logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 12 Nopember 2007 BANYUMAS
Line

100 Titik Jalur KA di Jawa Rawan Bencana

PURWOKERTO- Di seluruh Pulau Jawa, terdapat 100 titik rawan bencana yang berpotensi mengganggu perjalanan kereta api. Untuk mengantisipasi bencana, di daerah-daerah semacam itu dijaga oleh petugas PT Kereta Api selama 24 jam.

Penjelasan itu disampaikan Dirut PT KA Rony Wahyudi, saat mendampingi Dirjen Perkeretaapian Wendy Aritenang Yazid yang sedang melakukan inspeksi dan singgah di stasiun Purwokerto, kemarin.

"Inspeksi ini dilakukan untuk melihat kondisi jalan dan jembatan kereta api dalam rangka angkutan Natal dan Tahun Baru," jelasnya.

Berdasarkan hasil peninjauan di lintasan KA yang ada di seluruh Daop di Jawa, di temukan 100 titik lebih lintasan kereta yang rawan terjadi bencana alam seperti banjir, longsor, dan tanah ambles.

"PT KA sudah menempatkan petugas untuk melakukan pengawasan selama 24 jam di semua titik yang rawan ambles, banjir dan tanah longsor," katanya.

Menurutnya, penjagaan selama 24 jam di daerah rawan bencana itu sudah dilakukan sejak angkutan Lebaran lalu. Namun, karena musim hujan tiba, hingga sekarang petugas pengawas tetap disiagakan di titik rawan itu.

Terendam Banjir

Dikatakan, ada beberapa titik yang nantinya akan segera ditangani terkait dengan bencana. Misalnya di Semarang yang relnya terendam banjir, pemerintah bersama PT KA, akan berusaha untuk meningggikan jalur yang terendam banjir tersebut.

"Lokasi rawan bencana lain yang harus segera ditangani masih dalam diinventarisasi. Meski belum ditangani atau dilakukan perbaikan, tapi penjagaan terus dilakukan selama 24 jam. Pemeriksaan jalan juga dilakukan secara ekstra, yaitu dua jam sekali,"kata Ronny

Sementara persiapan yang sudah dilakukan PT KA Daerah Operasi (Daops) V Purwokerto, adalah dengan telah disiapkannya alat material untuk siaga (Amus) guna menghadapi kalau terjadi bencana. Amus disiapkan di beberapa lokasi, seperti Kroya, Prupuk, dan Purwokerto.

Selain menyiapkan amus, Kepala Daop V Saiful Echwan yang mendampingi Dirjen Perkeretaapian dan Dirut PT KA menambahkan jajaran Daop V juga menyiapkan beberapa regu yang siap diterjunkan ke lokasi bila ada bencana alam yang mengganggu lintasan kereta.

"Regu yang beranggotakan sekitar 10 orang itu disebut flying gang. Mereka siap diterjunkan ke lokasi, saat terjadi bencana alam baik banjir, longsor, atau ambles yang bisa mengganggu perjalanan kereta api," jelasnya.(G23-74)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA