logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 14 Nopember 2007 OLAHRAGA
Line

Kaka Peringatkan Sepak Bola Italia

MILAN - Para pemain besar akan menghindari sepak bola Italia jika kerusuhan antarsuporter klub dan skandal lain terus terjadi. Kaka, playmaker AC Milan, mengemukakan hal itu, kemarin.

Bintang asal Brasil ini dikejutkan oleh holiganisme yang memaksa pertandingan timnya melawan Atalanta di Bergamo, Minggu lalu, dihentikan ketika pertandingan baru berjalan tujuh menit.

"Semua tindak kekerasan ini berisiko Seri A dijauhi para pemain besar," ungkap gelandang serang hebat berusia 25 tahun itu kepada koran Gazzetta dello Sport.

"Para pemain kelas dunia ingin bermain di tim-tim hebat dan di Italia ada beberapa klub yang paling bergengsi di dunia. Namun, mereka juga mencari kesenangan," jelasnya.

Kehilangan Kredibilitasnya

Para pemain besar sudah mulai lari ke Spanyol dan Inggris daripada di Seri A sehubungan dengan skandal pengaturan pertandingan (Calciopoli) dua tahun silam, dan tewasnya seorang polisi dalam kerusuhan di Catania pada Februari lalu.

"Calciopoli pertama, kemudian seorang polisi tewas di Catania. Kini, terjadi tragedi baru pada saat seorang suporter tewas ketika sedang menuju tempat pertandingan," ungkap Kaka.

Menurut dia, Italia kehilangan kredibilitasnya karena daftar kerusuhan menjadi terlalu panjang.

Real Madrid menghabiskan sebagian besar waktunya musim lalu untuk merayu Milan agar menjual asetnya yang paling berharga itu.

Kaka, mengakui kepindahan ke Santiago Bernabeu mungkin menarik minatnya.

Dia tak memastikan apakah insiden terakhir di Italia tersebut akan memaksanya untuk pergi. Akan tetapi, ulah para penonton di Bergamo membuatnya ketakutan.

"Di dalam kamar ganti ada keheningan karena rasa takut. Saya berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi. Segala sesuatunya dilempar ke udara," tandasnya. (rtr,A7-31)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA