| Kamis, 08 Nopember 2007 | PANTURA |
Awan Badai Guntur Penuhi Laut Jawa dan Pantai Selatan
TEGAL - Nelayan di wilayah pantura diminta waspada ketika mencari ikan di perairan Laut Jawa dan Pantai Selatan. Pasalnya, kedua perairan itu saat ini dipenuhi awan badai guntur. Kondisi tersebut sangat berpontesi menimbulkan badai di laut yang menyebabkan gelombang tinggi. Hal itu dapat mengakibatkan kapal nelayan celaka. ''Tinggi gelombang di Laut Jawa dan Pantai Selatan saat ini memang cukup baik untuk beraktivitas. Namun, awan badai guntur memenuhi kedua perairan itu. Nelayan kami minta waspada, karena keadaan ini bisa memicu badai dan dapat menenggelamkan kapal,'' ungkap Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Stasiun Meterorologi Tegal, Agus Hadi Utomo, kemarin. Dia menjelaskan, hasil pantauan citra satelit BMG, awan badai guntur itu kini telah memenuhi perairan Laut Jawa bagian barat. Yakni, mulai dari wilayah Jakarta, Cirebon, Tegal hingga Pekalongan. Sedangkan di Pantai Selatan, hampir seluruhnya dipenuhi, termasuk di wilayah Sumatera. Keberadaan awan itu muncul secara berderet memembentuk gumpalan putih. Bila tumbuh dewasa bisa menimbulkan badai laut yang cukup dahsyat. ''Kalau itu menjadi badai, tinggi gelombang di Laut Jawa bisa mencapai 2,5-3 meter. Di pantai selatan, bisa mencapai empat meter lebih,'' terangnya. Cummulus Nimbus Menurut Agus, deretan awan tersebut muncul akibat menguatnya akumulasi awan Commulus Nimbus (CB). Hal itu sebagai dampak dari musim pancaroba yang masih berlangsung saat ini. Biasanya, fenomena tersebut akan disertai perubahan cuaca yang ekstrim. Dampak lain yang ditimbulkan, saat ini wilayah pantura sudah mulai diguyur hujan. ''Dari pantauan kami, kondisi ini sudah berlangsung selama empat hari terakhir, dan diprediksi akan terus terjadi hingga musim hujan tiba,'' tandasnya. Dia mengungkapkan, badai laut yang disebabkan awan badai guntur tersebut sebenarnya sudah terjadi di wilayah perairan Kabupaten Pati, beberapa hari lalu. Akibatnya, nelayan di daerah itu mengurungkan niat untuk melaut karena kondisinya cukup berbahaya. Keadaan yang sama kemungkinan juga bisa terjadi di perairan Kota Tegal. (H38-15) |