| Rabu, 14 Nopember 2007 | INTERNASIONAL |
LINTAS JAGATPegawai KA Prancis MogokPARIS - Aksi pemogokan umum pekerja transportasi telah melumpuhkan sistem layanan kereta api di Prancis selama 24 jam. Pemerintah mengatakan layanan kereta api telah pulih kembali kemarin. Para pegawai kereta api itu menentang rencana Presiden Nicolas Sarkozy untuk mereformasi hak-hak pensiun mereka. Jaringan KA mulai kacau sejak Senin pukul 08.00 sampai kemarin pagi. Aksi pemogokan selama 24 jam juga pernah terjadi pada 18 Oktober lalu. Sebagian besar pegawai KA bertekad akan melakukan mogok lagi apabila pemerintah tidak membatalkan rencananya. Para pekerja sektor energi juga berencana melakukan mogok Rabu ini. Sementara mahasiswa memprotes perubahan undang-undang universitas. Mereka mengancam akan memblokade stasiun-stasiun kereta api. Para organisator mengatakan, aksi pemogokan akan diperpanjang sampai 20 November. Pada tanggal itu pula, kalangan pegawai negeri akan menggelar aksi protes mengenai pemutusan hubungan kerja. Sistem pensiun ''khusus'' yang diprotes itu didasarkan pada 16 kategori. Orang-orang yang terkena kebijakan itu adalah pegawai KA, nelayan, pekerja tambang, anggota parlemen dan penyanyi opera pemerintah. Mereka boleh pensiun dua setengah tahun lebih awal daripada pegawai lainnya. Besaran uang pensiun mereka dihitung berdasarkan gaji terakhir, bukan nilai rata-rata gaji mereka selama menjadi pegawai.(ant-26) Wakil Kanselir Mundur BERLIN - Wakil Kanselir Jerman Franz Muentefering (67) mengundurkan diri dengan alasan keluarga. Langkah pemimpin Partai Sosial Demokrat (SPD) itu diperkirakan bakal menyulut kemelut dalam ''koalisi besar'' pemerintah Jerman. Muentefering juga mundur dari jabatan menteri tenaga kerja. Media setempat melaporkan bahwa Ankepetra, istri Muentefering, menderita sakit kanker stadium lanjut. Sumber-sumber partai mengatakan, Menteri Luar Negeri Frank-Walter Steinmeier akan menggantikan posisi Muentefering sebagai wakil kanselir. Itu merupakan jabatan tertinggi kedua setelah Kanselir Angela Merkel. Olaf Scholz, tokoh SPD, dijanjikan akan menjabat menteri tenaga kerja. Muentefering berperan menciptakan stabilitas dalam koalisi besar yang rawan retak tersebut. Karena itu, pengunduran dirinya menjadi pukulan bagi Merkel. Terlebih lagi, Jerman akan mengadakan pemilihan di beberapa negara bagian penting tahun depan dan pemilu nasional pada 2009. ''Sampai sekarang, Muentefering merupakan orang yang menjamin bahwa koalisi itu dijalankan bersama,'' kata Gerd Langguth, ilmuwan politik Universitas Bonn, yang juga menulis biografi tentang Merkel.(rtr-ben-26) |