| Senin, 12 Nopember 2007 | BANYUMAS |
JALUR SELATANPencuri Motor DitangkapBANJARNEGARA-Perbuatan A Anshor (25), warga Desa Ampelsari, Kecamatan Banjarnegara, berakhir di dalam ruang tahanan Polsek Purwonegoro, pada Selasa (6/11) lalu. Hingga kemarin ia masih ditahan untuk kepentingan penyidikan atas perbuatannya selama ini. "Ia dikenal piawai beraksi mencuri sepeda motor, meski saat itu kendaraan incarannya diparkir di depan rumah si pemilik. Dari lima daerah atau lokasi yang disatroni kebanyakan berada di perumahan dan tempat keramaian," kata Kapolres AKBP Sutekad Muji Raharjo melalui Kapolsek Purwonegoro AKP Kristanto, kemarin. Dia mengemukakan, sebelum tertangkap setelah mencuri sepeda motor Honda Supra Fit di Dusun Karangplak, Desa Purwonegoro, Minggu (4/11) lalu, tersangka telah menggasak satu sepeda motor Yamaha Sigma dari Desa Merden, Kecamatan Purwonegoro. Sebelumnya, dia juga beraksi di tiga tempat yakni di Desa Ampelsari, Banjarnegara dengan hasil satu unit Honda Supra Fit, di Terminal Purbalingga satu Yamaha Mio dan di Kelurahan Sumampir, Banjarnegara, satu unit motor bebek KTM.(H25-29) Jembatan Negarajati Runtuh CIMANGGU- Jembatan yang menghubungkan dua dusun di Desa Negarajati, Kecamatan Cimanggu runtuh karena diterjang oleh derasnya air Sungai Cikokol, Sabtu (9/11). Musibah tersebut menyebabkan hubungan antara dua dusun, yakni Cacaban dan Pagedangan terputus. Peristiwa itu diawali hujan lebat sejak pukul 13.00 WIB. Air sungai Cikokol bahkan sempat melimpas, melompati jembatan hingga setinggi lutut orang dewasa."Air sempat melimpas sampai ke atas jembatan," kata Darkum (35), warga desa sekitar yang turut menyaksikan kejadian tersebut. Beban yang harus ditahan jembatan semakin bertambah karena sampah-sampah tanaman menyangkut dan menyumbat aliran sungai.Hal ini membuat arus sungai seakan terbendung. Camat Cimanggu, Drs. Asifudin mengungkapkan, putusnya jembatan itu mengakibatkan akses diantara kedua dusun itu menjadi lebih sulit. Warga yang ingin menyeberang, kini harus memutar melalui Desa Pesahangan - Negarajati. (J11-74) Resapan Berubah Fungsi CILACAP- Setiap kali turun hujan deras, puluhan ruas jalan di kota Cilacap tergenang air. Bahkan genangan juga terjadi di pemukiman penduduk. Seperti di Perumahan Bumi Ketapang Damai (BKD), Perumahan Tegalasri, dan di Perumahan Gunung Simping Permai (GSP). Genangan itu terjadi karena curah hujan yang tinggi. Tapi kondisi alam tersebut kurang diantisipasi oleh Pemkab Cilacap. Buktinya, sampai sekarang Pemkab setempat tidak berani mengambil sikap tegas terhadap keberadaan daerah resapan air di dalam kota. "Banyak daerah resepan air yang kini telah berubah fungsi menjadi pemukiman penduduk. Pemkab Cilacap tak berdaya mengatasi hal itu. Sebab, Pemkab lebih tertarik menerima setoran IMB dari developer, ketimbang mempertahankan fungsi kawasan tersebut sebagai daerah resepan air," kata Direktur Pusat Studi Kebijakan Lingkungan (Pusaka) Cilacap Chabibul Barnabas ST, kemarin. Menurutnya, selama ini semua sawah ditetapkan menjadi daerah resapan air. Bahkan ketentuan tersebut dimasukan ke dalam rencana tata ruang.(ag-74) Kekurangan Puluhan Dokter BANJARNEGARA-Untuk bisa memenuhi pelayanan yang baik dan mempermudah akses kesehatan, diperlukan tenaga dokter yang cukup. Banjarnegara masih membutuhkan banyak tenaga dokter umum dan gigi. "Selain itu dokter spesialis juga masih perlu ditambah, agar pelayanan kepada warga makin baik dan merata," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Yusrie Husein, belum lama ini. Meski demikian, lanjutnya, hal tersebut tak mudah untuk dipenuhi. Sudah berkali-kali pemda mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat, namun tak kunjung datang. Sebab, pemerintah pusat lebih mengutamakan daerah-daerah terpencil, karena itu tak banyak tenaga baru yang ditempatkan di Banjarnegara. Permasalahan kemudahan layanan akses kesehatan juga dibahas oleh anggota DPRD dalam sidang paripurna membahas prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) tahun 2008, pekan lalu. (H25-29) |