logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 13 Nopember 2007 MURIA
Line

WORO WORO

Saksi Sering Menjawab Tidak Tahu

REMBANG - Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi senilai Rp 5,625 miliar dengan terdakwa mantan Ketua Panitia Anggaran (Panggar) Suparyanto, Senin (12/11) berlangsung ''panas''. Pasalnya, saksi-saksi yang dihadirkan di persidangan seringkali menjawab dengan berbelit-belit atau memakai kata tidak tahu atas pertanyaan majelis hakim dan jaksa penuntut umum (JPU).

Jawaban seperti itu tak urung membuat majelis hakim dan JPU mengeluarkan komentar-komentar pedas di persidangan. Para saksi yang hadir dipersidangan menyatakan tidak mengetahui awal pemunculan dana honorarium dan insentif Rp 5,625 miliar yang saat ini didugakan sebagai korupsi. Mereka juga mengaku tidak pernah membahas secara khusus dana honorarium dan insentif itu. ''Kami hanya membahas garis besar dari Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2004. Mata anggaran dana honorarium dan insentif Rp 5,625 M itu tidak pernah dibahas secara khusus dalam rapat Panggar,'' kata H M Qorib Said, salah satu mantan anggota Panggar kemarin. (H19-36)

Diimbau Siapkan Baju Hangat

BLORA - Calon haji asal Blora yang tahun ini masuk dalam gelombang pertama kloter 5 dan 6 yang langsung menuju ke Madinah, diimbau untuk menyiapkan baju hangat. Menyusul informasi suhu udara di sana berada di puncak dingin. ''Untuk itu, lebih baik untuk mempersiapkan baju hangat dari Tanah Air,'' ujar Kepala Depag Blora Drs H Surandim Achmad SH MSi melalui Kepala seksi Urusan Haji dan Umrah Drs H Dwiyanto, kemarin.

Dia mengemukakan, dengan persiapan tersebut nantinya diharapkan jamaah bisa sukses melaksanakan shalat sunah arbain sejumlah 40 rakaat waktu shalat wajib. Mengenai pondokan selama di Madinah, sampai saat ini belum ada informasi jelas. Untuk tanggal keberangkatan tetap 17 November. Hanya, ujar Dwiyanto, khusus untuk jamaah yang tergabung dalam kloter 5, ada perubahan jam keberangkatan dari pendapa rumah dinas bupati, yaitu jika semula dijadwalkan pukul 12.30, diajukan menjadi pukul 11.30.(ud-69)

Waspadai DBD dan Chikungunya

KUDUS - Tidak hanya demam berdarah dengue (DBD) yang menjadi momok masyarakat saat musim penghujan. Namun penyebaran penyakit chikungunya pun harus diwaspadai. Pasalnya, penyakit tersebut disebabkan oleh nyamuk yang sama jenis aides aigepty. Hanya saja, fase perkembangan virusnya yang berbeda. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kudus, dokter Syakib Arsalan didampingi staf Pencegahan Penyakit (P2), Ruwisno penyebab chikungunya adalah virus tunggal aseksual yang belum mengalami perkawinan. "Sama virus dengue tetapi yang perkembangannya masih fase awal. Pada tataran berikutnya baru virus tersebut menjadi penyebab DBD," ucap Ruwisno, Senin (12/11).Pernyataan itu dikemukakan menyangkut kondisi beberapa daerah di Kudus yang warganya mulai terserang DBD, linu-linu, dan kaku di persendian, yang diiringi skin rush (bercak di kulit semacam gabag). (H50-54)

Penggunaan BOS Dipantau

REMBANG - Mulai hari ini hingga dua minggu mendatang, Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten akan mengadakan pemantauan dan monitoring terhadap penggunaan dana Bantuan Operasional Siswa (BOS) 2007. Kepala Diknas Noor Effendi mengatakan, selama ini ada keluhan dari SD maupun SMP mengenai pembuatan laporan pertanggungjawaban (LPJ) dana BOS itu. '' Sebagian pihak menuding kami mengkoordinasi LPJ dana BOS itu. Padahal, kami hanya membantu sekolah saja. Dengan monitoring dan pemantauan ini juga kami maksudkan sebagai pembinaan terhadap sekolah penerima BOS,'' terangnya, kemarin.

Dia mengatakan, kesulitan pembuatan LPJ disebabkan tenaga administrasi yang masih dirangkap oleh guru. ''Kesulitan terutama terjadi di SD penerima BOS. Mereka seringkali belum begitu paham mengenai penganggaran. Misalnya, mengenai pembayaran pajak yang harus disetorkan ke bank dan lain-lain,'' jelasnya. (H19-36)

Ingin Jenmanii, Curi Punya Tetangga

KUDUS - Meski penghasilannya sebagai buruh banguan terbilang pas-pasan, Suyahmin (48) juga berkeinginan untuk mempunyai tanaman hias berharga mahal seperti jenmanii. Hal itu pula yang mendorongnya mencuri koleksi milik tetangga.

Bahkan, ayah dua anak ini mengaku pernah memperbaiki rumah Subadi, warga Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, pemilik tanaman hias yang dicurinya itu.

Pada 30 Oktober lalu, niat jahatnya itu pun dilakukannya. Pada tengah malam, dia mencabut 11 batang yang ditanam tetangganya itu.

Kapolres Kudus AKBP Iswandi Hari melalui Kasat Reskrim AKP Dony Setiawan membenarkan adanya kejadian tersebut. (H8-69))


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA