| Senin, 12 Nopember 2007 | MURIA |
Lahirkan Bayi Besar, Biaya...?
BAIK Zuliyati (27) maupun suaminya, Imtihan (45), mengaku tidak punya firasat apa pun dengan kelahiran anaknya yang mencapai 6,2 kilogram. Mereka juga tidak terlalu kaget dengan anak pertamanya yang tergolong superbesar itu. Keduanya baru sedikit antusias ketika mengetahui dari Suara Merdeka bahwa putra mereka merupakan bayi terbesar yang pernah ditangani Rumah Sakit Umum Kudus. "Besar atau tidak yang penting anak dan istri saya selamat," kata Imtihan saat ditemui di rumahnya RT 3 RW 1 Desa Pelang, Kecamatan Mayong, Jepara, baru-baru ini. Zuliyati mengatakan proses kehamilannya wajar-wajar saja. "Tidak ada yang aneh. Cuma setiap tes USG, saya diwanti-wanti kalau akan punya bayi besar," kata ibu muda yang masih memakai lulur empon-empon hampir di sekujur tubuhnya itu. Soal ngidam istrinya, Imtihan juga mengatakan tidak ada yang aneh. "Biasa saja sewaktu hamil. Cuma bidan Rahmawati memperkirakan bayi yang ada di kandungan istri saya sekitar 5 kg," katanya. Menurut suaminya, sebelum dibawa ke rumah sakit, 25 Oktober lalu istrinya sudah ditangani bidan setempat. Zuliyati sampai menginap satu malam di sana, karena diperkirakan bayi terlalu riskan untuk persalinan normal maka bidan merujuk ke rumah sakit pada 26 Oktober. Sesampai di sana, pihak rumah sakit langsung menawarkan operasi. Operasi dimulai pukul 22.00 dan selesai setengah jam kemudian. "Ternyata lebih besar dari perkiraan bidan," katanya. Setelah operasi bayi masih mendapatkan perawatan khusus, sehingga Zuliyati pun belum pernah menyentuh anaknya. "Saya sendiri juga dirawat. Jadi saya baru melhat dari luar ruang perawatan saja," tuturnya. Meski begitu ia merasa bahagia, karena bayi yang dilahirkan selamat. Masalah Keuangan Yang menjadi kendala pasangan suami-istri tersebut tidak lain masalah keuangan. "Saya terus terang kalau terlalu lama dirawat sudah tidak punya uang lagi untuk ongkos rumah sakit." Sejak Rabu (7/11) sebenarnya ia sudah mengungkapkan hal itu dengan pihak rumah sakit, namun karena kondisi bayi masih memerlukan banyak perawatan pihak rumah sakit belum memberi izin. Pasalnya, biaya perawatan untuk istrinya yang dibayarkan sehari sebelumnya, Selasa (6/11), sudah mencapai Rp 3,5 juta. "Bagaimana lagi wong saya sudah kepepet. Lalu saya disarankan untuk mengurus surat keterangan miskin untuk keringanan biaya," kata pria yang menjadi karyawan di industri rumah tangga kerajinan monel itu. Sedianya, Sabtu lalu (10/11) Imtihan akan mengambil bayinya pulang. "Menurut dokter keadaannya sudah baik. "Untuk biaya perawatan bayi itu ia belum tahu biaya keseluruhan. "Tapi, katanya kalau surat keterangan dari desa sudah lengkap saya tinggal bayar obatnya saja," tandasnya.(Sony Wibisono-19) |