| Rabu, 14 Nopember 2007 | NASIONAL |
Bali Safari dan Marine Park DiresmikanGIANYAR- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuka Bali Safari and Marine Park, di Gianyar, Bali kemarin. Bersamaan dengan itu diresmikan pula secara simbolik Museum dan Galeri Satwa Liar Internasional Rahmat, Medan. Dua obyek wisata dan pelestarian fauna bertaraf Internasional tersebut berpotensi mengundang wisatawan mancanegara. Dalam sambutannya Presiden mendukung setiap prakarsa untuk mengembangkan pusat pelestarian satwa dan fauna serta lingkungan hidup Indonesia. ''Saya dukung penuh setiap prakarsa untuk mengembangkan pusat-pusat konservasi serta pelestarian lingkungan hidup serta flora dan fauna Indonesia. Saya dukung karena hal ini sejalan dengan era baru dunia, yaitu ekonomi gelombang ke-4,'' kata Presiden dalam acara yang berlangsung di Lobby Barong, Bali Safari and Marine Park tersebut. Menurutnya, ekonomi gelombang ke-4 adalah ekonomi yang bercirikan penghormatan terhadap lingkungan hidup, sehingga yang akan dikembangkan ekonomi kreatif berbasis kekayaan budaya, warisan sejarah dan budaya bangsa dan pariwisata berbasis potensi lingkungan hidup yang terpelihara. ''Negeri ini punya potensi untuk menunjang ekonomi gelombang ke-4. Marilah kita jemput kesuksesan bangsa ini dengan mengembangkan potensi ini,'' tutur SBY. Berperan Aktif Presiden menjelaskan, Indonesia memprakarsai kerja sama sebelas negara yang memiliki kekayaan barupa hutan tropis. Hal tersebut menunjukkan bahwa Indonesia berkomitmen untuk berperan aktif dalam upaya mengantisipasi pemanasan global, dan perubahan iklim yang mengancam dunia. Menurutnya, bangsa yang beradab adalah yang melestarikan lingkungan hidupnya. Kini saatnya bangsa Indonesia berdiri dengan kepala tegak di dunia internasional, karena telah berbuat untuk penyelamatan dunia. Presiden juga meminta agar jangan mempertentangkan orientasi go global atau go local. ''Kalau menyikapinya dengan cerdas, maka akan meraih kesuksesan di kedua sisi tersebut.'' Dia memberi contoh, bila seorang kepala daerah mempunyai masalah dalam meningkatkan perekonomian rakyat, maka menyelesaikannya dengan menggali terlebih dahulu potensi kekayaan lokal yang ada. Bisa itu potensi alam, lingkungan hidup serta budaya dan kerajinan. Setelah bisa menyelesaikannya dengan kekayaan lokal, maka kepala daerah tersebut dapat mengelola kekayaan lokal untuk dipromosikan ke global. Dengan demikian, menurut kepala negara, permasalahan lokal terselesaikan, dan terbuka peluang untuk meraih atau mengundang masyarakat global untuk datang ke daerah tersebut, yang berarti peningkatan devisa. (F4-49) |