logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 14 Nopember 2007 NASIONAL
Line

14 Rumah Diterjang Angin Kencang

SUKOHARJO- Hujan deras disertai angin kencang, Selasa (13/11) pukul 15.00 mengamuk di Kecamatan Bulu, Sukoharjo. Puluhan pohon tumbang menimpa 14 rumah dan satu masjid.

Seorang terluka akibat peristiwa itu, yaitu Sunarno (13), penduduk Baseng RT 3 RW 5, Desa Gentan. Kakinya tertimpa genteng hingga harus mendapat sembilan jahitan.

Kerugian akibat peristiwa di desa yang terletak di dekat Objek Wisata Batu Seribu itu ditaksir mencapai Rp 47 juta.

Sebanyak 13 rumah dan satu masjid yang rusak tertimpa pohon terletak di wilayah Desa Gentan, sementara satu rumah rusak berada di Desa Kamal.

Menurut penuturan sejumlah penduduk, hujan deras disertai angin kencang turun di kecamatan yang berada sekitar 20 km arah barat daya Sukoharjo kota. Angin berhembus dari arah utara menuju selatan.

"Anginnya kencang sekali. Kadang-kadang berhenti, kemudian datang lagi. Lamanya sekitar 25 menit," ujar Udin, penduduk Dukuh Kelor.

Akibatnya, puluhan pohon tumbang. Bahkan saking kencangnya angin, sejumlah pohon tercerabut hingga akarnya.

Di Dukuh Kelor, pohon menimpa atap rumah milik Udin, Warto dan Surip. Di Dukuh Bodeh, sebagian genteng di rumah Kartono dan Ngatono remuk.

Hal yang sama terjadi di rumah Mitro, Parto, dan Tukimo di Dukuh Kepuh, rumah Surono di Dukuh Tanjung dan rumah Hartono, Waluyo dan Ny Parto di Dukuh Pacinan. Lima dukuh tersebut berada di wilayah Desa Gentan.

Hancur Total

Atap masjid yang terletak di Objek Wisata Batu Seribu juga hancur total. Sementara di Desa Kamal, pohon tumbang menimpa atap rumah Ny Tukinem (72) di Dukuh Jatirejo. Meski rumahnya rusak, pemiliknya tidak mengungsi.

"Kerusakannya tidak total. Yang hancur sebagian atap. Ada yang bagian dapur atau bagian samping. Atap rumah induknya tidak hancur, jadi masih bisa ditinggali," jelas Sekretaris Kecamatan Bulu Sumarno.

Ia menambahkan, kejadian tersebut baru pertama terjadi di musim penghujan tahun ini. "Kalau tidak salah, ini hujan kelima yang turun. Tapi yang disertai angin kencang baru kali ini," tuturnya.

Setelah hujan reda, warga bergotong royong menyingkirkan pohon-pohon yang tumbang. Sementara rumah yang atapnya hancur masih dibiarkan.

Bupati Bambang Riyanto dan jajaran Muspida meninjau lokasi kejadian. Hingga semalam, anggota Tim SAR Kabupaten juga berdatangan ke lokasi kejadian untuk melakukan pendataan. (H44-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA