| Rabu, 14 Nopember 2007 | NASIONAL |
Siti Zusniyati, TKW yang Tewas di MesirKorban Kesal dengan Teman Lelakinya
Hawa dingin berbalut duka kemarin tampak menyelimuti rumah sederhana berdinding papan. Sejumlah tetangga silih berganti berdatangan demi menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Siti Zusniyati Kholifah, TKW yang tewas akibat melompat dari lantai 6 apartemen di Kairo, Mesir. MAT Asnaw, mencoba tetap tabah. Ayah Siti Zusniyati itu terus menerima ucapan duka cita dari kerabat dan tetangganya. Sementara ibu korban, Siti Supriyati, masih shock mendengar kabar meninggalnya anak kedua dari empat bersaudara tersebut, sehingga lebih banyak mengurung diri di kamar. Hanya Mat Asnaw dan anak nomor tiganya Siti Asfiyati (17), yang berupaya tegar menyambut para tamu, petugas Disnakertrans, dan wartawan yang mendatangi rumahnya. Anak pertama keluarga itu, M Dawam (24), saat ini tengah merantau menjadi TKI di Malaysia, sedangkan bungsunya, Fifin Khoirunisa (10), cenderung diam, tak terlalu paham kenyataan hidup yang harus diterima keluarganya. Siti Asfiyati mengungkapkan, kakaknya memutuskan untuk berhenti sekolah pada kelas II MA Mualamin Tembarak, dan merantau menjadi TKW di Kuwait pada 2004, karena kesulitan ekonomi keluarganya. Kemudian pada 2006, dia pulang ke Tembarak dan beberapa bulan kemudian berangkat lagi menjadi TKW di Arab Saudi. Namun, tidak lama, dia kembali ke Tembarak, bersama dengan rombongan jamaah haji Indonesia. ''Sebelum dititipkan ke rombongan haji itu, Mbak Zus melarikan diri dari rumah majikannya ke Kedubes Indonesia di Makkah. Sebab, di tempatnya bekerja, dia harus melayani tujuh majikan (keluarga), namun yang mau menggaji hanya satu majikan,'' tuturnya. Karena di rumah Zus tidak memiliki pekerjaan, kemudian dia berangkat lagi menjadi TKW di Mesir dengan perantaraan calo, bernama Cyndi, yang dikenalnya ketika berada di Arab Saudi. Di Mesir itulah, Zus berkenalan dengan Loli Kapitra, seorang mahasiswa Universitas Al-Azhar, asal Kota Pari, Kecamatan Pantai Termin, Kabupaten Sendang Badagai, Sumut. ''Menurut Mbak Zus, mereka hanya berteman dekat, tetapi Mas Loli memang dikenal sebagai play boy, yang senang gonta-ganti pacar,'' tuturnya. Bahkan, pernah suatu ketika, kata Asfi, saat Zus menghubungi ponsel Loli, ternyata yang mengangkat adalah perempuan lain bernama Fitri. Perempuan tersebut mengaku sebagai pacar Loli, sehingga membuat Zus kesal. Kejadian yang membuat kecewa Zus seperti itu, diduga tidak hanya sekali, sehingga membuat kejengkelannya terus menjadi-jadi. ''Namun, sebelum peristiwa tragis itu, Mbak Zus tidak pernah bercerita tentang masalah pribadinya lagi. Sekitar seminggu lalu, dia hanya mengirim pesan singkat (SMS). Isinya, selain merasa kangen keluarga, juga mengabarkan, tidak jadi beli ponsel yang mahal karena anggarannya terbatas,'' tambahnya. Asfi, gadis berparas cantik kelas II SMA tersebut mengaku, tidak mengetahui secara pasti latar belakang penyebab kakaknya melakukan tindakan tragis yang sangat disesalkannya tersebut. Termasuk, apakah tindakan itu berlatar belakang asmara, dia tak bisa mengiyakan. (Henry Sofyan-62) | ||||