logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 14 Nopember 2007 MURIA
Line

WORO WORO

Belum Ada Kemauan dari DPRD

BLORA- Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Blora, H Abu Nafi meminta para wakil rakyat segera memberhentikan almarhum Bupati Basuki Widodo dan mengusulkan Wakil Bupati (Wabup) RM Yudhi Sancoyo menjadi bupati. "Tidak ada maksud apapun di balik desakan saya itu. Undang-undangnya telah jelas mengatur pengisian jabatan bupati jika bupati meninggal dunia," ujarnya, kemarin.

Abu Nafi mengaku prihatin dengan apa yang terjadi di Blora. Dia melihat, belum ada kemauan dari kalangan DPRD untuk melaksanakan undang-undang yang sudah sangat jelas mengatur pemberhentian dan pengusulan bupati. (H18-76)

Pantura Timur Masuki Musim Hujan

SEMARANG- Badan Metereologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Klimatologi Semarang mengingatkan masyarakat Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan memasuki musim pancaroba ini yang disertai hujan lebat dan angin kencang.

Meski wilayah pantura bagian barat seperti Brebes dan Tegal mulai masuk musim hujan, namun tidak demikian di pantura bagian timur, seperti Rembang, Jepara, Purwodadi, Kudus, Pati, dan Blora.

Menurut Kepala BMG Semarang M Chaeran, curah hujan di wilayah pantura timur selama ini belum sebanyak wilayah lainnya."Pertengahan November ini mulai banyak curah hujan. Jadi kalau musim tanamnya sedikit tertunda, harap maklum," kata Chaeran, kemarin. (J14-76)

Penerima Honor Harus Bertanggung Jawab

REMBANG - Sidang kasus dugaan korupsi Rp 5,625 miliar dengan terdakwa Tahar H Prayitno (mantan ketua DPRD), Charis Widhyarso SH, Daenuri dan Ahmad Sunarto (mantan wakil ketua DPRD) di Pengadilan Negeri (PN) Rembang, kemarin, diwarnai pernyataan kontroversial dari saksi Hamdi Huri. Dia dalam persidangan itu mengatakan, semua anggota Dewan yang menerima uang honorarium dan insentif harus ikut bertanggung jawab.

Pernyataan mantan anggota Panitia Rumah Tangga (PRT) DPRD ini tak urung membuat puluhan pengunjung sidang terhenyak. Jaksa penuntut umum (JPU) juga harus menilik kembali catatan berita acara pemeriksaan (BAP) penyidikan. "Dalam BAP yang dibuat sebelumnya, saksi menyatakan yang bertanggung jawab adalah unsur pimpinan," kata Wimpi Wohon SH yang merupakan ketua JPU.

Hamdi Huri di depan hakim langsung memberikan tanggapan atas pernyataan JPU itu. "Waktu pemeriksaan BAP itu mungkin saya gentar karena saya orang desa dan bodoh. Namun saya katakan, bahwa semua anggota Dewan yang menerima uang itu harus bertanggung jawab," tegasnya. (H19-76)

Stok Pupuk di Gudang Melimpah

KUDUS - Pasokan pupuk jenis urea di Kudus dinilai masih aman. Kondisi itu dapat dilihat dari jumlah pupuk yang didistribusikan kepada petani setiap hari dan cadangan di gudang. "Setiap hari, saya mendistribusikan 60 ton kepada pengecer," kata distributor urea wilayah Undaan dan Kaliwungu, Yudho Prasetyo, Selasa (13/11).

Di kota Kretek, terdapat tiga distributor urea, termasuk dirinya. Untuk penyediaan pupuk, para distributor mengambilnya dari gudang di Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan. "Wilayah saya, area pertaniannya paling luas," jelasnya.

Disinggung soal jatah per bulan, pada Oktober lalu dia menerima 760 ton. Hingga saat ini, masih tersisa sekitar 200 ton. Padahal, jatah untuk November mencapai 650 ton. "Jadi, jumlah pupuk yang ada memang mencukupi," ungkapnya.

Untuk Undaan dan Kaliwungu, pihaknya memiliki 75 pengecer. Masing-masing desa, setidaknya mempunyai dua atau tiga pengecer. (H8-76)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA