| Senin, 12 Nopember 2007 | NASIONAL |
Petani Khawatir Pupuk Langka
SEMARANG- Pemprov Jateng dan produsen pupuk bersubsidi diminta melakukan langkah-langkah guna mengantisipasi terjadinya lonjakan kebutuhan pupuk terkait sejumlah wilayah di Jateng sudah memasuki musim tanam. Masuknya musim tanam pada November dan Desember 2007, dalam analisis anggota Komisi B DPRD Jateng Fatria Rahmadi, akan dibarengi dengan peningkatan permintaan pupuk. ''Kami sudah mendapatkan laporan mengenai peningkatan permintaan pupuk bersubsidi. Di Demak, misalnya, sejumlah petani menyampaikan bahwa hampir semua merek pupuk bersubsidi mulai sulit didapatkan,'' kata wakil rakyat dari Fraksi PDI-P ini, Minggu (11/11). Sebelumnya, anggota Fraksi PKS Nurcahyo Hidayati juga menangkap kekhawatiran petani dari Kabupaten Semarang, Kendal, Temanggung, Pati, dan Purworejo akan kemungkinan kelangkaan pupuk pada datangnya musim tanam periode November 2007. Peraturan Gubernur (Pergub) Jateng Nomor 13/2007 tentang Kebutuhan dan Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi, untuk sektor pertanian di Jateng diperoleh angka bahwa alokasi pupuk urea bagi Demak pada November sebanyak 5.084 ton, sedangkan Desember 2.616 ton. Untuk SP-36, dialokasikan 660 ton (November) dan 360 ton (Desember), ZA (masing-masing 500 ton pada November dan Desember), serta phonska (masing-masing 750 ton untuk November dan Desember). Total untuk Kabupaten Demak selama 2007 yakni 29.182 ton untuk urea, SP-36 (4.543 ton), ZA (4.136 ton), dan phonska (7.325 ton). Tak Perlu Risau Pergub juga mengatur, selama 2007 alokasi pupuk jenis urea untuk seluruh Jateng dipatok 748.792 ton, SP-36 120.517 ton, ZA 68.899 ton, dan phonska 134.843 ton. ''Ada dua skema yang perlu dilakukan bila suatu lokasi mengalami kekurangan. Yang pertama, relokasi antarwilayah, sedangkan kedua, penambahan alokasi berjalan yang diambil dari alokasi bulan berikutnya atau sisa bulan sebelumnya. Sepanjang tidak melebihi alokasi dalam satu tahun dan ada rekomendasi dari pihak yang berwenang, saya kira tidak masalah,'' kata Fatria. Kepala Perwakilan Pemasaran PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) Semarang, Triyoga meminta petani tidak perlu risau. Ketersediaan pupuk sampai awal 2007 masih sangat cukup. Disebutkan, untuk November jumlah pupuk tersedia 60.000 ton, sedangkan Desember 50.000 ton. ''Bahkan stok masih tersedia untuk Januari 2008 sebanyak 40.000 ton. Kalau untuk ketersediaan selama 2008, belum ada SK Menteri Pertanian untuk pengadaan pupuk. Pemprov pun belum menyerahkan kuotanya,'' katanya. Ia menyatakan, jalur pupuk sudah jelas, yakni dari distributor dialokasikan pada agen resmi, lalu disalurkan pada kelompok-kelompok tani.(H7,H37-62) |