logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 12 Nopember 2007 MURIA
Line

Woro Woro

PMI Bukan Sekadar Lembaga Donor Darah

KUDUS- "Pandangan masyarakat mengenai citra PMI yang semata-mata sebagai penyelenggara donor darah harus dihapuskan," tegas Ketua PMI Cabang Kudus H Badri Hutomo MSi, dalam pidato pelantikan pengurus masa bakti 2007-2012, di aula Sabtu (10/11).

"Kita harus mengembalikan konsep dasar yang bekerja untuk kemanusiaan, mengubah citra hanya sebagai lembaga donor darah," katanya.

Ketua PMI Jateng H Sasongko Tedjo SE MM dalam kesempatan itu mengatakan untuk menghapus stigma masyarakat, dituntut sigap dan cepat terhadap berbagai persoalan kemanusiaan.

Selain itu untuk menghidupkan misi kemanusiaan, memang tidak boleh pamrih. "Kerja di PMI itu kan TA alias titipan akhirat, ya ? Soalnya, pengurusnya sendiri tidak dibayar."

Meski begitu ia sangat menghargai kinerja PMI Kudus, karena bisa menjadi salah satu yang terbak di Jateng.(H50-19)

Sejumlah Kawasan Rawan Longsor

KUDUS - Hutan gundul diyakini merupakan salah satu penyebab gerakan tanah. Kondisi itu pada akhirnya dapat menyebabkan tanah longsor. "Penyebab lainnya, kawasan di kecuraman terjal dan tanah lapuk yang menumpang di batuan segar," ujar Kepala Kesbanglinmas Kudus Ali Rifai, kemarin.

Dia menyebutkan, gerakan tanah merupakan perpindahan masa tanah, batuan, atau bahan rombakan ke arah lereng karena pengaruh gravitasi. Kawasan yang mempunyai potensi terjadinya hal itu disebut zona rentan gerakan. "Berubah menjadi longsor, pemicunya di antaranya hujan, getaran, gempa serta penggalian."

Di Kudus, sejumlah kawasan digo-longkan dalam zona kerentanan gerakan tanah tinggi. Lokasi tersebut di Ternadi utara, Kajar utara, Colo, Japan, Rahtawu, Soco utara, Terban utara, dan Klaling utara.

Upaya meminimalkan kelongsoran, dengan menanami hutan yang gundul. Terutama di daerah berkemiringan 50%-70%.(H8-36)

Hujan, Banyak Tanam Pohon

PATI - Dandim 0718 Pati Letkol Infantri Sudardji mengingatkan warga, agar pada musim penghujan sekarang selalu waspada terhadap ancaman bencana alam, terutama banjir bandang dan longsor. Kewaspadaan itu harus diikuti dengan upaya menanam pepohonan sebanyak-banyaknya. Peringatan tersebut disampaikan pada kesempatan pisah sambut Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdim) 0718 di ruang pertemuan Kodim setempat, Jumat (9/11) malam lalu.

Kepada para mitra kerjanya, termasuk yang baru dijalin, yaitu Dewan Kesenian Pati, Sudardji juga mengimbau agar mulai menaruh perhatian terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam tersebut. Sebab, kesiapan dan kepedulian tersebut sebagai upaya antisipasi bila sewaktu-waktu kemungkinan itu benar-benar terjadi. Dengan demikian, tak hanya upaya penanggulangannya tapi juga pertolongan. (ad-69)

Garda Muria Targetkan 999 Anggota

JEPARA - Garda Muria yang terbentuk beberapa bulan lalu mengharapkan dalam setiap desa di Jepara memiliki 10 warga yang masuk dalam komunitas pengawal anti-PLTN.Garda Muria yang dibentuk KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu pada akhir 2007 ini diharapkan dapat memiliki relawan minimal 999 orang. Pernyataan itu disampaikan Koordinator Garda Muria Zakariya Anshori, Sabtu (10/11).

Dia menandaskan, ke depan target yang diharapkan dapat mencapai 1.930 relawan dengan asumsi 193 desa masing-masing 10 relawan Garda Muria. Langkah taktisnya menguatkan jejaring pergerakan anti-PLTN dengan LSM di Jepara hingga internasional. Soal langkah advokasi, Garda Muria tetap akan melaksanakan jika menghadapi pihak-pihak yang melakukan intimidasi terhadap LSM yang menolak rencana pembangunan proyek 13 tersebut.(J4-36)

Air PDAM Sering Macet

REMBANG - Para pelanggan PDAM belakangan ini sering mengeluh. Sebab, mereka tidak mendapat suplai air selama berbulan-bulan. Pipa transmisi di rumah mereka tidak keluar airnya.Keluhan pelanggan PDAM tidak hanya sebatas itu. Pada musim penghujan seperti sekarang ini mereka juga kesulitan mendapatkan air yang memenuhi standar kesehatan. Menurutnya, air yang dikelola PDAM keadaannya keruh dan tak jarang bercampur lumpur.

Direktur PDAM Agus Wachid ST membenarkan adanya gangguang pelayanan terutamanya pada saat musim kemarau. Sebab, cadangan air yang dikelolanya menipis sehingga diberlakukan sistem bergilir. Selain itu, air Embung Banyukuwung menyusut, sehingga suplai air di Rembang bagian barat macet. (jl-36)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA