logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 09 Nopember 2007 MURIA
Line

WORO WORO

FBB Urung Datangi DPRD

BLORA- Rencana Forum Blora Bersatu (FBB) mendatangi DPRD untuk mendesak pengisian jabatan bupati definitif tidak jadi dilaksanakan kemarin. Penyebabnya, sejumlah eleman yang tergabung dalam FBB belum mengirimkan wakilnya. Padahal perwakilan lainnya telah siap berangkat menemui para wakil rakyat yang tidak mengikuti studi banding ke Bali dan Jakarta.

Salah seorang sesepuh FBB, H Mawardi Jamil menyatakan, kesibukan para anggota FBB menjadikan rencana datang ke DPRD dan berdialog dengan para wakil rakyat gagal terlaksana. ''Hanya satu-dua orang yang telah siap. Sedangkan yang lain sibuk dengan pekerjaanya masing-masing. Karena jumlahnya sedikit, kami tidak jadi datang ke DPRD,'' ujarnya.

FBB merupakan wadah yang dibentuk 30 organisasi masyarakat, pemuda dan mahasiswa serta lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk menyuarakan aspirasi terkait pengisian jabatan bupati. (H18-76)

Ditolak, Anggaran Rumah Dinas

REMBANG - Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) menolak penganggaran perawatan rumah dinas bupati Rp 582.072.000 pada APBD Perubahan 2007. Anggota FKB Sugeng Ibrahim mengemukakan, pihaknya menolak karena dana itu cenderung dimanfaatkan untuk hal-hal manipulatif. ''Dari informasi yang kami dapatkan dari berbagai pihak dari kalangan eksekutif, dana itu akan dipakai untuk pembuatan patung di kompleks rumah dinas bupati dan bukan perawatan rumah dinas tersebut,'' ungkapnya.

Padahal, lanjutnya, pada 2006 pernah ada anggaran untuk pembuatan patung. ''Oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), pembuatan patung pada 2006 itu dianggap menyalahi aturan dan prosedur pelelangan. Karena itu, uangnya harus dikembalikan ke kas daerah. Kami khawatir anggaran yang diajukan pada tahun ini hanya sekadar akal-akalan untuk menutupi pembuatan patung pada tahun lalu,'' tandasnya. (H19-69)

Hujan, Rendemen Tebu Turun

KUDUS - Memasuki musim hujan, rendemen atau kadar gula tebu di Kudus mengalami penurunan. Menurut Ketua Pemuda Tani HKTI Kudus, Moch Anshori, berdasarkan pengamatan di PG Rendeng setelah curah hujan meningkat, rendemen tebu rata-rata 6,2-6,5. ''Setidak-tidaknya, angka ideal rendemen itu 7, tapi karena sudah kena hujan rendemannya turun,'' ucapnya.

Penurunan rendemen tebu secara langsung berakibat pada turunnya nilai jual tebu. Pada kondisi ideal di musim kemarau, petani bisa menjual tebu minimal Rp 1 juta per kotak (1400-1.700 m persegi). Sedangkan saat musim hujan maksimal Rp 400 ribu per kotaknya.

Kendala lain yang dihadapi petani tebu saat hujan adalah kesulitan transportasi. ''Kondisi tanah gembur sehingga truk pengangkut kesulitan masuk ke area persawahan,'' terang Anshori. (son-76)

Juara Umum MTQ Perlu Dipertahankan

PATI-Prestasi kafilah (kontingen) Kabupaten Pati meraih juara umum MTQ Umum XXII tingkat Jawa Tengah diharapkan bisa disambut bangga masyarakat luas. Bukan hanya bangga, karena kemenangan lombanya, tapi lebih pada memaknai kemenangan dengan memotivasi diri mempelajari, memahami, dan mengamalkan Alquran. Ungkapan tersebut disampaikan Wakil Bupati Kartina Sukawati SE MM, kemarin. Dengan kemenangan itu, dia mengimbau kaum muslim selalu mencerminkan nilai-nilai Islam dalam kehidupannya sehari-hari.

"Kemenangan ini memang sebuah kebanggaan, sehingga perlu diikuti dengan peningkatan perilaku yang baik. Dengan demikian, citra Kabupaten Pati sebagai pemenang MTQ tidak pudar," harapnya.

Dia menambahkan, para qari dan qariah yang menjadi pemenang untuk terus meningkatkan prestasinya di tingkat nasional Juni 2008. (fen-36)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA