logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 09 Nopember 2007 OLAHRAGA
Line

PSIS

Suporter Demo

BALAI KOTA-Keinginan suporter PSIS agar tim kebanggaannya memperoleh kucuran dana Rp 3,1 miliar pada APBD perubahan 2007 sulit terkabulkan. Soalnya, sikap DPRD Kota Semarang soal penolakan tambahan dana itu sudah final.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Sriyono, ketika menerima para suporter yang berdemo, di ruang pimpinan Dewan, kemarin. Sriyono didampingi Wakil Ketua Bambang Raya Saputra dan Slamet Harzuanto, serta dua anggota Panitia Anggaran dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Ari Purbono dan Fris Dwi Yulianto. Kelompok suporter diwakili antara lain Ketua Panser Biru Irawan Yuswono dan Ketua Snex Edy Purwanto. "Keputusan itu diambil dalam rapat paripurna, yang dihadiri legislatif dan eksekutif. Saat ini, APBD Perubahan itu dalam proses evaluasi Gubernur," terang Sriyono.

Siang itu, sekitar 200-an suporter menggeruduk Balai Kota, mendemo penolakan tambahan dana untuk PSIS. Mereka menamakan diri Kesatuan Aksi Suporter Semarang (Kasus). Para suporter itu meminta DPRD meninjau kembali keputusannya, yang tidak menyetujui tambahan dana untuk pasukan "Mahesa Jenar".

"Selain itu, kami meminta komitmen Dewan untuk membantu mengatasi permasalahan PSIS," ujar Ketua Umum Panser Biru, Irawan Yuswono. "Kalau di kabupaten dan kota lain bisa, mengapa di Semarang tidak?" timpal Ketua Umum Snex, Edy Purwanto.

Komitmen

Para suporter juga mewacanakan kemungkinan pengalihan anggaran dari pos lain ke PSIS, untuk memastikan kelanjutan klub kebanggaan warga Semarang itu mengikuti kompetisi Liga Djarum Indonesia 2007.

Mengenai komitmen untuk PSIS, Sriyono mengatakan, DPRD sudah menunjukkan keberpihakan yang besar. Pengucuran dana miliaran rupiah setiap tahun merupakan salah satu bukti komitmen itu. Kalau dana itu terus-menerus dikucurkan, di samping menyalahi Permendagri No 26 tahun 2006, juga menimbulkan rasa iri bagi cabang olahraga lainnya.

"Sekarang saya bertanya balik, kalau dana Rp 14,4 miliar yang telah diberikan pada APBD 2007 dianggap kurang, kurangnya di mana? Terus, uang rakyat sebesar itu digunakan untuk apa saja, kami (DPRD-Red) tidak pernah diberi laporan," papar Sriyono.

Dihubungi terpisah, Manajer PSIS Yoyok Sukawi membantah pernyataan manajemen tidak pernah membuat laporan keuangan. Setiap kompetisi, laporan keuangan selalu dibuat dan diperiksa oleh Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah (DPKD) dan Badan Pengawas Daerah (Bawasda). Selain itu laporan keuangan tersebut juga diberikan kepada anggota Dewan.

Keputusan Dewan yang menolak tambahan dana dari APBD perubahan sebesar Rp 3,1 miliar, bisa diterima Yoyok. Karenanya, dia tidak ingin lagi membicarakan masalah tersebut. Konsentrasinya saat ini hanya ingin mengumpulkan dana sebanyak-banyaknya agar PSIS bisa melanjutkan kompetisi hingga selesai. Bahkan, kalau memungkinkan masuk Superliga. "Kami yakin manajemen dan pengurus mampu mengatasi permasalahan dana. Musim ini, PSIS bakal bisa melanjutkan kompetisi sampai selesai," tandasnya. (H9, H13- 22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA