| Kamis, 08 Nopember 2007 | NASIONAL |
Lagi, Jalur Provinsi Longsor
BANJARNEGARA -Setelah Minggu lalu jalur provinsi Banjarnegara-Pekalongan macet akibat tebing di Desa Kendaga, Kecamatan Banjarmangu longsor dan menimpa badan jalan, kemarin, peristiwa serupa terulang. Kali ini tebing longsor terjadi di Dusun Siweru, Desa Kalilunjar, Kecamatan Banjarmangu atau satu kilometer sebelum Desa Sijeruk. Tepatnya sebelah utara Stasiun Geofisika BMG Banjarnegara yang berada di Desa Kalilunjar. Hingga pukul 19.00 semalam warga dibantu anggota Satlantas Polres Banjarnegara, Polsek dan Koramil Banjarmangu, serta karyawan Perhutani menyingkirkan tanah sepanjang 25 meter yang menimbun badan jalan. Longsoran tebing di kaki Gunung Lawe itu membuat jalan tertimbun tanah setinggi sekitar satu meter. Proses penyingkiran tanah berjalan lama karena menggunakan peralatan seadanya dan cangkul. Kapolres AKBP Sutekad Muji Raharjo memimpin proses penyingkiran longsoran itu. Macet ''Longsoran kali pertama saya lihat pukul 15.30, tetapi baru menutup setengah badan jalan. Saya coba menyingkirkan dengan alat seadanya namun longsoran datang lagi. Air muncul dari dalam tanah disusul pohon bertumbangan ke jalan,'' kata Endar Prasetyo, sopir mikrobus Buana Sakti jurusan Banjarnegara-Batur. Akibat kejadian itu kemacetan tak lagi terhindarkan. Kendaraan penumpang dan barang tertahan di jalur Sijeruk dan Kalilunjar. Antrean mencapai satu kilometer lebih di dua arah tersebut. Lampu penerangan sangat minim sehingga memanfaatkan lampu mobil untuk menerangi warga dan aparat menyingkirkan longsoran. Endar menambahkan, satu sepeda motor berikut pengendaranya hampir menjadi korban jika tak cepat menyingkir. Jok belakang motor sudah tertimbum tanah namun segera ditarik sehingga tak sampai terbenam. (H25-27) | ||||