logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 10 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Murdoko Daftar Calon Gubernur

Legawa jika DPP Tak Merekomendasikan

SEMARANG- Ketua DPD PDI-P H Murdoko SH menyatakan keseriusannya mendaftar sebagai calon gubernur (cagub) lewat PDI-P. Kepastian itu disemangati perlunya pendidikan politik masyarakat, khususnya kader dan konstituen PDI-P. "Jadi, sebagai kader saya pun siap dengan segala konsekuensi yang digariskan partai. Artinya, jika ternyata saya tidak mendapatkan rekomendasi dari DPP, saya juga siap dan legawa menerimanya,'' kata Murdoko.

Menurutnya, bagi pendaftar melalui PDI-P diharapkan juga siap dengan segala keputusan partai, baik DPD maupun DPP PDI-P. "Kalau saya tidak mendapat rekomendasi dari DPP, ya saya siap. Maka calon lainnya hendaknya juga bisa legawa," katanya.

Begitu pula menyangkut formasi pasangan cagub-cawagub, Murdoko juga menyatakan, pihaknya tidak bisa memutuskan sendiri. Formasi itu diserahkan kepada tim verifikasi yang terdiri atas DPD dan DPP PDI-P. "Untuk itu, formasi pasangan ini sampai sekarang belum bisa tergambarkan," ungkap Ketua DPRD Jateng itu.

Tentang hal itu, Murdoko juga menyatakan siap dengan apapun formasinya, sebagai mana yang disepakati tim verifikasi DPD dengan DPP PDI-P. ''Sejauh ini saya tetap mendaftar sebagai calon gubernur. Persoalan formasi diubah tim verifikasi, itu persoalan nanti. Yang jelas saya akan bersikap dewasa dalam berpolitik. Ini saya harapkan juga diikuti para pendaftar cagub-cawagub lain yang melalui PDI-P."

Soal alasan dia maju dalam pencalonan, Murdoko menyatakan, sebagai ketua partai politik, dirinya juga harus berani tampil. Selain itu juga untuk membuktikan loyalitasnya sebagai kader PDI-P. "Kalau misalnya nanti saya tidak direkomendasi, saya tetap akan loyal kepada PDI-P. Tidak ada istilah mbalela seperti pengalaman-pengalaman yang ada," kata Murdoko.

Terkait dengan pemberitaan yang menyebutkan bahwa dirinya tidak terdaftar dalam cagub PDI-P, katanya, sudah jelas bahwa dari 13 pendaftar, satu di antaranya adalah dia. Bahkan pengambilan formulir itu sudah dilakukan sejak awal-awal pendaftaran, bersamaan Chaerul Rasjid.

Pegang kesepakatan

Sementara secara terpisah, Ketua Penjaringan Pilgub DPW PAN Jateng, M Riza Kurniawan mengatakan, pihaknya tetap memegang kesepakatan politik yang sudah dibangun sejak awal dengan PDI-P Jateng.

"Kami tetap memegang kesepakatan yang sudah tertulis di surat perjanjian, bahwa PDI-P dan PAN akan terus berkoalisi di tingkat parlemen maupun Pilgub 2008. Dan, perjanjian ini akan kami bawa hingga ke DPP PAN maupun DPP PDIP," jelasnya.

Pernyataan ini merasa perlu disampaikannya, mengingat adanya friksi (perpecahan) di tingkat DPP PAN menyangkut masalah dengan siapa PAN harus berkoalisi. Dia mengungkapkan, belum lama ini Tamzil dan tim suksesnya menemui Ketua Umum PAN, Soetrisno Bachir, dan menyatakan keinginannya untuk berkoalisi. Di samping itu ketua Bapilu DPP PAN, Totok Daryanto, juga mendukung koalisi PAN dengan Tamzil.

''Jadi ada dua pandangan yang menginginkan dengan siapa PAN harus berkoalisi. Apakah dengan Tamzil atau PDI-P. Sampai sekarang ini belum selesai, dan pada rapat internal di DPP terjadi deadlock, karena ada perbedaan pendapat itu," tegasnya. (C27-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA