| Rabu, 14 Nopember 2007 | NASIONAL |
Muncul Dugaan Roy DijebakJAKARTA - Keluarga Roy Marten mengaku, artis tersebut belum terbebas sama sekali dari narkoba. Ditemui di kediamannya di bilangan Kalimalang, Monik, putri Roy dari istri pertama, mengakui hal itu. ''Setelah keluar dari LP Cipinang, papa masih menjalani terapi. Jadi belum bersih sama sekali, masih memakai, tapi dosisnya dikurangi demi penyembuhan. Jadi kalau polisi menemukan urinenya positif narkoba, ya mungkin saja,'' terang Monik yang tengah hamil tua itu. Hingga kemarin, pihak keluarga belum ada yang berangkat ke Surabaya. ''Mama sudah tahu, sekarang sedang menenangkan diri, tapi memang belum ada yang berangkat ke Surabaya. Sementara ini kami memantau keadaan papa lewat SMS,'' terang Monik menyebut istri Roy sekarang, Anna Maria. Dijebak Di tempat yang sama, Alex Asmasoebrata, menduga sahabatnya itu dijebak. Sebab barang bukti yang ada cukup banyak jumlahnya. ''Saya kok menduga jangan-jangan ia dijebak teman-temannya sendiri. Soalnya setahu saya Bung Roy tidak membawa uang cukup banyak dan mampu membeli sabu-sabu. Jadi tidak mungkin dia beli,'' urai Alex yang baru saja menemui keluarga Roy. Dia mengatakan, Roy berangkat ke Surabaya bersama dirinya. ''Saya yang ajak untuk memberikan penyuluhan narkoba di depan anggota TNI. Hanya saja saya kemudian pulang duluan. Bung Roy minta izin pada saya untuk tinggal lebih lama karena ada teman yang katanya tengah syuting di Surabaya,'' lanjut dia. Alex merupakan bagian dari organisasi BNN yang salah satu kegiatannya adalah memberikan penyuluhan ke berbagai pihak mengenai bahaya narkoba. "Saya khawatir karena orang yang dalam pengobatan seperti Bung Roy ini memang harus selalu didampingi. Saya sama sekali tidak menyangka bakal ada kejadian ini,'' tambahnya. Ayah pembalap Alexandra Asmasoebrata itu lalu menceritakan kronologi penangkapan. Sepengetahuannya, Roy tengah tidur. Barang bukti sabu-sabu tidak berada padanya, melainkan di samping tempat tidurnya. ''Barangkali orang-orang yang ikut tertangkap bersama Bung Roy adalah bandar. Kalau benar, saya khawatir, tujuan mereka memang untuk menyakiti Bung Roy,'' katanya cemas. Tak Peduli Sementara itu, pihak keluarga A Hong mengaku sudah tidak peduli lagi pada bandar narkoba tersebut. Hal itu diungkapkan adik A Hong, Surya (45). "Memang Hartanto adalah kakak saya," kata Surya saat ditemui di rumah sekaligus bengkel mobil di Jalan Kapasari No 66 Surabaya, Selasa (13/11). Dia menambahkan, pihak keluarga sudah tidak mau mengurus anak ketujuh tersebut. Dirinya mengetahui kakaknya ditangkap bersama Roy Marten Selasa siang, namun bukan dari kepolisian, melainkan tayangan salah satu televisi swasta. "Sudahlah, ga usah tanya-tanya dari berapa bersaudara atau orang tuanya siapa. Yang pasti keluarga saya tidak mau tahu lagi," tegasnya dengan tersenyum sembari menghisap rokok. Surya mengaku, akhir-akhir ini kakaknya sering mendatangi rumahnya sebelum tertangkap polisi. Kakaknya selalu mampir, bila mendatangi Surabaya. Keluarga selama ini juga tidak pernah memberi uang sepeser pun kepada A Hong. "Kami sudah tidak tahu lagi tempat tinggalnya dan kerja apa. Pokoknya itu urusannya sendiri. Dulu dia ber-KTP Surabaya, setelah itu saya tidak tahu lagi. Kabarnya bertempat tinggal di Jakarta, tapi saya tidak tahu detailnya," tambahnya. Selama mampir ke Surabaya, kata dia, kakaknya hanya menumpang tidur. Setelah itu pergi lagi entah kemana. Saat ditanya pernahkah kakaknya menceritakan hubungan pertemanan dengan Roy Marten, Surya mengatakan,''Saya tidak tahu, mungkin saja dia pingin jadi artis". (tn,dtc-62) |