.

Kepala BMG Stasiun Meteorologi Tegal, Agus Hadi Utomo, mengatakan, angin puting beliung dengan kekuatan hingga 50 knot itu, selain membuat genting rumah beterbangan dan kerusakan parah pada bangunan, juga menyebabkan pohon terbongkah bersama akarnya. Berdasarkan skala Beaufort, angin yang bertiup itu tergolong badai sedang.

Menurut dia, angin puting beliung itu memang rawan terjadi pada musim pancaroba yang saat ini sedang berlangsung. Karena itu, masyarakat diminta waspada. Caranya, dengan mengenali ciri datangnya angin tersebut.

Di antaranya, diawali dengan munculnya awan tebal menyerupai bunga kol berwarna abu-abu, dan hembusan angin terasa dingin seperti es. (H38-15)

Empat Kecamatan Gelap

PEMALANG- Listrik di empat kecamatan di Pemalang padam, menyusul ambruknya 22 tiang listrik di Desa Banjaranyar, Kecamatan Randudongkal, kemarin sekitar pukul 14.30. Empat kecamatan itu adalah Moga, Pulosari, Belik, dan Watukumpul. Di keempat wilayah itu terdapat sekitar 20.000 pelanggan PLN.

Diperkirakan, listrik padam hingga dua hari sejak kejadian, karena menunggu perbaikan yang kemarin langsung dilakukan.

Manajer UPJ PLN Randudongkal Ir Heri Marwidagdo meminta maaf atas kejadian itu. Menurutnya, perbaikan langsung dikerjakan. Dari 22 tiang yang roboh, 5 di antaranya patah, sehingga perlu diganti.

"Permintaan tiang pengganti sudah kami lakukan. Kini material itu sedang dikirim dari Tegal," katanya saat dihubungi lewat telepon seluler. (sf-65)

1.000 Penambang Ditertibkan

SLAWI- Sekitar 1.000 penambang liar yang melakukan penambangan galian C di daerah aliran sungai (DAS) Gung dan DAS Kumisik, Kabupaten Tegal akan ditertibkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP).

Sebab, ada beberapa titik di Sungai Gung yang kondisinya sudah kritis.

Di antaranya, di Desa Penusupan, Kecamatan Pangkah, Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu, dan Kelurahan Slawi Wetan, Kecamatan Slawi.

Hal itu dikemukakan Kepala DLHKP Ir Suhartono MM, kemarin. Menurutnya, dampak penambangan liar tersebut bisa mengakibatkan erosi, longsor, merusak jembatan dan permukiman penduduk yang berada di sekitar sungai itu.

"Kami sudah memasang papan imbauan supaya mereka tidak melakukan penambangan liar. Di antaranya, tidak menambang di sekitar jembatan. Sebab, mengakibatkan erosi dan merusak fondasi jembatan," ungkapnya. (H3-65)

Ekspor Batik Capai 2,087 M

PEKALONGAN - Potensi ekspor batik di Indonesia cukup bagus. Bahkan nilai ekspornya terus meningkat selama lima tahun terakhir ini. Tahun 2006, ekspor dari produk warisan budaya nenek moyang itu mampu mencapai 2,087 miliar dolar.

Demikian ditegaskan Sekretaris Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN), Departemen Perdagangan, Dede Hidayat di Pekalongan, kemarin.

Tujuan utama ekspor batik itu, kata dia, adalah negara AS yang menyerap 64,59 % dari seluruh ekspor batik ke dunia. Urutan selanjutnya Jerman 5,39%, Inggris 5,20%, Belgia 2,75% dan Perancis 2,27%.

Menurut Dede, perkembangan batik di Indonesia juga meningkat sehingga tahun 2006 sudah mencapai 48.287 unit dengan menyerap tenaga kerja 792.285 orang dan nilai produksinya mencapai Rp 2,9 triliun. Unit batik itu tersebar di 17 provinsi di Indonesia.

Antara lain Jawa Tengah yang pusatnya di Pekalongan. (A15-17)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA