logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 08 Nopember 2007 NASIONAL
Line

ANEKA WARTA

Pupuk Dipertanyakan

SEMARANG- Petani mulai khawatirkan ketersediaan pupuk saat memasuki masa tanam pertama, seperti jenis urea, ZA, SP36 dan NPK. Keresahan itu mencuat dalam acara serap aspirasi anggota DPRD Jateng yang memasuki masa reses di beberapa daerah, antara lain dari Kabupaten Semarang, Kendal, Temanggung, Pati dan Purworejo.

Anggota DPRD Jateng dari Kabupaten Temanggung Dra Nurcahyo Hidayati mengatakan, banyak petani mempertanyakan ketersediaan pupuk. ''Mereka bertanya apakah ketersediaan pupuk masih cukup sampai untuk akhir tahun. Keresahan itu muncul karena petani sudah menggantungkan sekali pada pupuk kimia itu,'' tandas anggota Komisi A itu, Rabu (7/11).

Kepala Perwakilan Pupuk Kalimantan Timur (PKT) Triyoga meminta petani tidak perlu risau. Ketersediaan pupuk sampai awal 2007 cukup. Untuk November jumlah pupuk tersedia 60 ribu ton, Desember 50 ribu ton. ''Bahkan stok masih tersedia untuk Januari sebanyak 40 ribu ton,'' katanya. (H37,H7-46)

Beras Raskin Berkutu

SEMARANG- Kondisi beras untuk rakyat miskin (raskin) di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus dan Desa Bakalan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara pada umumnya berbau apek, warna kekuning-kuningan, dan terkadang juga ditemukan kutu. Anggota Komisi B DPRD Jateng dari Fraksi PDI-P Fatria Rahmadi menemukan hal itu saat reses di daerah tersebut.

''Beras raskin dijual seharga Rp 1.000/kg. Tiap kepala keluarga (KK) mendapatkan 3-4 kg setiap pembelian. Beras yang kualitasnya jelek dan tidak layak konsumsi itu, berdasarkan laporan warga sudah mereka terima sejak bulan lalu. Kami menduga kondisi serupa juga terjadi di tempat lain,'' katanya, Rabu (7/10).

Humas Divre Perum Bulog Jateng, Farida mengatakan, dari hasil rapat evaluasi di Kabupaten Kudus dan Rapat Bakorlin di Pati yang membahas beras raskin, pihaknya tidak mendapatkan keluhan mengenai beras yang kondisinya semacam itu. ''Bahkan pada saat pengambilan, Satgas Raskin tingkat kecamatan dipersilakan memilih beras sendiri. Bulog juga melayani beras yang diambil untuk dicek, agar mendapatkan berat sesuai yakni 100%,'' ujarnya, semalam. (H7,H37-46)

Adang Rochyana Wakapolda Jateng

JAKARTA- Tiga jenderal di lingkungan Mabes Polri dan jajaran Polda dimutasi. Menurut Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto, mutasi itu merupakan hal biasa bagi Polri untuk penyegaran dalam menjalankan tugas.

Surat mutasi perwira tinggi (pati) itu telah ditandatangani oleh Kapolri Jenderal Pol Sutanto dengan nomor SKEP Kapolri/503/XI/2007 tertanggal 5 November 2007. Dalam surat itu, Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian Irjen Pol DPM Sitompul digantikan oleh Irjen Pol Suprapto yang sebelumnya adalah dosen senior Sekolah Staf Pimpinan (Sespim). Sitompul ditarik sebagai pati Mabes Polri. Posisi Suprapto akan digantikan oleh Wakapolda Jawa Tengah Brigjen Pol Nono Suprijono.

Dengan posisi baru ini, Nono berpeluang mendapatkan pangkat Irjen Pol. Sedangkan posisi Nono yang lama akan ditempati oleh Brigjen Pol Adang Rochyana yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana, Deputi Perencanaan dan Pembangunan Mabes Polri.

Untuk mengisi posisi Adang, Polri mempromosikan Kombes Pol Martin S Ritonga yang sebelumnya menjabat sebagai kepala bagian di Deputi Perencanaan dan Pengembangan. Dengan posisi ini, pangkat Martin akan naik jadi Brigjen Pol. (ant-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA