logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 09 Nopember 2007 OLAHRAGA
Line

Pengantre Tiket Marah

JAKARTA-Ratusan calon penonton pertandingan Pra-Piala Dunia 2010 Zona Asia antara Indonesia melawan Suriah di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Kamis kemarin menyerbu Kantor PSSI.

Mereka memburu tiket yang dijanjikan bisa dibeli mulai Kamis pukul 11.00. Ternyata apa yang dijanjikan tak terbukti. Karuan saja mereka marah. ''Padahal di semua media PSSI mengatakan tiket sudah bisa dibeli Kamis mulai pukul 11.00. Tapi, mana buktinya," teriak seorang pengantre sembari menggoyang-goyangkan pagar.

Kejengkelan bertambah setelah salah seorang pengurus PSSI keluar dan menempelkan kertas yang berisikan pengumuman tentang distribusi tiket. Pembelian karcis ternyata baru bisa dilayani mulai pukul 11.00 WIB hari ini.

Mereka memaksa untuk bertemu dengan panpel yang mengurusi tiket. "Saya datang dari pukul 9.00 untuk antre tiket. Mana buktinya!," ujar seorang calon penonton yang mengaku bernama Yosef Himawan. Ia datang dari Bandar Lampung untuk mendukung Ponaryo Astaman cs.

Turunkan Bendera

Saking marahnya, mereka kemudian menurunkan bendera PSSI dan membakarnya di halaman kantor. Koordinator Bidang Tiket Ferry Paulus kemudian menemui perwakilan dari calon penonton untuk menjelaskan masalah yang terjadi.

Dari pengakuan Ferry, tiket belum bisa dijual karena masih harus disahkan oleh Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) DKI Jakarta. "Tiketnya baru kami serahkan ke Dispenda tadi pagi. Kami mohon maaf atas keterlambatan ini," jelasnya.

Seharusnya pihak panpel mengantisipasi dan harus belajar dari pengalaman kisruh saat menjadi tuan rumah Piala Asia. Apalagi untuk pertandingan antara Indonesia versus Suriah itu pihak panitia mengaku telah mencetak 80. 000 lembar tiket.

Tonton Video

Kolev diperkirakan menampilkan formasi 4-3-3 dalam pertandingan tersebut. Asisten pelatih Syamsudin Umar dalam pertemuan persnya menjelaskan kesiapan pasukannya. ''Perkembangan pemain sangat menggembirakan. Mereka sudah paham dengan pola dan skema permainan yang tim pelatih inginkan, '' katanya.

Menurut dia, pelatih dan pemain telah menonton rekaman pertandingan antara Suriah melawan Iraqkdan Suria melawan Yordania.

''Dari dua video yang kami lihat, mereka memiliki keunggulan postur. Permainannya menekan. Saat mereka kehilangan bola, ada lebih dari lima pemain yang langsung menjaga pertahanan,'' lanjutnya.

Namun, Syamsudin tidak khawatir karena ia dan Kolev sangat yakin dengan materi pemain yang ada saat ini. Mereka dinilai mampu mengimbangi permainan cepat lawan.

'' Materi pemain timnas saat ini sangat kompetitif. Apalagi setelah dikombinasikan dengan beberapa pemain timnas U-23 yang sangat potensial. Saya yakin dengan kecepatan dan kemampuan individu yang dimiliki, mereka akan mampu membongkar pertahanan lawan,'' tutur mantan pelatih Persita dan PSM tersebut. (wgm-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA