logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 12 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Peran Politik Ulama Mengecil

JAKARTA- Peringatan hari lahir PKNU pertama berlangsung meriah. Ribuan warga dan simpatisan PKNU memenuhi tribun timur Stadion Utama Gelora Bung Karno. Harlah semakin meriah oleh tampilnya gurp Band Gigi yang memukai membawakan lagu-lagu religius.

Dalam kesempatan itu, dibacakan hasil kesepakatan hadil Munas Alim Ulama dan Mukernas PKNU I. Kesepakatannya, sejumlah kiai Nahdhatul Ulama (NU) yang tergabung dalam Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) itu bersepakat untuk mengambil peran dalam perpolitikan nasional. Mereka akan menjadikan PKNU sebagai satu-satunya wadah perjuangan gerakan politik ulama.

''Kita (kiai) tidak mau lagi hanya dijadikan seperti 'daun salam'. Ketika mau masak kita dipakai. Begitu (sayuran) matang, kita tidak dimakan, tapi dibuang,íí kata Rais Dewan Mutasyar PKNU, KH Maíruf Amin, ketika berorasi di halalbihalal dan peringatan Hari Lahir PKNU di Senayan, Jakarta, kemarin.

Sejumlah kiai langitan dan kiai berpengaruh hadir di acara itu. Di antaranya, KH Abdullah Faqih, KH Ma'ruf Amin, KH Abdurrochman Chudlori, KH Nurul Huda, KH Mas Subadar, KH Sholeh Qosim, KH Thohir Syarkani, KH Warson Munawwir, dan KH. Abdullah Adhim Suhaimi.

Sekitar sepuluh ribu simpatisan hadir di acara ini, datang dari Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur dan Lampung.

Kegiatan harlah ini merupakan puncak dari serangkain kegiatan Munas dan Rakernas PKNU di Jakarta.

Peran Mengecil

Maíruf mengatakan rekomendasi Munas alim ulama ini menyebut peran ulama dalam perpolitikan nasional semakin mengecil. Bahkan telah sirna sebagai akibat dari proses sekularisasi dalam segala aspek kehidupan.

Padahal ulama semestinya menjadi pembimbing dan pengarah. Oleh karena itu, perlu dilakukan reposisi peran ulama dalam perpolitikan nasional. Apalagi telah terjadi gerakan ekstrim kanan (fundamentalis) atau ekstrim kiri (sekularisasi).

Sementara Ketua Dewan Tanfidz PKNU, Choirul Anam, menambahkan kiai memang harus kembali berpolitik, untuk menjaga agar perjalanan politik Indonesia. Jika para kiai terlibat, maka moralitas politik akan terjaga.

"PKNU akan lahirkan anggota DPR yang tidak kemaruk (rakus), tidak suka jalan-jalan ke luar negeri pakai uang negara". (di-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA