| Rabu, 14 Nopember 2007 | BANYUMAS |
JALUR SELATANSekolah Rusak Tak TerdataBANJARNEGARA-Di tengah keinginan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, ternyata masih banyak sekolah rusak yang belum tertangani. Diperkirakan jumlahnya tak sedikit dan kebanyakan berada di daerah atau desa terpencil. "Berdasarkan pengamatan kami, sekolah-sekolah di daerah atas atau Banjarnegara bagian utara, banyak yang membutuhkan bantuan karena bangunannya rusak. Di antaranya di Kecamatan Batur dan juga Pejawaran. Salah satunya bangunan SD Batur 5 yang sudah pernah dimuat di koran beberapa waktu lalu," kata Sutopo Candrayuda, anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar, kemarin. Sekolah-sekolah tersebut, lanjutnya, kebanyakan sudah pernah mengajukan proposal permohonan bantuan ke pemkab. Namun banyak yang kandas, sehingga tak kunjung diperbaiki. Karena itu perlu diperbaiki mekanisme pengusulannya agar dari kecamatan bisa langsung ke Diknas tanpa kendala.(H25-29) Warga Diminta Pindah PURBALINGGA-Warga RT 3 dan 4, RW 2 Desa Gondang, Kecamatan Karangreja diminta untuk segera meninggalkan tempat tinggal mereka. Sebab lokasi yang mereka tempati sudah tidak aman lagi dan berpeluang terjadi longsor. Seperti diberitakan Suara Merdeka pada Senin (12/11) lalu, sedikitnya terdapat 25 warga Desa Gondang yang tinggal di lokasi rawan longsor. Jarak antara rumah warga dengan bibir tebing jurang hanya beberapa meter, dan kedalaman jurang lebih dari 200 meter. Kepala Kantor Kesbanglinmas melalui Kasi Linmas, Suprapto, Selasa (13/11) menjelaskan warga harus segera meninggalkan lokasi tersebut. Jika tetap bertahan di lokasi tersebut, dikhawatirkan akan mengancam jiwa mereka. Untuk melakukan relokasi, lanjut dia, ada tahapan yang harus dilalui. Di antaranya lokasi tempat tinggal warga yang akan dievakuasi memang benar-benar termasuk kategori rawan bencana. Untuk mengetahuinya bisa melibatkan Kantor Lingkungan Hidup, Pertambangan dan Energi. Kemudian, lokasi yang akan dijadikan sebagai lokasi baru bagi warga yang akan direlokasi juga harus tersedia lebih dulu.(H48-29) Bos Jamu Mulai Disidang PURWOKERTO-Kasus jamu tradisional campur obat kimia dengan terdakwa Saring Anggoro (36) mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Purwokerto, kemarin. Dalam sidang pertama dengan agenda pembacaan dakwaan Saring didampingi dua penasihat hukumnya, Fajar Susanto SH dan Prasetyo SH. Jaksa Penuntut Umum Sunarko SH menyatakan terdakwa warga Jatilawang, Banyumas sudah lama memproduksi berbagai jamu tradisional di rumahnya. "Jamu-jamu itu dicampur obat kimia, kemudian dikemas dalam bentuk sachet," ungkapnya. Bahan kimia obat yang dicampurkan ke dalam jamu dibeli dari Solo. Jamu produksi Saring setelah dikemas dipasarkan di Jakarta. Jamu itulah yang diamankan petugas ketika melakukan razia. Bareskrim Mabes Polri dalam operasi lanjutan di Banyumas menyita tujuh kontainer jamu milik Saring yang baru diproduksi. Jaksa menyebutkan jamu produksi terdakwa dicampur dengan bahan kimia obat antara lain fenilbutason, CTM, vitamin serta obat Oskadon, Bodrex, dan Remacil. Jamu itu diberi label dengan bermacam nama. (in-27) 658.863 Pemilih Terdaftar PURBALINGGA-Sebanyak 658.863 warga Purbalingga telah terdaftar sebagai pemilih pada Pilgub 2008 mendatang. Mereka telah masuk dalam laporan data penduduk dan potensi pemilih pilkada (DP4) yang dilakukan oleh Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil (Kandukcapil). Hal tersebut dikemukakan Kasi Kependudukan pada Kandukcapil, Sadono baru-baru ini. Untuk pemutakhiran data pemilih ini, sedikitnya ada 15 tahapan, mulai dari tahap sosialisasi hingga pencetakkan data. "Saat ini kita telah memasuki tahap akhir, yaitu pengisian dan pencetakan DP4," ujarnya. Ia menjelaskan, keberadaan DP4 ini nanti digunakan sebagai acuan dalam pemilihan Gubernur Jateng pada 2008. Dari jumlah warga yang terdaftar dalam DP4, pemilih yang paling banyak terdapat di Kecamatan Mrebet dengan jumlah total mencapai 51.425 orang. Dari jumlah tersebut, 25.872 orang di antaranya adalah laki-laki dan 25.556 perempuan.(H48-29) |