logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 12 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Diterjang Angin Kencang, 25 Rumah Rusak


RUMAH ROBOH: Rumah Abdul Aziz, warga RT 5 RW 1 Desa Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, roboh akibat diterjang angin kencang disertai hujan, Minggu (11/11). (57)

KAJEN -Sedikitnya 21 rumah dan sebuah kandang ayam di Desa Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan rusak akibat hujan disertai angin kencang, Minggu (11/11) siang. Angin kencang juga merusakkan empat rumah warga di Desa Sukorejo, Kecamatan Kesesi. Menurut Camat Kesesi Nursam Kholil, keempat rumah itu milik Terung (72), Rubin (70), Tunjung (60), dan Giri (34).

Empat rumah yang hancur di Desa Talun yakni milik Bi'in, warga RT 2 RW 3, Warda'i (RT 6 RW 1), Abdul Aziz (RT 5 RW 1), dan Warid (RT 4 RW 1). Kandang ayam milik Teguh, warga RT 4 RW 1, yang menampung sekitar 5.000 ekor ayam pedaging roboh dalam kejadian itu.

Tujuh belas rumah warga lainnya rusak tertimpa pohon. Rumah tersebut yakni milik Rozikin dan Riyanto, keduanya warga RT 1 RW 3. Di wilayah RT 2 RW 1, rumah yang rusak milik Maun, Kembur, Ramadi, dan Tegat Wartinah.

Empat rumah warga RT 5 RW 1 yang rusak, masing-masing milik Ridwan, Suwuh, Sroni, dan Daan, di samping tiga lainnya di wilayah RT 6 RW 1, milik Trimo, Zainudin, dan Rajak. Kerusakan juga terjadi pada rumah milik Umi dan Erodin, warga RT 1 RW 1 dan Joko Prihatin, warga RT 4 RW 1, serta milik Asrori Lukman, warga RT 1 RW 2.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sedikitnya 22 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat karena tempat tinggal mereka tak bisa ditempati. Mereka yakni keluarga Warid, dengan jumlah anggota keluarga 5 orang, Maun (4 orang), Kembur (4 orang), Warda'i (2 orang), Ridwan (4 orang), dan Bi'in (4 orang).

Fitri (29), istri Ridwan (32), warga RT 5 RW 1, mengaku ketakutan saat sebuah pohon durian di samping rumahnya menimpa genteng kamar tidur di tengah hujan lebat dan angin kencang siang itu. Pada waktu itu, dia sedang bersama dua anaknya, Irfan (7) dan Fina (3) di kamar tersebut.

Dua anaknya luka ringan akibat terkena pecahan genteng.

Gelap Gulita

Kepala Desa Talun, Zainudin Fanany, hingga semalam belum bisa menghitung kerugian material akibat kejadian tersebut. Wilayah Desa Talun gelap gulita akibat jaringan listrik terputus.

Sekretaris Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) Kabupaten Pekalongan, Abdul Munir saat berada di lokasi kejadian meminta agar warga yang tertimpa musibah bersabar.

Dia berharap Pemkab Pekalongan segera menyalurkan bantuan.

Bupati Hj Siti Qomariyah saat dihubungi, mengaku sedang berada di luar kota. Namun dia akan mengupayakan bantuan bagi korban. Senin (12/11) sore dia berencana menemui mereka. (H26-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA