| Kamis, 08 Nopember 2007 | WACANA |
Surat PembacaJanjiBerkiblat pada karya para pakar bahasa, kata benda "janji" bermultimakna. Di antaranya berarti kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat, memberi, menolong, datang atau bertemu. Janji gombal berarti janji kosong, janji palsu yang tidak ditepati. Konon salah satu petinggi top negeri ini berjanji akan menyediakan rumah susun sederhana bagi para purnawirawan TNI. Mereka pun menagih janji tersebut. Dari aspek spiritual sering ulama berdakwah dengan mengangkat kata sifat, munafik yang mengandung pengertian suka (selalu) mengatakan sesuatu yang tidak sesuai perbuatan/janjinya. Lengkapnya, ada empat perkara/tanda orang munafik militan: "Apabila berbicara berdusta, apabila berjanji ingkar, apabila bersumpah melanggar, apabila bersengketa curang (HR Syaikhan). Juru dakwah pun sering menekankan, ingkar pada janji membawa konsekuensi "di hari pengadilan kelak", Allah SWT pasti menghukum mereka yang ingkar janji. Lingkup aparatur negara, terkait rumah bedeng, rumah susun sederhana, rumah cicilan pelbagai tipe, pada akhirnya dapat menjadi hak milik aparatur terkait (dinas aktif atau pensiunan/purnawirawan). Hak ini dapat memasuki wilayah multisistem seperti bisnis. Artinya, tempat tinggal sebagai penghargaan terhormat dari NKRI atas jasa pengabdian karyawan berpuluh tahun atau menjadi barang dagangan. Banyak tafsir atar belakang multisistem ini. Antara lain, berjiwa dagang, modal bagi pengembangan tempat tinggal di lokasi berbeda dan sebagainya. Sebaliknya, dua alasan inti bagi para pensiunan. Pertama, merasa masih proaktif menjadi mata rantai berwujud karya lain dan atau bagian tak terpisahkan. Khususnya dari kantor/institusi/lembaga asal pengabdian, umumnya lingkup dinamika kekayaan aparatur negara pelbagai bidang. Kedua, menjunjung tinggi sampai akhir hayat "Merah Putih" yang telah dengan susah payah memberikan tanda jasa seperti berwujud tempat tinggal, tempat bernaung di hari tua. Sungkowo Sokawera (081321852656) Jl Rancamanyar I/17, Bandung Soal Kredit di Global Menanggapi Surat Pembaca 1 November 2007 berjudul "Kredit di Global" yang ditulis ibu Harlinda, kami telah melakukan klarifikasi dengan beliau dan menjelaskan mengenai ketentuan dan syarat pengajuan kredit. Dalam form aplikasi kredit tertera bahwa semua dokumen kredit yang telah diserahkan ke Kreditplus tidak dapat dikembalikan dan lbu Harlinda telah menyetujui hal tersebut pada saat pengajuan kredit. Beliau dapat menerima penjelasan tersebut dan menyatakan permasalahan telah diselesaikan. Aris Sulistyanto Head of Credit Dept Kreditplus *** Mengenal Bang Yos Bang Yos, yang mengakhiri masa jabatannya tanggal 7 Oktokber 2007 diantar massanya dengan naik delman berhias indah menuju tempat tinggalnya. Berbahagialah kembali ke rumah pribadi untuk merenung masa depannya. Bang Yos, adalah panggilan keakrabannya, kemesraan dari orang Jakarta. Sedang di kampung halamannya di Gunungpati lebih akrab dengan Mas So. Dia sering penekan pohon jambu lumut di pojok halaman depan rumahnya. Ayahnya, Bapak Suprat Tjitrodihardjo pernah menjabat sebagai kepala SR/SD Pongangan Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Di PGRI terkenal sebagai pemain sepakbola khususnya back. Keluarga Mas So, dulu belum mengenal keluarga berencana sehingga jumlah saudaranya cukup banyak yaitu : - Drs H Soeparto eks TP Brigade XVII. Masa kuliahnya mendirikan Persatuan Pelajar Gunungpati tahun 50 - an. Pensiun sebagai ketua DPRD Jateng. - Meninggal dunia. - Sutriyono swasta. Masa pendidikan di SMA/B jurusan Ilmu Pasti dan kini berubah menjadi SMA I. Dia dulu aktif sebagai pemain belakang tahun 50-an. - Susatiyo seperti kakaknya sekolah di kompleks Menteri Supeno, sebagai pemain gelandang. Dari kemampuan ini mengantarnya masuk angkatan laut. Sudah meninggal. - Kusrini, pegawai negeri. Masa siswanya dikenal sebagai penari Jawa yang sering memainkan Srikandi - Mustokoweni. - Sutiyoso, yang baru mengakhiri jabatan gubernur dan mencalonkan diri dalam pilpres tahun 2009. Keterampilannya terlihat di masa pendidikan sebagai jago tembak yang titis dengan pistol. - Sri Suntoro, swasta. - Meninggal dunia. Ariesta Widya Jl Peterongan Tng 371, Semarang *** Emas di Barang Elektronik Emas dari hari ke hari makin mahal dan sebenarnya banyak ditemui pada peralatan elektronik. Faktanya memang seperti itu karena emas memiliki sifat zero resistance alias nyaris tanpa hambatan. Selain itu emas juga tahan karat dan tahan terhadap bahan kimia. Singkat cerita, anda dapat memproses atau mengambil lapisan emas dari komponen elektronik bekas dengan peralatan yang sederhana. Siapkan HCL dan sodium nitrate untuk membuat cairan yang bisa melarutkan emas dari komponen elektronik. Bahan kimia ini dapat dibeli di toko kimia terdekat. Sebelum ke tahap selanjutnya, saya mengingatkan agar tetap berhati-hati dalam pemrosesan emas ini. Saya pribadi sebetulnya sudah lama penasaran apakah betul ada kandungan emas dalam peralatan elektronik. Ternyata setelah mencari informasi, saya mendapatkan bukunya dalam bahasa Inggris yang telah saya terjemahkan serta praktikkan. Silakan hubungi saya. Ivan Christianto Semarang Indah Blok D 19/36, Semarang *** Perubahan Perilaku Idul Fitri telah berlalu. Hari Kemenangan telah kita raih. Apa yang kita menangkan. Yakni menang dari segala nafsu atau kenegativan duniawi yang selama ini bagai "dituhankan" oleh mereka yang belum paham betul tentang arti beragama yang sebenarnya. Satu bulan menahan lapar, dahaga serta segala nafsu lainnya. Diharapkan sebelas bulan ke depan, sikap atau perilaku kita akan lebih terkontrol. Lebih berpihak pada kaum lemah, kaum hina papa. Sebelas bulan ke depan, semoga negeri ini bersih dari oknum pemimpin/pejabat atau oknum anggota Dewan yang kerap berkata bohong atau membodohi rakyatnya demi kepentingan pribadi/kelompok/golongan atau partainya. Berkatalah yang baik dan tidak bisa lebih baik diam. Orang yang banyak bicara, biasanya tidak ada waktu untuk berfikir. Berpikir untuk apa. Yang jelas untuk kesejahteraan orang terpinggirkan. Mereka lebih kerap men-design untuk "proyek"-nya semata. Mari tuntaskan kesejahteraan rakyat, bukan kesejahteraan mereka yang telah cukup materi. Pasca Idul Fitri 1428 H semoga ada perubahan sikap atau perilaku untuk menuju "sesuatu" yang bermanfaat bagi semua. Wisnu Widjaja Jl Sindoro I/16 Pangung, Tegal *** Sungguh Memalukan Pada 29 Oktober 2007, DPRD Kota Tegal mengadakan sidang paripurna dengan agenda pengucapan sumpah jabatan Pergantian Antar Waktu (PAW) dari FKB. Rapat direncanakan pukul 09.00 tapi sampai 10.00 jumlah anggota yang hadir hanya 12 orang sehingga rapat terpaksa ditunda. Jika ditelusuri, sebelum ditetapkan sesuatu kegiatan DPRD terlebih dulu dibahas dan ditetapkan oleh Panitia Musyawarah yang beranggotakan lebih dari 15 orang. Kemudian disahkan ketua Dewan dan dibagikan kepada seluruh anggota dan Pemkot Tegal. Sejak pengunduran diri HA Ghautsun dari anggota DPRD 10 Mei 2007, sebenarnya sudah cukup waktu untuk mempersiapkan penggantinya (5 bulan). Tetapi para anggota Dewan rupanya merasa kurang dihormati dengan undangan yang dibuat ketua/wakil ketuanya sehingga sebagian besar tidak hadir. Mereka tidak menghormati hasil Panitia Musyawarah yang sudah menyusun jadwal. Juga acuh terhadap kebutuhan fraksi rekan kerjanya yang membutuhkan tambahan wakil akibat keluarnya HA Ghautsun. Padahal gaji yang mereka dapat sudah lebih 2 kali lipat dari gaji sekretaris daerah yang telah mengabdi lebih dari 25 tahun. Mereka lupa bahwa hanya sebagai tenaga kontrak selama 5 tahun. Kalau dalam pemilu berikutnya terpilih kembali, ya jadi anggota Dewan lagi namun kalau tidak maka kembali menjadi warga masyarakat biasa. Kejadian 29 Oktober 2007 sungguh memalukan. Seandainya tidak setuju alangkah baiknya ditentang saat Rapat Musyawarah atau Rapat Pimpinan Dewan. Apa demo dengan tidak hadir pada persidangan istimewa tersebut. Bagi saya hal ini memalukan karena kepentingan Dewan sendiri saja acuh, apalagi yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. H Koesbijanto Jl Perum Indah III/25, Tegal *** Sertifikasi Penyelenggaraan sertifikasi bagi guru dan dosen seperti diamanatkan UU No 14 Tahun 2005 sebenarnya telah lama dinanti banyak pihak. Sebab seluruh komponen bangsa ini berkepentingan dengan peningkatan SDM. Upaya pemerintah meningkatkan SDM melalui sertifikasi merupakan langkah tepat. Soal pro-kontra lebih ke teknis ketimbang substansinya. Logikanya, jika kesejahteraan ekonomi guru dan dosen meningkat maka etos kerja pun meningkat hingga hasil pendidikan makin berkualitas. Bagi mereka yang sampai tahapan terpanggil (dari tahapan: terdata, terdaftar, terpanggil, terseleksi/teruji dan lulus sertifikasi), diliputi perasaan campur aduk. Gembira, cemas bahkan ada yang stres. Mereka yang gembira, optimistis mampu melampaui target minimal kredit kelulusan sebesar 850, serta telah terbayangkan menerima tunjangan sebesar 1x gaji begitu lulus sertifikasi. Bagi yang kurang persyaratan portofolio, hatinya cemas, jangan-jangan data administrasi pendukungnya tidak memenuhi pagu kredit yang ditentukan dan harus mengikuti diklat. Sedang yang kebingungan, hatinya gembira karena akan memperoleh tunjangan profesi serta membayangkan hidupnya akan lebih berkecukupan, namun persyaratan portofolio yang dimilikinya sangat kurang. Mau tidak mau harus bekerja keras mencari kelengkapan administrasi hingga mobilitasnya. Meski tidak didasarkan hasil survey, dapat dikatakan persoalan utama yang dihadapi para guru adalah pengadministrasian kegiatan. Tidak sedikit peserta sertifikasi yang kesulitan. Mereka secara faktual pernah melaksanakan kegiatan yang dipersyaratkan, namun bukti fisik berupa SK, piagam dan sejenisnya banyak yang tidak terdokumentasikan. Jangankan di sekolah/madrasah swasta, di sekolah/madrasah negeri pun bukti fisik seperti itu kadang masih tercecer. Hal ini patut menjadi perhatian pihak terkait. Ada baiknya sebelum sampai tahapan terpanggil, bukti fisik yang diperlukan dipersiapkan sejak dini. Data pendukung administrasi berikut legalisasi dan khususnya komponen portofolio ke-7, yakni karya pengembangan profesi. Komponen ini menjadi kendala terberat dibanding lainnya. Saatnya bapak/ibu guru belajar menyusun karya ilmiah, penelitian tindakan kelas (PTK), pembuatan alat peraga pembelajaran atau karya sejenis lainnya. Benar juga kata kepala madrasah bahwa tugas guru ketika tidak mengajar adalah belajar. Bagi mereka yang melaksanakan portofolio diseyogiakan mau membantu teman yang akan mengikuti tahap terpanggil meski para peserta sertifikasi secara institusional telah diberi arahan dan bimbingan oleh fasilitator sertifikasi. Ahmad Thoha Guru MTs Negeri Winong, Pati *** Tawaran Kartu Kredit Standard Chartered Awalnya saya bersama 5 rekan sekantor ditawrai kartu kredit oleh Sdr Solikhin (marketing Standard Chartered Semarang). Karena tertarik iming-iming Free Anual Fee tahun pertama, saya mengajukan permohonan dan disetujui. Saya menerima kartu kredit pada Agustus 2007, tetapi belum mengaktifkan karena belum membutuhkan. Pada 25 September (1 bulan setelah menerima kartu kredit), saya menerima surat dari Standard Chartered berisi tagihan annual fee sebesar Rp 300.000 (tidak sesuai janji Sdr Solikhin), padahal saya belum mengaktifkan kartu kredit itu. Saya langsung hubungi pihak Standard Chartered, diterima Sdr Imam, bagian Penutupan Kartu. Dia mengatakan Free Annual Fee itu dengan syarat harus belanja senilai Rp 300.000. Jelas saja saya keberatan karena pada awalnya petugas marketingnya sama sekali tidak menjelaskan syarat tersebut. Akhirnya saya diminta menunggu selama 14 hari kerja. Pada 28 September 2007, saya mendapat surat tanggapan dari Ibu Amelia Ragamulu (Head of Customer Contact Center) yang berisi permintaan waktu untuk investigasi. Tanggal 25 Oktober 2007, saya kembali menerima tagihan ke-2 beserta late charge-nya. Saya kembali hubungi bank tersebut untuk menutup kartu kredit (diterima Sdr Andri dan Tania) yang menyatakan proses investigasi belum ada hasilnya dan masih menunggu 4 hari kerja. Namun sampai hari ini belum ada penyelesaian. Malah saya didatangi marketingnya dan menyarankan kartu kredit saya bisa dia pakai serta saya akan diganti uang tunai. Namun saya tolak (saya tetap mau menutup kartu kredit). Bahkan dia menyarankan saya menutup karena limit kartu kredit tidak sesuai untuk kartu gold, bukan mengenai Free Annual Fee. Sudah lebih satu bulan saya dan teman-teman menunggu hasil investigasi tetapi belum juga mendapat kejelasan. Saya merasa tertipu, dipermainkan dan dipersulit untuk mendapatkan penyelesaiannya sekaligus juga telah mengeluarkan biaya tidak sedikit untuk telepon. Beginikah pelayanan bank sekelas Standard Chartered dalam menangani keluhan costumer? Agnes Candra Dewi Gg Nanas 22, Barongan RT 1/RW 1, Kudus David Copperfield Usia permainan sulap sama tuanya dengan pertunjukan sirkus. Lihatlah ketika sirkus dipertontonkan di situ pula ditampilkan permainan sulap. Entah oleh pesulap profesional maupun oleh para badut. Sulap di Tanah Air dipopulerkan oleh Mr Robin. Dari yang trik sulap tongkat jadi selendang, kotak kosong tiba-tiba beterbangan merpati atau gadis melayang pada sebuah tongkat. Namun petinggi yang menyalahgunakan wewenang dan konangan juga mahir bermain "sulap" dengan cara menghilangkan barang bukti. "Dipetieskan" nama populernya. Setelah es mencair secara otomatis barang bukti ikut lenyap. Pesulap zaman bahulea Houdini terkenal dengan melepas borgol dalam air. Kemudian diikuti dengan menghilangkan patung Liberty dan menembus Tembok Besar China oleh illusionis David Copperfield pada era kini. Dengan "peralatan" makin canggih, pesulap ini berhasil lolos dari air terjun raksasa Niagara setelah diborgol dan diapungkan ke sungai. Namun ketika dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap wanita, pesulap ini tak berhasil lolos. Sebab barang bukti masih "menempel". Barangkali illusionis ini perlu belajar pada dukun kita yang ahli segalanya. Penyakit saja dapat dipindahkan ke binatang. Apalagi cuma itu.... Agus Eko Santoso SE Pondok R Patah Blok K1/21, Demak *** Bupati Untung Wiyono Bapak Untung Wiyono Bupati Sragen yang terpilih lagi untuk jabatan kedua menggambarkan, betapa hebatnya sistem on line yang diterapkan di wilayahnya. Mulai dari Pemkab sampai seluruh instansi, dinas, kecamatan bahkan tingkat desa semuanya punya perangkat komputer dan alat lain untuk kegiatan on line system. Dengan cara ini seluruh aktivitas instansi apa pun termasuk puskesmas dan rumah sakit Sragen dapat terpantau peredaran keuangannya, baik input maupun out put-nya. Untuk implementasinya, para PNS, murid sekolah s.d mahasiswa dididik mengenai komputer, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Akibat dari itu seluruh kegiatan di bidang apa pun seperti perizinan, pemasukan PAD dan pengeluarannya dapat terpantau sehingga korupsi dapat terhindarkan. Ini sistem bagus, wajib dicontoh dan ditiru Pemda lain. Karena itu Bapak Untung Wiyono pantas menjadi Menteri Informasi dan Komunikasi mendatang. Tentu saja alat alat tersebut bisa digunakan, kalau ada aliran listriknya, untuk itu PLN wajib berkolaborasi dengan Pemksb mulai dari kabupaten sampai ke desa. Di samping itu dengan mata kepala sendiri saya melihat jalan antar desa di wilayah ini sudah halus diaspal. Ini jelas memperlancar transportasi. Tidak hanya ini, di dunia pertanian pun dia peduli juga yaitu menginginkan seluruh tanaman padi menggunakan pupuk organik sehingga akan menambah produksi padi di Sragen. Usul saya Pak Bupati kalau ada anggaran perlu perbaikan saluran tercier dan pompa air. Juga hand tractor guna mempercepat penggarapan sawah dalam persiapan tanam padi di musim hujan. Moeljono HP Jl Banteng Utara VII/1, Semarang |