| Senin, 12 Nopember 2007 | INTERNASIONAL |
LINTAS JAGATPutus dengan PacarLONDON - Pangeran Harry putus dengan kekasihnya Chelsy Davy. Kabar tersebut pertama kali muncul di harian Mail Minggu kemarin. Menurut harian itu, Davy (22) mengaku kepada rekan-rekannya bahwa dia dan sang pangeran sudah berpisah. ''Dia sebetulnya masih menyukai Harry, namun dia butuh menemukan jatidirinya sendiri lebih dari sekadar kekasih Pangeran Harry,'' kata seorang rekan Davy. Harry (23), yang berpangkat letnan dua di Kavaleri, juga diberitakan kecewa setelah diberitahu bahwa dia tidak jadi dikirim bersama kesatuannya untuk bertugas di Afghanistan. Awal tahun ini, dia juga batal dikirim ke Irak sementara regunya ditugaskan ke medan tempur itu. Pihak militer berpendapat, terlalu berbahaya untuk menugaskan pangeran dalam misi itu. Juru bicara kerajaan tidak bersedia mengomentari berita soal putus cinta cucu Ratu Elizabeth itu. Juru bicara itu menegaskan, keluarga kerajaan tidak akan pernah mengomentari sisi kehidupan pribadi pangeran.(rtr-gn-25) PM Abdullah Dikecam KUALA LUMPUR - Oposisi Malaysia dan kelompok-kelompok hak asasi manusia Minggu mengecam pihak berwenang karena membubarkan demonstrasi dengan menggunakan gas pemedih mata, meriam-meriam air, dan penangkapan. Paling tidak tujuh orang dipukul dan ditendang oleh polisi. Beberapa demonstran dirawat di rumah sakit karena luka-luka akibat tindakan keras polisi. Polisi menutup pusat kota Kuala Lumpur, memasang barikade di jalan-jalan, memeriksa kendaraan-kendaraan dan mengusir para pengunjuk rasa dari Lapangan Merdeka saat para demonstran hendak menggelar aksi lagi kemarin. ''Para warga Malaysia harus bersuara keras dan tegas,'' kata pemimpin oposisi parlemen Lim Kit Siang, yang tergabung dalam aliansi partai-partai politik dan kelompok-kelompok masyaraat sipil. Media massa edisi Minggu hanya memuat foto-foto kemacetan lalu lintas akibat pendirian barikade di jalan-jalan. ''PM Abdullah harus menghormati janjinya ketika menjadi perdana menteri empat tahun lalu untuk mendengar kebenaran dari rakyat, kendatipun tidak menyenangkan, dan memberlakukan reformasi institusional untuk keadilan dan demokrasi,'' kata Lim.(ant-25) Misi HAM di Myanmar YANGON - Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa bidang Hak Asasi Manusia Paulo Sergio Pinheiro Minggu kemarin tiba di Yangon untuk memulai penyelidikan atas dugaan pelanggaran kemanusiaan terhadap para demonstran. Pinheiro telah mendaftar sejumlah penjara dan pusat-pusat penahanan untuk dikunjungi selama misi lima hari itu. Kantor HAM PBB di Jenewa tidak bersedia mengungkapkan rencana detail kunjungan Pinheiro. Namun, seorang diplomat mengatakan dia akan langsung menuju Bago, sekitar 50 km dari Yangon. Di kota itu, dia akan mengunjungi sebuah vihara yang diserbu tentara. Salah seorang ajudan mengatakan, Pemerintah Myanmar bersedia bekerja sama dalam misi kunjungan itu. Pinheiro akan melaporkan hasil kunjungannya saat sidang Dewan HAM PBB awal Desember ini. Namun, dia akan menggelar keterangan pers di Bangkok setelah menyelesaikan kunjungan itu.(rtr-gn-25) |