| Kamis, 08 Nopember 2007 | PANTURA |
KELILING panturaDiperketat, Pengamanan Rel KAPEKALONGAN - Kasus pencurian rel dan kabel telekomunikasi jalur kereta api (KA) di sejumlah daerah, membuat aparat keamanan memperketat pengamanan. Seperti yang dilakukan Polresta Pekalongan. Sejumlah tempat yang dianggap sebagai titik rawan pencurian dijaga. Kapolresta AKBP Drs Kushariyanto MM melalui Kasat Samapta AKP Djoko Sutopo menandaskan, di Kota Pekalongan, terdapat dua titik rawan, yakni perlintasan kereta api di sekitar Kelurahan Setono dan Gamer. Dua lokasi tersebut situasinya cukup sepi sepi dan jauh dari pemukiman penduduk, sehingga dikhawatirkan memudahkan para pencuri beraksi. Djoko mengungkapkan, selain menempatkan anggota, bentuk pengamanan yang dilakukan yaitu patroli pada jam-jam tertentu. ''Di samping itu, kami mengimbau warga agar segera melapor ke aparat kemananan, jika mencurigai ada rel yang rusak,'' tandasnya. (H4-52) Rp 281,7 Juta Terbuang BREBES - Sekitar 626.018 surat suara yang tidak dipakai dalam Pilkada Brebes, akibat banyak pemilih yang tak menggunakan hak pilih menyebabkan Pemkab membuang percuma biaya cetak surat suara senilai Rp 281.708. 100. Berdasarkan data on line count Kantor Pengelolaan Data dan Kearsipan Elektronik (PDE), dari hak pilih 1.361.899 hanya 769.829 (57,22 persen) hak pilih sah yang menggunakan suaranya. Dengan demikian terdapat 582.090 surat suara yang tidak digunakan. Jika KPUD menyediakan 1.361.899 surat suara plus 2,5 persen cadangan berarti total yang disediakan 1.395.847. Namun karena hanya 769.829 surat suara yang digunakan, maka sisa surat suara mencapai 626.018 lembar. Jika satu surat suara dibuat dengan anggaran Rp 450, maka anggaran yang terbuang Rp 281.708.100. Angka surat suara yang digunakan belum termasuk yang masuk kategori rusak atau blangko yang diketahui setelah pencoblosan. (wh-61) Kasus Dobel Anggaran APBD KAJEN - LSM Forum Lintas Pelaku (FLP), kemarin mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kajen. Mereka bersama koordinatornya Noor Zein Thoat mendesak agar kejari menyidik enam tersangka lain dalam kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten Pekalongan tahun 2001 - 2003. Kedatangan mereka diterima oleh Kasi Pidum Edy Sumarno SH, Kasi Pidsus Sasmito SH, dan Kasi Intel Slamet Haryanto SH. Dalam kesempatan ini, Noor Zein meminta agar kasus dobel anggaran APBD Kabupaten Pekalongan diusut tuntas dengan menyidik enam tersangka lain. Sebelumnya diberitakan, mantan ketua DPRD Dulmanan akhirnya divonis empat tahun dan denda Rp 200 juta subsider empat bulan oleh majelis hakim dalam sidang kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten Pekalongan senilai Rp 4,379 M. Selain mendesak penyidikan terhadap enam tersangka, FLP juga mempertanyakan anggaran asuransi kesehatan Rp 1,5 miliar untuk 45 anggota DPRD Kabupaten Pekalongan yang sudah digunakan oleh Dulmanan pada waktu itu. (H26-61) Puluhan Ton Benih Belum Dibagi BATANG- Pengadaan benih padi dan jagung dari Pemkab Batang untuk petani tahun 2007 senilai sekitar Rp 2,5 miliar ternyata masih ada puluhan ton yang belum dibagikan ke petani. Padahal, jangka waktu tinggal satu bulan. Hal itu tentunya mengakibatkan kerugian bagi petani. Karena, belum ada benih sehingga tidak bisa menanam. Hal itu terungkap ketika Anggota Komisi C (Bidang Perekonomian dan Pertanian) Carito dari Fraksi Partai Golkar (FPG) turun memantau di lapangan. ''Kami menemukan data di Balai Penyuluhan dan Pertanian (BPP) Subah ternyata dari alokasi benih padi 42.750 Kg baru sekitar 8.000 kg. La, yang sekitar 33 ton ini dikemanakan,''ujar dia. Menurut dia, temuan itu baru dilakukan di Kecamatan Subah. Informasi lain, yang diterima di 11 kecamatan juga mengalami nasih sama. Dengan belum dibagikannya benih maka berakibat musim panen tidak serentak. Hal itu mengakibatkan, rentan terserangnya hama tanaman.(ar-61) |