| Rabu, 14 Nopember 2007 | NASIONAL |
Pelempar Bom Molotov di Gereja Pati MahasiswaPATI- Pelaku pelemparan bom molotov ke Gereja Isa Almasih di Jalan Dr Wahidin Pati, Senin petang lalu, berhasil ditangkap petugas Tim Polres Pati yang dipimpin Kasatreskrim AKP Sulkhan SH. Tersangka seorang mahasiswa semester enam sebuah perguruan tinggi swasta di Yogyakarta. Dia adalah Angga Driana alias Angga bin Umar Giyono (24), warga RT 04 RW III Desa Tambaharjo, Kecamatan/Kabupaten Pati. Saat dijemput petugas di rumah orang tuanya, mahasiswa berpenampilan kalem tersebut tidak melakukan perlawanan. Kapolres AKBP Drs Darto Juhartono, Selasa (13/11) kemarin, mengatakan pihaknya masih terus melakukan pemeriksaan untuk mengungkap latar belakang peristiwa pelemparan bom pada 2 November sekitar pukul 01.00. Apalagi, setelah dengan lemparan dua bom molotov itu merasa belum berhasil karena hanya jatuh di teras gereja, Minggu siang (4/11) tersangka kembali ke lokasi. Kemudian dengan batu sebesar kepalan tangan orang dewasa, dia melempar kaca gereja. Ketika melakukan perbuatan itu, tersangka menggunakan sepeda motor pelat merah jenis Suzuki A100 K-729-DA, yang tak lain adalah kendaraan dinas milik ayah tirinya, Sudarto SPd, guru di SMPN 1 Wedarijaksa. Sita Barang Bukti Selain meringkus tersangka, polisi juga menyita beberapa barang bukti. Di antaranya sebuah jerigen ukuran dua liter, helm biru, tas punggung, sepeda motor, dan pakaian tersangka. Selama penyidikan tersangka didampingi pengacara yang ditunjuk pihaknya, H Sayogo Darnawi SH. Dari hasil pemeriksaan sementara, terungkap perbuatan tersebut dilakukan sendirian, baik saat persiapan maupun pelaksanaan. Karena berkepribadian tertutup, untuk mengorek latar belakang perbuatan itu polisi harus cermat dan berhati-hati. ''Selain itu kami juga akan membawa tersangka ke psikiater.'' Sayogo Darnawi sependapat dengan Kapolres, yakni agar kliennya dibawa ke psikiater untuk menjalani pemeriksaan berkaitan dengan masalah kejiwaannya. Saat diperiksa polisi, pelaku menyatakan bom molotov tersebut memanfaatkan botol sirup milik ibunya. Dia membeli 2 liter minyak tanah di warung tetangga dengan harga Rp 5.600. Persiapan tersebut dilakukan pada Kamis (1/11) dan aksi pelemparan dilakukan Jumat (2/11) dinihari. (ad-19) |