| Jumat, 09 Nopember 2007 | WACANA |
Surat PembacaAliran NylenehAkhir-akhir ini aparat kembali disibukkan mengurusi aliran Al Qiyadah yang konon divonis aliran sesat oleh MUI. Dengan dalih menjaga stabititas kehidupan masyarakat agar tak terhasut mengikuti aliran tersebut, aparat melakukan tindakan represif. Pendekatan semacam itu nyaris sama dan berulangkali terjadi bila berhadapan dengan kasus aliran yang aneh-aneh. Tidak salah memang. Tapi menurut saya agak berlebihan yakni ada kesan perlakuan nyaris sama terhadap jaringan teroris yang sering mengatasnamakan agama. Padahal ini jelas kasus berbeda yaitu soal keyakinan dan iman seseorang. Di negara sekuler tidak dan negara agama pun bukan seperti Indonesia, hal ini memang serba membingungkan. Tapi legitimasi lembaga agama seperti MUI memang begitu berpengaruh, tidak hanya memutuskan sesat atau tidaknya suatu aliran keagamaan tetapi juga bisa meminjam secara tak langsung tangan kekuasaan lewat aparat untuk membasmi kelornpok yang menyempal dari pakem. Lebih runyam lagi didukung umat yang begitu sensitif dan suka kekerasan sebagai solusi dalarn menghadapi perbedaan. Tumbuhnya sektarianisrne dalam agama adalah keniscayaan yang tak bisa ditolak. Persoalannya, mengapa haI itu bisa terjadi. Jangan-jangan ada yang saIah dalam pembinaan kehidupan beragama di kalangan umat. Memang secara kuantitas perkembangan kehidupan Islam di negara ini barangkali tak perlu diragukan. Tetapi itu belum tentu secara kualitas. Kalau pun secara kualitas, mungkin baru menjadikan umat saleh ritual, belum saleh sosial. Masih banyak bahkan mayoritas umat Islam Indonesia hidup dalam garis kemiskinan. Mereka yang mestinya bisa berharap uluran kasih saudara seiman hanya gigit jari. Bukan tidak mungkin dari penyikapan keliru terhadap sesama muslim yang lebih beruntung, Ialu menimbuikan skeptisme terhadap agamanya. Inilah Iadang subur bagi munculnya aliran nyleneh tersebut. Ke depan mestinya institusi keagamaan harus lebih banyak mawas diri menyikapi persoalan tersebut. Saya sependapat dengan KH Abdurrahman Wahid yang menyatakan, aliran macam Al Qiyadah adalah salah, bukan sesat. Jadi, kalau salah seharusnya MUI bisa membimbing dan menunjukkan kesalahannya serta mengajak ke jalan kebenaran. Heru Mugiarso Jl Bukit Kelapa Sawit IV/30-31, Semarang Untuk Telkomsel Saya menggunakan kartu Simpati prabayar area Manado Sulawesi Utara 08124483619 mulai 2002 dan tinggal di Semarang sejak Juli 2006. Lebaran, saya pulang di kampung halaman (Klaten), kartu masih bisa digunakan. Permasalahan muncul setelah saya kembali ke Semarang, pada 19 Oktober 2007 ternyata kartu Simpati tidak bisa digunakan. Untuk menelepon keluar atau SMS bahkan menghubungi 888 atau 116 pun tetap tidak bisa kecuali hanya menerima panggilan dan SMS saja. Yang membuat heran dan kecewa, mengapa terjadi hanya di daerah Tlogosari atau sepanjang jalan arteri Soekarno Hatta, tempat saya bekerja. Sedang dari rumah (Jl MT Haryono), kawasan Simpanglima dan sekitarnya sampai Tembalang, kartu bisa digunakan untuk panggilan keluar. Kemudian pada 30 Oktober 2007 sekitar pukul 12.30 WIB saya mencoba menghubungi 116 dari Tembalang untuk menyampaikan keluhan tersebut. Petugasnya menyarankan, pada menu pilihan operator pilih manual. Sorenya saya kembali ke tempat kerja mencoba saran tersebut, ternyata tetap tidak bisa. Pada 31 Oktober 2007 pukul 08.00 WIB saya hubungi 116 lagi dan sarannya, kartunya dipindah ke ponsel lain (saat ini saya pakai Nokia 6030). Ketika di tempat kerja saya coba pindah ke ponsel LG KG300 ternyata juga tidak bisa. Yang membuat lebih heran mengapa hanya kartu Simpati yang notabene dari luar daerah saja yang tidak bisa digunakan. Saya tanya teman pengguna kartu Simpati Area Semarang toh tetap bisa digunakan. Mohon kepada Telkomsel dapat membantu mengatasi permasalahan ini mengingat pentingnya komunikasi khususnya dalam pekerjaan saya, sehingga tidak mengecewakan orang lain hanya karena tidak bisa menelepon atau kirim SMS. Djunarto Kalasey Satu Jaga I Pineleng Minahasa, Sulawesi Utara *** Soal Uang Titip Sidang Menanggapi Surat Pembaca Sdr Rangganata Adi mahasiswa FBIB Unisbank Semarang 26 Oktober 2007 berjudul "Uang Titip Sidang", kami ucapkan terima kasih atas saran dan kritiknya sebagai bentuk kepedulian masyarakat kepada Satuan Lalu Lintas agar ke depan bisa lebih baik lagi. Untuk itu kami Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng memberikan jawaban sbb: Bila pemakai jalan tertangkap tangan melanggar, secara yuridis dapat langsung ditilang. Penyuluhan dan penerangan masalah lalu lintas telah banyak dilakukan oleh Polri khususnya di Jateng termasuk banyak pihak yang turut berpartisipasi. Ketika pada waktu bersamaan ada lebih dari 1 pelanggar adalah tidak mungkin menangani semuanya secara bersama, jadi belum tentu diskriminasi. Bahwa upaya penindakan terhadap pelanggaran, peraturan lalu lintas semata-mata ditujukan untuk memelihara keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran dalam berlalu lintas yang dibutuhkan oleh semua pemakai jalan, masyarakat, bangsa dan negara. Terhadap Polantas yang menerima uang titipan denda tilang, kami teliti lebih lanjut dan bila ada penyimpangan akan diproses sesuaii ketentuan. Kasubdit Dikyasa Jateng AKBP R Slamet Santoso SH SIk *** Tentang Printer Canon Saya menanggapi tulisan Bapak Ruslim Hendriana Spd di Karangmangu RT 2/RW 5 Kroya Cilacap di Surat Pembaca 5 November 2007 berjudul "Beli Printer Canon". Kami jelaskan, cartridge atau tinta adalah termasuk barang habis terpakai (consumable part) sehingga tidak termasuk dalam item yang diberi garansi. Hal ini tercantum jelas pada lembar kartu garansi PT Datascrip pasal 3. Bila cartridge atau tinta tersebut rusak tapi kondisinya masih penuh, baru dan original, saya akan menggantikan tanpa biaya. Pengecekan kondisi cartridge dilakukan di Canon Authorized Service Center. Untuk itu, customer diimbau menghubungi Canon Authorized Service Center yang terdekat yang nomor teleponnya tercantum di lembar kartu garansi. Pada umumnya kerusakan pada cartridge adalah diakibatkan pemakaian yang tidak benar, seperti ada modifikasi atau penggunaan tinta refill/isi ulang. Tidak tertutup kemungkinan sebuah cartridge atau tinta yang baru sekali pun akan rusak dalam waktu singkat akibat hal tersebut. Edy Marsuki (Oscar Computer) Jl MT Haryono 607, Semarang *** Penyelesaian Kredit Macet di BRI Pemalang Pada 22 Oktober 2007 saya ke kantor Cabang BRI Pemalang untuk menyelesaikan kredit macet KMKP tahun 1989-an atas nama Lujeng Priyanto/Halimah. Tunggakan macet ini sudah lama dengan sisa kredit terakhir Rp 18,6 juta. Petugas BRI Sdr Hartono yang datang ke rumah menjelaskan bila melunasi pinjaman baik sekali bayar atau mengangsur akan dapat keringanan. Keringanan ini baik jangka waktunya lebih lama maupun jumlah angsurannya diperkecil sesuai kemampuan. Kebetulan waktu Lebaran banyak saudara pulang kampung yang membantu membayar utang itu. Singkat kata saat ke kantor Cabang BRI Pemalang saya menawar bayar Rp 12 juta. Tetapi menurut Sdr Hartono, pokok pinjaman saja belum dapat hingga akhirnya saya minta dipertemukan dengan pimpinan BRI. Akhirnya terjadi kesepakatan dengan pimpinan, saya cukup bayar Rp 14,5 juta. Saya senang sebab prosesnya cepat, tidak bertele-tele. Dalam 1 hari sudah ada kepastian sehingga ganjalan tentang kredit macet selesai dan saudara dari rantau bisa pulang dengan senang. Halimah Belik Krajan RT 8/RW 1 Belik, Pemalang *** PLN Cabang Kudus Tanggal 10 Oktober 2007 pukul 12.30 saya melaporkan gangguan pada instalasi listrik di rumah. Karena ada kepentingan sehingga setelah itu tidak langsung pulang ke rumah. Ternyata sekitar pukul 14.30, saya ditelepon ibu yang menyatakan ada petugas PLN dengan peralatannya siap mengecek gangguan listrik di rumah. Saya tidak menyangka begitu cepat tanggapan yang diberikan pihak PLN Jepara. Bukan itu saja, jika ada laporan listrik padam juga relatif cepat tertangani. Salut atas tanggapannya dan maaf saya malah tidak ada di rumah. Aris Taufik Wibowo Purwosari Sekaran 701, Kudus *** Pesan Buku di Gramedia Saya pelanggan TB Gramedia Pandanaran Semarang. Selama ini saya puas atas layanan telepon-pesan-ambil buku di counter CSO yang sangat membantu serta menghemat waktu maupun energi. Pada 29 Oktober 2007 pukul 19.00 saya telepon Gramed Pandanaran untuk pesan buku. Pelayanan baik dan saya meninggalkan no telepon untuk dihubungi kalau ada masalah. Karena tidak ada telepon maka 30 Oktober 2007 pukul 13.00-an saya berniat mengambil buku pesanan. Di counter ada CSO yang belum pernah saya lihat yang irit senyum dan kurang membantu. Saya menunggu selama 30 menit tanpa mendapatkan jawaban jelas tentang nasib 2 buku pesanan saya. Dia malah bernada menyalahkan petugas yang menerima pesanan saya dan terus melayani orang lain. Lho, memangnya sudah tidak ada koordinasi antarpetugas?. Ketika saya ingin bicara dengan Duty Manager, muncul Mas Gilang CSO ramah dan beberapa kali membantu saya via telepon. Dia menjelaskan buku pesanan saya yang menurut komputer stoknya masih 15, kode raknya tidak tertera sehingga sulit dicari. Sebagai orang awam, saya heran dengan sistem penempatan buku di Gramed yang berkesan amburadul. Namun dia yang sangat apologetis dan helpful itu menerima amarah saya dengan sabar. Selain itu dia juga yang menemukan salah satu buku yang saya cari. Kedongkolan dan kekecewaan saya terobati di Gramedia Java Mall. Dalam waktu kurang 3 menit saya dapatkan buku yang saya cari dengan pelayanan profesional, penuh senyum dan sabar. Selamat, Gramedia Java Mall dan salam kecewa Gramedia Pandanaran. Ratna Asmarani Jl Aryamukti 841, Semarang Cerita dan Rakyat Jalan menjadi sarana vital bagi kehidupan. Jalan juga menjadi acuan untuk menilai tingkat kemakmuran suatu daerah. Daerah yang mampu membangun akses jalan mulus sampai ke pelosok dusun menunjukkan tingkat kehidupan perekonomiannya sudah mapan. Sedang daerah yang kondisi jalannya banyak rusak bahkan ada yang masih asli tanah tanpa polesan batu dan aspal, dicap sebagai daerah minus. Jalan banyak menyimpan cerita. Di sinilah keringat rakyat, senda gurau bahkan kepedihan telah tumpah. Lamunan, janji indah, rencana hidup, proyek bersih atau kotor sekali pun kadang tersusun di jalan. Kejujuran vs kemungkaran sering beradu di sini, kadang kalah kadang menang. Sebagian orang bahkan banyak menghabiskan waktu hidupnya di jalan. Seorang pemimpin daerah yang ingin benar-benar melayani rakyatnya pasti berusaha untuk membangun sarana jalan yang memadai. Karenanya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Demak yang terlihat bergegas memperbaiki jalan rusak walau harus gilir kacang, satu-satu. Yang belum ya sabar. Para perantau tentu bangga ketika pulang kampung ternyata betonisasi telah mewarnai wajah sebagian jalan di daerahnya. Dalam kacamata awam, beberapa ruas jalan beton sudah baik namun ada juga yang kurang bagus penyelesaiannya. Sudah terlihat retak dan kasar, kemudian digebyur dengan aspal. Mari semua ikut memonitor pembangunan jalan sehingga tak terjadi manipulasi. Seyogianya para pemakai jalan justru hati-hati saat melewati jalan beton tersebut karena lebih sempit dari lebar jalan semula. Mentang-mentang jalan mulus terus padha sakpenake dhewe. Banyak truk/mobil membawa muatan berlebihan lewat jalan kampung saya hingga nyundul kabel listrik, akibatnya arus listrik pun padam. Saya sarankan kepada orang tua lebih bijak memberi kepercayaan kepada anaknya dalam mengendarai motornya. Saat ini anak usia SD sudah banyak yang naik motor, ngebut layaknya pembalap wahid. Dhuh, mbok aja dumeh.... Indra Ari Bakalrejo RT 5/RW I Guntur, Demak *** Paguyuban Samiaji Pada tanggal 9 Juni 2007 di Kelurahan Tembalang Semarang terbentuk Paguyuban Lansia "Samiaji" di bawah naungan PWRI Kelompok I Ranting Tembalang yang diketuai Bapak H Ir Soegito Jl Banjarsari 51 Semarang. Saat ini anggotanya berjumlah 50 orang terdiri bapak/ibu yang sebagian usianya di atas 70 tahun. Sebagian lagi yang baru saja memasuki masa purnabakti. Kegiatan yang dilakukan, senam pagi tiap Sabtu dan pertemuan di rumah ketua. Sejatinya akan lebih berkesan bila acara diisi sarasehan/kangen-kangenan sebagai refreshing untuk menghindari stres. Menurut dokter FX Rudhi Harsono DTMH SpPD dari RSU Ungaran, lansia merupakan figur tersendiri dan sumber daya manusia yang patut dihormati dan dihargai. Para lansia harus berusaha hidup teratur dan gembira, tidak gampang frustrasi, rutin berolahraga dan beraktivitas lainnya. Jangan lupa bersyukur dan bertakwa kepada Tuhan YME agar tetap sehat, berguna dan bahagia, bukan menjadi kelompok yang membebani keluarga. Dalam waktu tidak lama, paguyuban ini akan menambah kegiatan sehingga tidak terjadi kejenuhan. Saiman Abidin Jl Tembalang Baru I/89, Semarang *** Penipuan yang Atasnamakan Telkom Saya menerima telepon dari orang yang mengaku Bapak Budiman. Isinya minta saya segera menghubungi Bapak Bambang di 08888528357. Setelah saya hubungi dia menyatakan bahwa dalam rangka HUT ke-52 Telkom, saya katanya mendapatkan hadiah TV Toshiba 29" dan uang tunai Rp 25 juta. Semula saya ragu, maklum merebaknya penipuan di mana-mana. Yang menjadi kecurigaan, penelepon menyuruh saya mentransfer Rp 500 ribu setelah sebelumnya menanyakan identitas KTP dengan tujuannya untuk mengetahui PIN. Setelah menganalisa, segera saya hubungi Telkom dan jawabannya bahwa tidak ada lagi nomor undian. Jadi itu penipuan. Karena membayar telepon via bank setelah di print out ternyata biaya telepon menjadi Rp 100.000 lebih. Dasar penipuan model baru, kalau tidak dapat uangnya maka yang disedot pulsanya. Saya tidak dapat berbuat apa-apa. Hannudjaya Jl Kuala Mas Brt XIV/705, Semarang *** Direktur RSU RA Kartini Sebagai orang kecil saya bangga dan terharu kepada Direktur RSU RA Kartini Jepara. Peristiwa ini terjadi ketika saya bertugas menjaga titipan motor pada 14 Oktober 2007. Waktu itu ada mobil plat merah berhenti dekat pintu keluar. Bapak, ibu dan anaknya keluar dari mobil dan menyalami kami bertiga yang kebetulan jaga di pintu keluar. Ternyata bapak beserta ibu dan anaknya tersebut adalah Direktur RSU RA Kartini yang baru. Memang saya secara pribadi waktu itu belum mengetahui direktur yang baru. Terima kasih Pak Direktur yang sudi menyalami orang kecil yang dilihat dari strata sosial termasuk pekerja paling rendah. Pak direktur saya mau lapor tentang SMS di harian ini beberapa waktu lalu. Bahwa tidak ada penarikan titipan motor (bukan parkir) di hari biasa Rp 2.000 dan di Hari Raya Rp 3.000. Itu tidak betul. Saya tahu rasanya jadi orang kecil yang juga butuh makan tapi tetap loyal dan bertanggung jawab dalam pekerjaan. Biarlah mencari rezeki dari titipan motor untuk memberi nafkah anak dan istri. Mohon maaf. Nurbadi (penjaga titipan motor) Kaliaman RT 2/RW 6 Kembang, Jepara |