| Rabu, 14 Nopember 2007 | INTERNASIONAL |
Gerombolan Kera Serbu Ibu Kota IndiaNEW DELHI - Gerombolan kera menjadi masalah serius bagi New Delhi, ibu kota India. Beberapa pekan lalu, wakil wali kota tewas akibat dikeroyok kawanan kera. Hewan-hewan itu, kemarin, menyerbu ibu kota dan membuat masyarakat risau. Populasi kera di New Delhi diperkirakan antara 10.000 hingga 20.000 ekor. Meski jumlahnya hanya empat sampai lima ekor saat berulah menyerbu, serangan kera tersebut tetap memusingkan warga. Kawanan kera itu menyerbu kawasan permukiman di India timur selama beberapa hari. Puluhan warga terluka diserang hewan-hewan itu, seorang perempuan bahkan luka parah. ''Ada sekitar empat ekor kera,'' kata Deputi Komisaris Polisi Jaspal Singh. ''Petugas karantina hewan sedang berupaya menemukan hewan-hewan itu, sebab polisi tidak ahli dalam urusan dengan kera. Kami bisa saja menangani kerbau ngamuk, tetapi kera-kera lebih sulit diatasi.'' Selain kera, ada sekitar 35.000 ekor sapi dan kerbau yang bebas berkeliaran di ibu kota karena hewan-hewan itu dianggap sakral. Namun, keberadaan hewan-hewan itu menimbulkan masalah penyakit pes. Kera-kera tersebut sering menyerbu kantor-kantor pemerintah, pengadilan dan bahkan juga markas polisi serta rumah sakit. Warga di permukiman juga sering diteror oleh ulah mereka. Problem mengenai kera baru menjadi kerisauan serius setelah akhir Oktober lalu jatuh korban tewas, dan korban tewas itu adalah Wakil Wali Kota Sawinder Singh Bajwa (52). Dia tewas setelah terjatuh dari balkon rumahnya saat hendak mengusir kera-kera yang menyerbu. Ketika itu, dia sedang membaca koran di balok. Tiba-tiba, empat ekor kera muncul. Saat menghalau kera-kera itu dengan tongkat, dia terpeleset dan jatuh. Kurang Prasarana Di kawasan Taman Shastri, sekawanan kera muncul Sabtu lalu dan mengobrak-abrik tempat itu selama berjam-jam. ''Saya sedang bercakap-cakap di depan rumah sekitar pukul 11 malam saat seekor kera muncul,'' kata Naseema, seorang warga. ''Saat saya hendak masuk ke rumah, kera itu membuntuti dan menggigit kaki bayi saya.'' Pada 2001, para warga mengajukan petisi menuntut agar New Delhi bebas dari kera. Pada Mei lalu, para anggota parlemen federal juga menuntut perlindungan dari hewan itu. Meski demikian, belum ada banyak kemajuan menyangkut penanganan isu itu. ''Kami berusaha menangkap mereka, namun kami kesulitan karena hanya ada sedikit pawang kera. Dengan tenaga terbatas, upaya itu tidak bisa maksimal,'' kata AK Singh, seorang pejabat kota. Pemerintah New Delhi sudah menganggarkan 10 juta rupe untuk menangkap kera dan mengurungnya dalam kandang di bekas kawasan pertambangan di pinggiran ibu kota. Namun, upaya mengusir kera-kera menjadi rumit karena umat Hindu memandang hewan itu adalah titisan Hanoman, dewa kera simbol kekuatan. (afp-gn-25) |